Ini Rahasia Tengku Rediya Zalzabila, Si Tukang Tidur yang Lolos Beasiswa ke Amerika | Blog Ruangguru

Ini Rahasia Tengku Rediya Zalzabila, Si Tukang Tidur yang Lolos Beasiswa ke Amerika

Hai smart buddies! Kali ini Ruangguru.com akan membahas tentang Tengku Rediya Zalzabila. Ya, nama ini sedang heboh dibicarakan di dunia maya. Remaja yang akrab dipanggil Asya ini adalah pelajar kelas 11 di SMAN 1 Giri Banyuwangi. Apa yang membuatnya ramai dibahas? 

Tengku Rediya Zalzabila

Foto: detik.com

Well, ia ramai dibicarakan karena punya kebiasaan tidur di dalam kelas. Mungkin di antara kamu juga ada yang suka tidak sengaja tertidur dalam kelas? Eits, yang ini unik. Meskipun hobi tidur, ia merupakan satu-satunya siswa yang terpilih dari Banyuwangi dalam program beasiswa ke Amerika lho! Ayas berhasil lolos untuk program Youth Exchange Study bersama 84 siswa lainnya dari 18 ribu pelajar Indonesia yang mendaftar secara online.

Kennedy-Lugar Youth Exchange and Study (YES) merupakan program yang didanai oleh Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS). Memberikan beasiswa bagi siswa sekolah menengah (usia 15-17) dari negara-negara dengan populasi Muslim yang signifikan. Jadi, siswa yang lolos akan menghabiskan satu tahun akademik di AS.

Tengku Rediya Zalzabila

Foto: iearnpk.org

Program ini mulai rilis di Indonesia sejak tahun 2003. Tujuannya adalah memperluas jaringan antara orang Amerika dan Indonesia untuk meningkatkan rasa respect satu sama lain. Sejak saat itu, hampir seribu siswa Indonesia mengikuti program tersebut dan alumninya tersebar di mana-mana.

Tengku Rediya Zalzabila

Foto: exploretheworld.org

Lolos bukan hal mudah bagi gadis kelahiran Denpasar, 8 Mei 1999 ini. Ia melalui proses panjang (sekitar satu tahun) yang cukup ketat dan digelar secara terpisah di empat kota. Mulai dari tes psikologi, kemampuan kelompok, kreativitas, dan kepekaan sosial masyarakat. Oleh sebab itu, ia berani mengambil risiko untuk menunda sekolahnya selama setahun demi menjalankan program ini. “Anggap saja seperti ketapel. Ditarik mundul dulu untuk melesat lebih jauh. Berarti nanti saya selesaikan sekolah dengan adik kelas saya,” ujarnya.

Apa persiapannya?

Penggemar Justin Bieber ini sudah mempersiapkan keberangkatannya, termasuk melengkapi berkas-berkas internasional dan kesehatan. Ia sampai suntik vaksin hingga sepuluh kali! Selain itu, menguasai banyak bahasa asing menjadi bekal tambahannya. Selain Inggris, bahasa lain yang dikuasai adalah Jepang, Korea, Mandarin, serta Jerman. Anak sulung dari T.M.Hatta dan Siti Ustadiah ini belajar banyak bahasa secara autodidak melalui film, lagu, dan Youtube. Di sela kegiatannya, ia masih menyempatkan untuk belajar bahasa baru, Spanyol.

Tengku Rediya Zalzabila

Foto: brockpress.com

Di negeri Paman Sam nanti, selain sekolah ia akan tinggal di rumah ibu angkat dan bekerja menjadi relawan. Bisa di panti asuhan, jompo, dan tempat-tempat sosial lainnya. Tak lupa juga untuk mengenalkan budaya Indonesia. Itulah sebabnya, ia sedang giat belajar tari Gandrung, tarian tradisional Banyuwangi untuk pentas di sana. 

Tukang Tidur

Dijuluki “si tukang tidur” di kelas, orangtuanya sempat dipanggil wali kelas untuk menanyakan perilaku belajarnya di rumah. Ibunya sempat berpikir bahwa Asya terkena kelainan gangguan syaraf atau diabetes. Maka dari itu, ia pun dibawa ke dokter untuk diperiksa. Menurut dokter, tidak ada masalah yang berarti pada Asya. Hanya saja, ia lebih bersemangat ketika pelajaran praktik dan bertemu guru yang aktif. Pelajaran seperti Matematika dan Fisika membuatnya cepat bosan. Jika merasa kesulitan dan dengan metode belajar mengajar tersebut, secara tak sadar Asya selalu ngantuk dan tertidur pulas saat di kelas. Kalau ketinggalan materi akibat ketiduran, ia meminjam catatan teman dan belajar sendiri. Jika belum paham, ia akan langsung menanyakan kepada guru yang bersangkutan.

Tengku Rediya Zalzabila

Gurunya tidak mempermasalahkan selama nilai akademiknya tidak buruk. Terbukti, ia selalu masuk dalam peringkat tiga besar di kelas dan memenangkan berbagai kejuaraan lomba bahasa asing. Apa rahasianya? Asya tahu metode belajar yang tepat untuknya. Seperti yang sudah dijabarkan di atas, ia belajar lewat video dan audio. Hayo, kamu sendiri sudah tahu belum metode belajarmu? Dengan tahu metode belajarmu, belajar apa pun pasti jadi lebih mudah.

Gadis berusia 17 tahun ini ingin menularkan semangatnya pada ribuan remaja agar mau berjuang mewujudkan impiannya. Psst, tapi kebiasaan Asya yang sering ketiduran di kelas jangan ditiru ya, smart buddiesPerkiraan awal bulan Agustus nanti, ia akan sampai di Amerika. Hingga saat ini, ia masih menunggu kepastian siapa yang akan jadi ibu angkatnya dan di negara bagian mana ia tinggal nanti. Gadis yang bercita-cita menjadi diplomat ini berharap ia akan mendapat banyak ilmu dari Amerika yang bisa diaplikasikan di tanah air. Kita doakan semoga Ayas sukses ya! :)

Ruangguru

Situs Pencarian Guru Privat & Konten Pembelajaran #1 di Indonesia

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share This
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.