Inilah 9 Harapan Guru Terhadap Orang Tua | Blog Ruangguru

Inilah 9 Harapan Guru Terhadap Orang Tua

Orang tua tidak bisa menggantungkan seluruh pendidikan anak hanya pada guru. Tentu, guru juga membutuhkan orang tua untuk dapat bekerjasama dalam menghadapi siswa. Kali ini, Ruangguru mengulas sembilan harapan guru terhadap orang tua untuk membantu pekerjaan mereka. Apa saja? 

1. Membaca

(Sumber: uwwa.com)

Mengapa membaca? Kegiatan paling penting untuk mengembangkan pengetahuan menuju kesuksesan adalah membaca (Anda perlu baca di sini). Jadi, sering-seringlah ajak anak untuk tekun membaca. Sejak kecil, bacakan buku cerita sebelum tidur, lalu di waktu senggang, ajak anak untuk membaca bersama. Sebelum mengajak anak agar suka membaca, jadilah contoh bagi anak. Kemudian coba ajak anak untuk tamasya ke toko buku atau perpustakaan. Masih banyak cara lain untuk meningkatkan minat baca (selengkapnya baca di sini). Percayalah, siapapun pasti akan menuai banyak hal baik dari hobi membaca. 

2. Menjalin komunikasi yang baik

Guru adalah pengganti orang tua selama di sekolah. Oleh sebab itu, penting sekali orang tua menjalin hubungan baik dengan guru. Bisa dengan pertemuan langsung, telepon, chat, maupun e-mail. Dengan adanya komunikasi yang efektif antara guru dan orang tua, maka akan lebih mudah mengembangkan anak jadi lebih baik. Orang tua jadi bisa tahu segala kegiatan di sekolah, bertukar pikiran untuk menghadapi anak, dan mencari titik temu bersama jika ada masalah.

3. Bangun pertemanan

Belajar di kelas dapat berfungsi dengan baik jika timnya juga solid. Bagaimana agar di antara siswa bisa menjadi tim yang kompak? Selain menjalin pertemanan di sekolah, coba pancing anak agar meluangkan waktu dengan teman-teman sekelasnya di luar sekolah. Dengan demikian, siswa tidak hanya dekat di sekolah, namun luar sekolah. Pertemanan akan semakin erat, dan terbentuklah tim yang solid. Jika hubungan antarsiswa terjalin dengan baik, maka ini akan sedikit meringankan pekerjaan guru.

4. Menghadiri pertemuan

guru inginkan -

(Sumber: wells-school.com)

Jika ada pertemuan yang diadakan pihak sekolah, maka sebaiknya orang tua siswa hadir. Well, mungkin selama ini orang tua yang tidak hadir disibukkan dengan pekerjaan. Solusinya, orang tua bisa coba menanyakan pihak sekolah, apakah bisa dilakukan pertemuan susulan di sore atau malam hari sepulang dari kerja. Jika kurang memungkinkan di hari tersebut, mungkin di hari lain. Kehadiran orang tua akan sangat berpengaruh untuk kemajuan sekolah, termasuk guru dan siswa di dalamnya. Informasi yang akan orang tua dapatkan dari pertemuan juga tentu sangat penting.

5. Aktif ikut kegiatan

guru inginkan -

(Sumber: orangewoodchristian.com)

Selain menghadiri pertemuan, orang tua juga sepatutnya turut ambil bagian dalam setiap kegiatan sekolah. Seperti halnya pentas seni, ulang tahun sekolah, olimpiade, dan masih banyak lagi. Bahkan, berkontribusilah meskipun anak Anda tidak mengambil bagian dalam kegiatan tersebut. Jadilah pendukung yang suportif.

6. Kegiatan edukatif

Apa yang diajarkan di sekolah, bisa diterapkan untuk pengajara di rumah. Misalnya, orang tua mengajak anak untuk membuat kue bersama. Ketika membuat adonan, anak bisa mempraktikkan pelajaran Matematika saat menghitung setiap bahan yang harus disiapkan. Selain itu, praktikkan pelajaran Bahasa dengan menyebutkan alat dan bahan yang digunakan dalam Bahasa Inggris.

Cara lainnya untuk mengedukasi anak dari rumah, saat weekend coba ajak ke tempat wisata edukasi. Lalu, bisa juga dengan mengajak anak untuk nonton bersama film seputar edukasi atau science. Jadi, anak tetap dapat belajar dengan cara yang tidak kaku.

7. Tanamkan nilai

guru inginkan -

(Sumber: childcarehealthtraining.com)

Tanamkan dalam benak anak bahwa belajar tidak berhenti hanya di sekolah saja. Kembangkan kemampuan dengan coba ikut ajang adu bakat, mendaftarkan guru privat (baik akademis maupun non akademis), ikut kursus singkat, menyaksikan acara-acara edukatif, dan sebagainya. Ceritakan pada anak mengenai pengalaman belajar apa saja yang orang tuanya dapat selama menjalani pekerjaan. Dengan demikian, anak bisa terinspirasi dari kisah orang tuanya dan semakin terpacu belajar.

8. Ajarkan mengenai kebersihan

Selama di rumah, apakah Anda sebagai orang tua yang selalu merapikan peralatan anak? Alangkah lebih baik untuk membiarkan anak mulai membersihkan segalanya sendiri. Jika tidak, maka di sekolah pun ia akan kesulitan menjaga kebersihan karena tidak dibiasakan dari rumah. Mulai saat anak bangun, rapikan tempat tidur, meletakkan seragam dan pakaian kotor di tempatnya, dan sebagainya.

9. Jadi sosok guru di rumah

guru inginkan - huffpost

(Sumber: huffpost.com)

Di rumah, yang menjadi guru bagi anak adalah orang tua. Ketika sedang membimbing anak belajar, cobalah lakukan seakan anda benar-benar seorang guru sedang mengajar di sebuah kelas. Sesekali, jangan posisikan diri anda sebagai orang tua. Dengan melakukan cara ini, anak akan belajar untuk mengikuti arahan, taat peraturan, dan hal-hal positif lainnya. Kalau di rumah saja bisa disiplin, maka di sekolah pun terbiasa disiplin.

Ruangguru

Situs Pencarian Guru Privat & Konten Pembelajaran #1 di Indonesia

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share This
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.