Ruangguru Blog

    Presentasi Diabaikan? Hadapi Audiens dengan 7 Cara Brilian Berikut!

    By Ruangguru · Jan 20, 2017

    Siapa yang masih suka nervous ketika harus presentasi di depan banyak orang? Apalagi kalau sampai salah bicara, presentasi diabaikan, orang bosan menyimak, dan berbagai ketakutan lainnya. Well, kamu tidak sendiri kok, smart buddies. Presiden pun kadang masih suka demam panggung. Nah, tapi bukan berarti karena nervous, inti presentasimu jadi tidak tersampaikan dengan baik ya.

    Langkah awal paling baik agar sebuah presentasi berjalan sukses adalah membukanya dengan baik. Oleh sebab itu, kalau selama ini kamu membuka presentasi dengan cara yang standar, ubah yuk! Mengapa sebuah pembukaan dalam presentasi penting? Yuk kita bahas alasan beserta tipsnya!

    presentasi diabaikan - Audiens menyimak presentasi. Audiens menyimak presentasi. (Sumber: ethos3.com)

    1. Audiens paham tujuan presentasi

    Pembukaan sangat penting untuk menyampaikan apa sebenarnya tujuanmu. Jika sudah demikian, maka besar kemungkinan mereka akan tertarik untuk menyimak lebih lanjut.

    2. Gambaran umum

    Jika kamu sedang menonton sebuah film, apa yang membuatmu tertarik untuk bertahan menyaksikannya? Yap, 5 menit pembuka pada film sangat berpengaruh pada minat penonton. Pembuka pada film memberikan gambaran umum mengenai kisah seperti apa yang mereka saksikan beberapa waktu ke depan. Sama halnya dengan sebuah presentasi, smart buddies.

    3. Menciptakan motivasi dan rasa ingin tahu

    presentasi diabaikan - Ingin tahu apa yang akan dibicarakan speaker. Ingin tahu apa yang akan dibicarakan speaker. (Sumber: coxrare.com)

    Tidak semua audiens yang hadir memiliki niat dari awal untuk menyimak presentasimu. Deal with it, smart buddies. Nah, di sinilah peranmu untuk menciptakan motivasi mereka agar tertarik mendengarkan presentasi. Jika tidak bisa menghadirkan motivasi, setidaknya kamu bisa membangkitkan rasa ingin tahu mereka. “Mau ngobrolin apa sih dia?”. Jika ada yang bertanya demikian, berarti kamu sudah cukup sukses untuk membuat audiens penasaran dengan topik yang akan diangkat.

    Bagaimana mengawali presentasi yang baik agar audiens betah menyimak presentasimu?

    1. Cerita yang menarik

    Agar dapat menarik perhatian audiens, kamu bisa mulai dengan bercerita lho, smart buddies. Sebagai manusia, kita memang sudah ‘terprogram’ untuk belajar melalui cerita. Cerita mudah diingat. Sebut saja berapa banyak kisah yang diceritakan padamu sejak kecil. Dari dongeng sebelum tidur, kisah-kisah teater, pahlawan, peran penjahat, konflik, alur, dan moral yang didapat. Semuanya mengingatkan kita pada hidup kita sehari-hari, dan tentu akan menarik dan menahan perhatian. Mengapa? Hal ini dikarenakan audiens mulai membayangkan dalam benaknya cerita yang kamu sampaikan.

    Kamu bisa menceritakan tentang dirimu sendiri, mengapa kamu menginvestasikan dan punya passion kuat terhadap topik yang dibawakan. Lalu, bisa juga kamu mengisahkan kehidupan orang lain yang sekiranya bisa menginspirasi audiens. Opsi lainnya adalah ilustrasi, momen bersejarah, atau sebuah anekdot. Mulailah dengan brief sepanjang 60-90 detik kisah naratif yang menarik minat audiens untuk menyimak apa yang kamu sampaikan. Pastikan dalam kurun waktu tersebut, semua inti topik sudah terangkum dengan baik.

    Cerita yang relevan akan menggugah emosi audiens karena mengajak mereka merenung dan terhanyut dalam cerita sebelum mendengar presentasimu. Butuh latihan lho agar bisa menjadi pencerita yang baik. Yuk, maksimalkan lagi latihan storytelling-mu.

    2. Pertanyaan retoris

    presentasi diabaikan - Ruangguru

    Sebagai pembicara, cobalah kamu lemparkan pertanyaan retoris pada audiens. Apabila pertanyaan retoris dikemas dan disampaikan dengan baik, maka bisa mempersuasi audiens untuk percaya akan kondisi pembicara. Tidak perlu berharap audiens akan menjawab pertanyaanmu dengan suara lantang. Menjawab dalam hati atau berbisik saja sebenarnya sudah memancing mereka untuk ikut masuk ke dalam topik. Audiens akan memikirkan sejenak jawaban atas pertanyaanmu. Coba mulai dengan “Bagaimana jika?”, atau “Coba bayangkan”.

    3. Headline/statement yang mengejutkan

    Selain kedua cara di atas, kamu bisa mulai membuka presentasi dengan memaparkan sebuah statement yang mengejutkan. Kumpulkan data dan fakta-fakta menarik yang bisa digunakan sebagai pembuka presentasi kamu. Data dan fakta akan menciptakan efek dramatis tanpa perlu didramatisir lho. Misalnya:

    presentasi - businessinsider

    Dengan data yang relevan, audiens akan tercengang, terlebih jika mereka belum pernah mendengar sebelumnya.

    4. Powerful quote

    Kamu bisa mengutip perkataan tokoh terkenal juga nih, smart buddies. Pastikan kutipan tersebut relevan dengan topik yang diangkat. Kalau mau lebih seru lagi, kamu bisa coba contoh yang kontradiktif. Misalnya:

    presentasi diabaikan - Ruangguru

    "Brian Chesky, pendiri AirBnB mengatakan hal demikian. Tapi, coba Anda pikir, bagaimana jika seorang Marck Zuckerberg sang inventor Facebook mendengarnya. Well, seperti yang kamu ketahui, zaman sekarang siapa yang tidak punya Facebook? Dari anak TK hingga nenek-nenek, bahkan hewan pun punya akun Facebook. Mungkin Mark akan berkata “Wah, saya bisa buktikan ucapan Anda salah, Mr. Chesky. I’ll make something which a billion people will LOVE to LIKE. Hehe,”."

    Nah, dari pembahasan kontradiktif tersebut pasti akan memancing ketertarikan audiens.

    5. Gambar yang menggugah

    presentasi diabaikan - Iceberg sebagai ilustrasi Iceberg sebagai ilustrasi. (Sumber: mariashiver.com)

    Di slide pembuka, tampilkan gambar yang menggugah perhatian audiens. Dengan gambar, kamu akan memancing imajinasi audiens, dan pesan yang disampaikan akan lebih diingat. Kamu bisa menampilkan gambar yang membuat audiens berpikir “Apa maksud dari gambar tersebut?”. Untuk menghasilkan respon demikian, kamu bisa menggunakan prinsip analogi, smart buddies. Selain itu, creative visual aid juga boleh dicoba.

    6. Video pendek

    Tampilkan sebuah video pendek sebagai pembuka. Setelahnya, minta audiens berpikir sejenak mengenai video yang ditayangkan. Di saat inilah audiens mulai masuk ke dalam topik yang akan kamu bahas.

    7. Eye contact

    presentasi diabaikan - Kontak mata dengan audiens Kontak mata dengan audiens. (Sumber: presensatie.nl)

    Cara terakhir, jangan lupa untuk lakukan kontak mata dengan audiens. Kalau perlu tatap satu-satu, seakan mereka diajak bicara secara pribadi. Hal ini akan membuat mereka merasa dilibatkan.

    Itulah ketujuh tips yang bisa kamu aplikasikan untuk memulai presentasi. Dengan pembukaan yang kuat, maka audiens pun akan lebih ingat. Banyak-banyak latihan ya, smart buddies! (TN)

    Share this:

    Tags: fun facts, Belajar Cerdas, Cerita Perkuliahan, Dunia Kerja

    Tulis Komentarmu

    Dapatkan Notifikasi Artikel Ruangguru, Yuk!