Inilah Joey Alexander, Pianis Cilik Indonesia yang Mendunia

Inilah Joey Alexander, Pianis Cilik Indonesia yang Mendunia

Joey Alexander, Pianis Cilik Indonesia

Joey Alexander performs at TED2015 – Truth and Dare, Session 5, March 16-20, 2015, Vancouver Convention Center, Vancouver, Canada. Photo: Bret Hartman/TED

Satu lagi nama anak Indonesia yang mendunia karena prestasi gemilang. Tak tanggung-tanggung, nama yang muncul ke pentas dunia setahun belakangan ini milik bocah yang baru saja genap berusia 12 tahun. Dialah Joey Alexander.

Nama Joey Alexander telah dikenal selama beberapa tahun terakhir di dunia musik jazz Indonesia. Kemampuannya yang luar biasa dalam bermain piano membuatnya sudah sering mentas di berbagai pagelaran musik jazz Indonesia. Salah satu penampilannya yang paling banyak menarik perhatian adalah di panggung Java Jazz Festival 2014 lalu, yang jadi salah satu batu pijakannya untuk merambah musik jazz di tingkat dunia. Luar biasa, bukan? Mari kita kenali lagi Joey lebih dalam.

Andil Besar Papa yang Peka

Semua diawali dengan dibelikannya Joey sebuah piano kecil oleh sang papa, yang merupakan pemusik dan penikmat musik jazz. Seringnya musik jazz diperdengarkan turut membantu perkembangan talenta Joey dalam bermain musik jazz. Di usia 6 tahun, ia sudah mampu memainkan beberapa lagu sulit dengan baik.

Memilih Jazz Sebagai Musiknya

Melihat putra bungsunya memiliki bakat besar, Denny, sang papa, pindah dari Bali ke Jakarta untuk memberikan kesempatan yang lebih besar bagi Joey untuk mengembangkan kemampuannya. Ia mendaftarkan Joey ke sekolah musik klasik Farabi. Di sana bakatnya semakin terkuak, dimana ia hanya butuh waktu tiga pekan untuk mempelajari satu waktu, sedangkan murid lain butuh waktu berbulan-bulan. Purwacaraka pun mengatakan bahwa cara bermain piano Joey sempurna.

Di usia 7 tahun, Joey memilih untuk belajar secara otodidak di rumah, bersama sang papa.  Ia merasa terpikat oleh musik jazz, dan ingin mempelajarinya lebih dalam. Lagi-lagi, orang tuanya terus berusaha mendukungnya. Tak tanggung-tanggung, ia diantar untuk belajar langsung dari musisi jazz legendaris, seperti Indra Lesmana, Idang Rasjidi, dll. Selain itu, bersama sang istri, ia terus mencari peluang untuk anaknya mengenal musisi jazz dunia untuk menambah jaringan, semangat, dan wawasan. Ia yakin bahwa talenta spesial Joey harus diperkenalkan kepada dunia.

Menang Grand Prix Award dengan Status Peserta Termuda

Pada tahun 2013, Joey memenangkan Grand Prix Award di Festival Musik di Ukraina. Festival musik ini diikuti oleh 43 musisi dari 17 negara di dunia. Hebatnya, pada waktu itu ia berstatus sebagai peserta termuda, diantara peserta lainnya yang bahkan ada yang berusia 50-60 tahun dan telah memiliki pengalaman bertahun-tahun di dunia musik. Prestasi ini jadi salah satu yang mengantarkannya untuk semakin dikenal masyarakat Indonesia dan mulai dikenal masyarakat dunia.

Pianis (cilik) yang Suka Semua Hal

Dalam suatu kesempatan, Joey mengatakan, “Nanti tulis saya pianis saja ya, jangan pianis cilik.” Ia yang saat itu berusia 11 tahun merasa usia itu “udah gede”.

Ya, Joey bertumbuh tidak hanya dengan mengembangkan bakatnya di musik jazz. Ia tumbuh layaknya anak-anak lainnya, dengan berbagai hobi dan kesukaan. Ia suka nonton film, membeli dan bermain dengan berbagai mainan, serta hal-hal lain yang disukai anak. Justru hal itu yang membantunya tumbuh dengan nyaman.

Menuju Pentas Dunia

Sejak tahun 2014, Joey bersama keluarganya pindah untuk menetap di New York, Amerika Serikat. Ia merealisasikan salah satu impiannya dengan bantuan musisi jazz dunia, salah satunya Wynton Marsalis. Ia bahkan menyebut Wynton “My Hero” di halaman Facebook nya.

Joey pun semakin memesona dunia dengan penampilannya di TED Conference tahun 2015. Tahun ini ia juga baru saja tampil di Montreal International Jazz Festival dan dalam waktu dekat tampil di Newport Jazz Festival.

Sumber : kabarinews.com tempo.com today.com
Header : TED blog

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share This
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.