Kisah Btariany Anindita: Berjuang Lulus SBMPTN di Sela Perawatan Rumah Sakit | Blog Ruangguru

Kisah Btariany Anindita: Berjuang Lulus SBMPTN di Sela Perawatan Rumah Sakit

Riri, begitu sapaan akrabnya, diminta untuk cuti bersekolah sejak bulan Maret demi penanganan medis. Sesekali ia bersikeras untuk hadir di sekolah, namun sayangnya hal itu justru memperburuk keadaan. Pasalnya, ia mengalami luka bakar dan benturan yang cukup keras pada bagian pinggang. Hal ini yang membuatnya dilarang untuk melakukan banyak pergerakan dalam beraktivitas karena dapat memperlambat proses penyembuhan. Riri pun mengikuti saran dari orang terdekatnya untuk meninggalkan bangku sekolah selama satu bulan lamanya.

Kejadian yang menimpanya ini tidak lantas membuat semangat belajarnya surut. Sekalipun harus berjuang tanpa teman-teman di kelas, ia membuktikan bahwa tetap harus lulus ujian. Bulan yang ditunggu pun tiba, ia menghadapi ujian praktek dan ujian sekolah di rumahnya. Saat UN, ia tetap diminta untuk datang ke sekolah sesuai dengan aturan yang ada. Riri pun ditempatkan pada ruangan tersendiri karena alasan kesehatan. Akhirnya alumni siswa SMA Gonzaga ini pun berhasil melewati semua tahapan kelulusan.

lulus sbmptn - Btariany Anandita (Riri)

Btariany Anandita (Riri)

Ternyata kisahnya belum berhenti sampai di sini. Saat dihubungi kami beberapa hari lalu, Riri menceritakan bahwa usai kelulusan itu justru awal tantangannya. “Saya ingin berkuliah di Universitas Padjajaran (UNPAD), tapi khawatir tidak bisa mengikuti persiapan dan tes SBMPTN karena perlu menjalani perawatan dari rumah sakit,” ucapnya. Ia mengaku, mentalnya sempat turun sebab teman-temannya bisa mengikuti bimbingan belajar di berbagai lembaga pendidikan. Sementara dirinya tidak bisa menjalani aktivitas apapun di luar rumah.

Hingga hari yang dinanti-nanti pun tiba, Riri mengikuti tes SBMPTN dan mendapatkan lokasi di kawasan Pekayon, Jakarta Timur. Ternyata, ia kembali mengalami kendala tepat di hari tes. “Saya ditempatkan di SMA Budhi Warman 2 dan itu cukup jauh dari rumah. Lebih menyulitkan lagi, ruangan saya berada di lantai 3,” tuturnya. Padahal, kondisi fisiknya tidak memungkinkan untuk menaiki anak-anak tangga. Oleh karena itu, ia meminta panitia secara mendadak untuk memindahkannya ke ruangan di lantai 1.

Hambatan yang dialaminya belum juga usai. Walau sudah mengajukan keberatan, ia tetap harus menunggu proses pemindahan yang cukup lama. Riri pun akhirnya mengalami kerugian waktu sebanyak 20 menit, sejak bel tanda SBMPTN dibunyikan. Menurutnya, tidak ada yang mengantar soal dan lembar jawaban Tes Kemampuan Potensi Akademik (TKPA) miliknya dari lantai 3 ke lantai 1. “Waktu yang tersisa jadi tinggal sedikit, saya akhirnya terpaksa meninggalkan 20 nomor untuk tidak diisi,” ujar Riri.

Smart Buddies, mau tahu cerita lengkapnya? Nantikan artikel selanjutnya dari Ruangguru ya! (RE/DR)

Ruangguru

Situs Pencarian Guru Privat & Konten Pembelajaran #1 di Indonesia

You may also like...

1 Response

  1. July 13, 2017

    […] Buddies, masih ingat kisah tentang Btariany yang berusaha keras untuk bisa lulus SBMPTN? Kali ini, ia melanjutkan cerita perjuangannya. Kamu […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share This
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.