PTN Dilarang Meminta Uang Pangkal Kepada Mahasiswa Baru | Blog Ruangguru

PTN Dilarang Meminta Uang Pangkal Kepada Mahasiswa Baru

Halo teman-teman yang baru saja melewati SBMPTN! Bagaimana, apa sudah memberikan yang terbaik? Semoga kamu bisa lolos di jurusan dan kampus yang kamu idamkan ya. Sambil menunggu hasilnya, simak yuk informasi terbaru perihal PTN.

Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) membuat peraturan bagi Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Peraturan apakah itu? Jadi, PTN tidak diperbolehkan untuk memungut uang pangkal kepada mahasiswa baru. Uang pangkal ini dinilai membebani kalangan yang kurang mampu.

Nasir selaku Menristek Dikti mengatakan bahwa PTN dilarang memungut uang pangkal bagi mahasiswa yang diterima di SNMPTN dan SBMPTN 2016. Jadi, selain Uang Kuliah Tunggal (UKT), tidak boleh ada pungutan lain yang dibebankan pada mahasiswa di kedua jalur tersebut.

uang pangkal

Ribuan mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melakukan protes atas keputusan pihak kampus. Ketetapan barunya adalah UNJ menerapkan uang pangkal sebesar 15 juta rupiah kepada para mahasiswa baru. Demonstrasi itu pun akhirnya memaksa rektorat agar menghapuskan uang pangkal yang dianggap membebani tersebut. Sebelumnya, mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) juga sempat melakukan hal yang sama.

Pak Nasir memang menyetujui adanya uang pangkal bagi mahasiswa yang lolos melalui jalur mandiri. Namun, dengan syarat besarannya harus disesuaikan dengan kemampuan orangtua. Beliau juga menyebutkan bahwa setiap kampus mempunyai hak untuk menyelenggarakan seleksi jalur mandiri dengan kuota 30 persen dari mahasiswa baru. Tapi, harus ada pembatasan dari kampus agar mahasiswa yang kurang mampu diperbolehkan untuk membayar semampunya.

Mantan rektor terpilih Undip ini mempersilakan masyarakat yang tidak mampu membayar uang pangkal agar berkonsultasi pada rektorat. Beliau yakin, kampus akan memiliki sistem yang dapat membedakan mana mahasiswa yang mampu dan tidak. Mahasiswa yang mampu diminta agar dapat subsidi silang demi membantu mahasiswa dari kalangan bawah.

Di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), sang rektor yakni Rochmat Wahab tidak memberlakukan uang pangkal. Melainkan UKT saja bagi seluruh mahasiswa. Menurut beliau, dulu UKT ini diberlakukan berdasarkan dari banyaknya kecurigaan mengenai tingginya biaya kuliah di jalur mandiri. Bagi yang kurang mampu, ada yang membayar 500 ribu hingga satu juta, bahkan ada yang tidak membayar. Beliau menambahkan, UKT adalah jalan tengah, namun yang menjadi pokok masalah adalah prinsip keadilan. Di jalur mandiri pun banyak mahasiswa kurang mampu yang tidak bisa masuk jalur SNMPTN atau SBMPTN.

Nah, bagi mahasiswa yang mampu masuk di kedua jalur tersebut, ada yang dapat UKT tingkat satu, yakni uang kuliah paling murah. Oleh sebab itu, Pak Rochmat menyarankan agar beasiswa Bidikmisi seharusnya diterapkan di jalur mandiri. Hal ini dilakukan agar bisa membantu mahasiswa yang tidak lolos seleksi bersama.

Bagaimana menurutmu? Apa peraturan ini sudah cukup bijak?

Ruangguru

Situs Pencarian Guru Privat & Konten Pembelajaran #1 di Indonesia

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share This
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.