Inilah Kebijakan Baru Mendikbud Perihal Larangan Siswa Berjualan di Sekolah | Blog Ruangguru

Inilah Kebijakan Baru Mendikbud Perihal Larangan Siswa Berjualan di Sekolah

Smart buddies, adakah dari kalian yang hobi berjualan? Apakah kalian pernah mencoba menjual sesuatu di sekolah? Jika ya, sekarang kalian patut untuk bergembira. Pasalnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy baru saya merevisi kebijakan mengenai siswa berjualan di sekolah. Beliau sangat mendukung aktivitas pencarian dana secara mandiri oleh siswa di lingkungan sekolah. Mau tahu lebih detail tentang kebijakan ini? Baca sampai habis, ya!

siswa berjualan

Foto: detik

“Di sekolah gue kalau mau nyari dana mesti ngumpet-ngumpet. Soalnya dilarang sama sekolah. Mau nyari sponsor pun izinya selalu dihambat,” – Quina, SMAN 47 Jakarta.

“Gue suka kasian sama anak ekskul yang mau nyari dana tapi kudu kabur-kaburan gitu tiap ada guru, biar dagangannya aman,” – Fahni, SMAN 100 Jakarta.
siswa berjualan

Foto: kapanlagi.com

Sejak dahulu, pelajar di Indonesia telah terbiasa dengan kegiatan berjualan. Mulai dari menjual kue, bunga, sampai aksesoris. Keuntungan yang didapat tidak selalu masuk ke kantong siswa itu sendiri, lho. Biasanya kegiatan berjualan tersebut dilakukan sebagai upaya menggalang dana untuk acara sekolah.

Sebelum kebijakan revisi ini ditetapkan, pihak sekolah melarang siswanya berjualan di lingkungan sekolah. Larangan ini dilatarbelakangi oleh ancaman dicabutnya Biaya Operasional Sekolah (BOS) oleh pemerintah apabila suatu sekolah ketahuan memungut iuran dari siswa. Kegiatan berjualan dinilai sebagai pungutan liar dan melanggar aturan. Selain pihak sekolah, Dinas Pendidikan juga mengambil posisi kontra pada permasalahan ini. Sebuah sekolah negeri di Jakarta pernah mendapatkan teguran dari pihak tersebut akibat siswanya ketahuan berjualan untuk mendanai acara sekolah.

siswa berjualan

Foto: kompasmuda

Ketika mengetahui aturan tersebut, Muhadjir Effendy merasa heran. Menteri yang baru menduduki jabatannya di bulan Juli 2016 kemarin ini menilai kegiatan mencari dana oleh siswa merupakan hal yang baik. Secara tegas beliau menyatakan bahwa larangan bagi siswa untuk mencari dana harus dicabut. Menurutnya, apabila siswa dipersilakan untuk mencari dana, maka sekolah-sekolah di Indonesia berpotensi untuk menggelar semakin banyak acara yang bersifat positif. Misalnya, perlombaan olahraga antar sekolah, pentas seni, dan lain-lain. Terlebih lagi, siswa jadi belajar untuk berwirausaha. Kemampuan wirausaha sangat penting pada era di mana persaingan mencari kerja sangat ketat seperti sekarang ini.

Dengan diperbolehkannya para siswa untuk berjualan dan mencari dana secara mandiri, dampak positif dapat dirasakan oleh pihak sekolah dalam jangka panjang. Dana yang diperoleh siswa dari hasil berjualan dapat digunakan untuk program-program yang bisa membawa harum nama sekolah. Tidak hanya untuk menggelar acara-acara besar, sekolah juga dapat menggunakan dana tersebut untuk mengundang guru-guru terlatih untuk mengajar kegiatan ekstrakurikuler. Bayangkan jika pelatih tari samanmu adalah penari Indonesia yang telah mendunia, pasti kamu bangga dong? Prestasi klub saman di sekolahmu pun akan semakin cemerlang.

siswa berjualan

Foto: blogspot

Bagaimana, smart buddies, apakah saat ini sekolah kamu masih melarang untuk berjualan? Jika ya, kamu bisa share artikel ini ke guru-gurumu. Jangan lupa sampaikan info ini dengan santun ya. Selain itu, kamu juga harus tetap menomorsatukan prestasi akademikmu meski nantinya diperbolehkan berjualan di sekolah. (IH/AZN/TN)

Ruangguru

Situs Pencarian Guru Privat & Konten Pembelajaran #1 di Indonesia

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share This
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.