Ruangguru Blog

    Fakta Menarik Perubahan Uang Indonesia yang Perlu Kamu Ketahui

    By Ruangguru · Jul 5, 2017

    Smart Buddies tahu sejarah mata uang Rupiah? Uang Rupiah yang kita gunakan saat ini ternyata telah melalui beragam perubahan, lho. Meskipun resmi digunakan di Indonesia, tetapi bukan berarti setelah Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945 kita langsung menggunakan Rupiah. Nama Rupiah baru diresmikan beberapa tahun setelah proklamasi. Nah, sekarang pastinya smart buddies penasaran kan mata uang apa yang digunakan saat wilayah nusantara ini masih berbentuk kerajaan? Dalam rangka Hari Bank Indonesia, Ruangguru akan membagikan sejarah lengkap dari mata uang Rupiah. Check these out!

    Pada Zaman Kerajaan

    uang Indonesia - Mata uang kerajaan Samudera Pasai Mata uang kerajaan Samudera Pasai (Sumber: vcoins.com)

    Seperti yang smart buddies ketahui, sebelum merdeka Indonesia menjadi tempat dari banyak kerajaan. Seperti contohnya kerajaan Sriwijaya, kerajaan Majapahit, kerajaan Mataram Lama, dan sebagainya. Pada masa itu, jual beli menggunakan uang sudah banyak digunakan. Namun, uang yang beredar saat itu bukan uang kertas melainkan berupa logam. Bahan dasar uang logam tersebut biasanya berupa emas ataupun perak.

    Penjajahan Belanda

    uang indonesia - Contoh mata uang Gulden Contoh mata uang Gulden (Sumber: uang-kuno.com)

    Setelah Belanda datang dan menjajah kerajaan-kerajaan yang ada di wilayah nusantara, barulah pemerintah Hindia Belanda (wilayah Indonesia sebelum merdeka) mendirikan De Javasche Bank pada tahun 1828. De Javasche Bank inilah yang menjadi cikal bakal dari Bank Indonesia sekarang ini. Pada saat itu, De Javasche Bank mengeluarkan mata uang Sen dan Gulden. Kedua mata uang tersebut digunakan khusus hanya di wilayah Hindia Belanda saja.

    Penjajahan Jepang

    uang indonesia - Contoh mata uang De Japansche Regeering Contoh mata uang De Japansche Regeering (Sumber: panix.com)

    Uang Belanda yang telah beredar sebelumnya akhirnya ditarik dari peredaran saat kedatangan para penjajah Jepang pada tahun 1942. Jepang menarik semua uang terbitan Belanda dan menggantinya dengan uang mereka sendiri yang diterbitkan oleh Bank Nanpo Kaihatsu Ginko. Bank ini mencetak uang dengan nama “Gulden Hindia Belanda” dan masih menggunakan bahasa Belanda. Perbedaan yang paling terlihat adalah perubahan dari tulisan De Javasche Bank (Belanda), ke tulisan De Japansche Regeering (Jepang).

    Sebagai upaya untuk menarik hati masyarakat Indonesia saat masa pendudukan Jepang akan berakhir, Jepang kemudian menerbitkan mata uang baru dengan menggunakan bahasa Indonesia. Mata uang tersebut adalah Rupiah Hindia Belanda.

    Kedatangan NICA

    uang indonesia - Contoh Gulden NICA Contoh Gulden NICA (Sumber: bukalapak.com)

    Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia kondisi keuangan Indonesia memburuk. Semua mata uang baru yang beredar banyak digunakan dalam transaksi, baik itu mata uang terbitan Hindia Belanda maupun terbitan Jepang. Kondisi ini makin diperburuk dengan kedatangan tentara sekutu yang dikenal dengan sebutan NICA (Netherlands Indies Civil Administration). NICA menarik semua uang yang beredar di Indonesia dan menggantinya dengan “Gulden NICA” atau uang NICA.

    Para pejuang pada saat itu menolak uang NICA karena menampilkan Ratu Wilhelmina, lambang kerajaan dan bahasa Belanda. Saat uang tersebut memasuki pulau Jawa, Bung Karno mendeklarasikan bahwa uang NICA adalah ilegal.

    Oeang Republik Indonesia (ORI)

    uang indonesia - Oeang Republik Indonesia Satu Rupiah Oeang Republik Indonesia Satu Rupiah (Sumber: kppnternate.net)

    Indonesia yang baru saja memproklamirkan kemerdekaannya kemudian langsung bergerak untuk membuat mata uang sendiri. Namun sayangnya, hal ini terkendala dengan sumber daya untuk membuat dan mencetak mata uang tersebut. Setelah perjuangan yang gigih, Pemerintah Indonesia akhirnya berhasil mencetak dan menerbitkan uang sendiri pada tanggal 3 Oktober 1946. Uang tersebut dikenal dengan ORI atau Oeang Republik Indonesia.

    Semua uang terbitan Jepang harus ditukarkan dengan ORI. Standar nilai tukar ORI ditetapkan dengan harga 50 Rupiah Hindia Belanda = 1 ORI. Pemerintah juga menetapkan bahwa 1 ORI setara dengan 0.5 gram emas. Namun, ORI mulai mengalami masalah finansial yang menyebabkan tingkat inflasi menjadi tidak terkendali. Pada bulan Maret 1947, nilai tukar ORI merosot dari 5 Gulden NICA menjadi 0.3 Gulden NICA.

    uang indonesia - Rupiah tahun 1990an Rupiah tahun 1990an (Sumber: andryngebluss.blogspot.co.id)

    uang indonesia - Rupiah tahun 2000an Rupiah tahun 2000an (Sumber: andryngebluss.blogspot.co.id)

    Kelahiran Bank Indonesia

    Setelah kelahiran NKRI pada tanggal 17 Agustus 1950, pemerintah Indonesia berusaha untuk menghapus segala bentuk pengaruh Belanda. Nah, berikut adalah beberapa upaya yang dilakukan:

    1. Mengganti mata uang Belanda yang berdenominasi rendah dengan koin Rupiah pecahan 1, 5, 10, 25, dan 50 sen, dengan menerbitkan uang kertas 1 dan 2 ½ Rupiah.
    2. Mengubah nama De Javasche Bank menjadi Bank Indonesia. Pada tahun 1952-1953, Bank Indonesia merilis uang kertas baru, yaitu 1 Rupiah hingga 100 Rupiah.

    Pada tahun 2017 ini pemerintah Indonesia juga kembali memperbaharui Rupiah dengan desain dan ukuran yang berbeda. Apa smart buddies sudah memiliki semua uang Rupiah baru ini?

    uang indonesia - Rupiah baru tahun 2017 Rupiah baru tahun 2017 (Sumber: kumparan.com)

    Bagaimana, Smart Buddies? Rupiah ternyata sudah mengalami banyak sekali perkembangan ya seiring juga dengan berkembangnya bangsa ini. Selama itu pula, telah banyak sekali pecahan Rupiah yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk mengganti, memperbaiki, atau menyempurnakan mata uang Rupiah. Sebagai salah satu identitas dan kebanggaan bangsa, sudah seharusnya Rupiah kita jaga dan akui dengan cara tidak memalsukannya. (SA/DR)

    Share this:

    Tags: fun facts, Rupiah, Sejarah Rupiah, Uang Indonesia

    Tulis Komentarmu

    Dapatkan Notifikasi Artikel Ruangguru, Yuk!