Tonton 5 Film Indonesia Tentang Pendidikan Ini Agar Weekend Lebih Bermutu! | Blog Ruangguru

Tonton 5 Film Indonesia Tentang Pendidikan Ini Agar Weekend Lebih Bermutu!

Apakah kamu salah satu penggemar film 3 Idiots atau Dead Poets Society? Kedua film tersebut bertemakan pendidikan dan digemari oleh banyak orang. Pendidikan memang hal yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu, wajar saja jika banyak produser dan sutradara yang mengangkat tema tersebut dalam karyanya. Selain film barat, film karya anak bangsa pun banyak yang menceritakan tentang kondisi pendidikan di Indonesia, lho. Kualitas dan ceritanya pun tidak kalah menarik. Simak, yuk, film tentang pendidikan karya sineas-sineas Indonesia.

Denias, Senandung di Atas Awan

film indonesia

Cuplikan film Denias. (Sumber: asiapacificscreenacademy.com)

Di kaki pegunungan Jayawijaya, seorang anak laki-laki bernama Denias selalu teringat akan pesan ibunya bahwa gunung takut pada orang yang pintar dan rajin. Oleh sebab itu, ia memiliki kemauan yang amat keras untuk bersekolah. Lingkungan sekitarnya pun turut menyemangatinya.

Namun, seiring berjalannya waktu, satu persatu penyemangat Denias pergi meninggalkannya. Ibunya meninggal dan gurunya yang paling baik dan selalu mendorong Denias untuk belajar giat terpaksa pindah ke Pulau Jawa. Akhirnya Denias melanjutkan kegiatan belajarnya bersama seorang tentara bernama Maleo. Maleo-lah yang memberi tahunya mengenai sebuah sekolah berkualitas di kota. Demi terus belajar, Denias melakukan perjalanan seorang diri ke kota. Perjalanan tersebut berlangsung selama 10 hari. Ia melewati berbagai rintangan sampai akhirnya berhasil sampai di kota yang dimaksud oleh Maleo. Di sana, Denias bertemu dengan Enos, yang juga berasal dari pedalaman Papua. Melalui Enos, Denias mengetahui kenyataan pahit bahwa untuk masuk ke sekolah berkualitas tersebut sangatlah tidak mungkin baginya. Namun Denias tidak putus asa. Ia akhirnya dipertemukan dengan seorang guru bernama Sam Koibur atau dijuluki juga sebagai Ibu Gembala. Sang guru melihat kegigihan dan kecerdasan Denias. Ia kemudian memperjuangkan hak Denias untuk dapat bersekolah. Akhirnya, Denias pun diterima untuk bersekolah dan impiannya terwujud.

Serdadu Kumbang

film indonesia

Cuplikan film Serdadu Kumbang. (Sumber: lenteratimur.com)

Cerita tentang tiga orang sahabat yaitu Amek, Umbe, dan Acan ini mengambil latar di sebuah kabupaten di Sumbawa Barat. Mereka dijuluki sebagai serdadu kumbang karena sering bermain menggunakan mainan yang berbentuk seperti kumbang. Ketiga anak tersebut bisa dibilang kurang baik prestasi akademiknya dan sering berbuat onar di sekolah. Meskipun begitu, mereka tetap memiliki cita-cita. Di desa tempat para serdadu kumbang itu tinggal, ada sebuah pohon yang disebut sebagai pohon cita-cita. Pada pohon tersebut, anak-anak menggantungkan sebuah botol yang berisi kertas. Dalam kertas tersebut tertulis cita-cita mereka.

Film ini lebih banyak fokus pada kehidupan Amek. Seorang anak dengan bibir sumbing yang bercita-cita menjadi penyiar berita di televisi. Amek memiliki bakat sebagai penunggang kuda. Ia memiliki kuda kesayangan bernama Smodeng. Suatu kali, Amek hampir kehilangan kudanya karena ayahnya harus membayar hutang. Untungnya, Minun, kakak Amek, bersedia membantu membayar hutang tersebut dengan uang tabungannya. Di samping kegiatannya berkuda, Amek harus belajar keras agar bisa lulus Ujian Nasional. Untungnya ada Bu Guru Imbok yang tanpa pamrih rela mengajar semua siswanya, bahkan di luar jam pelajaran. Serdadu kumbang pun akhirnya dapat lulus dari SD dan mereka semua berjanji bahwa di SMP mereka akan belajar dengan lebih giat.

Alangkah Lucunya Negeri Ini

film indonesia

Cuplikan film Alangkah Lucunya Negeri Ini. (Sumber: khalidmustafa.info)

Film yang satu ini bercerita tentang seorang sarjana bernama Muluk yang sulit mendapatkan pekerjaan. Akhirnya ia bekerja membantu seorang bos copet dalam mengelola uang hasil copetannya. Ia ingin beberapa persen dari uang tersebut ditabung untuk dijadikan modal para pencopet berdagang asongan. Bos copet tersebut memiliki beberapa anak buah yang masih kecil. Muluk pun sekaligus mengajarkan para pencopet cilik itu ilmu pengetahuan dan juga agama. Muluk mendapatkan upah sebesar 10% dari hasil mencopet untuk hal-hal yang ia lakukan tersebut. Sampai akhirnya orang tua Muluk mengetahui pekerjaannya. Ia pun dilarang untuk bergaul kembali dengan bos copet dan anak-anak buahnya. Untungnya, meski sudah tidak lagi dibimbing oleh Muluk, para pencopet itu sudah berubah pola pikirnya. Akhirnya mereka pun menjadi pedagang asongan, meski penghasilannya tidak lagi sebanyak ketika mencopet dahulu.

Negeri 5 Menara

film indonesia

Cuplikan film Negeri 5 Menara. (Sumber: cinemapoetica.com)

Film yang diadaptasi dari sebuah novel ini menceritakan kehidupan para santri di pesantren. Sang tokoh utama, Alif, awalnya enggan masuk pesantren. Ia ingin bersekolah di SMA negeri kemudian masuk ke universitas impiannya yaitu ITB. Alif merasa sangat tidak suka ketika ia masuk pesantren. Namun lama kelamaan, ia mendapatkan teman-teman yang baik dan mulai betah. Mereka dijuluki sebagai Sahibul Menara atau para pemilik menara.

Mereka memiliki cita-cita tinggi untuk bisa mengunjungi berbagai negara yang memiliki menara-menara terkenal di dunia. Selain itu, guru-guru Alif di pesantren pun mendidik para santri dengan sangat baik. Salah satu ajaran yang terus dipegang teguh oleh Alif dan kawan-kawannya adalah “siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil”. Dengan bekerja keras dan terus mengucapkan mantra tersebut, akhirnya Alif dan teman-temannya berhasil menggapai cita-cita mereka.

MARS (Mimpi Ananda Raih Semesta)

film indonesia

Cuplikan film MARS. (Sumber: infokuberita.com)

Astronomi merupakan bidang yang diminati oleh Sekar Palupi sejak kecil. Pasalnya, ibunya yang buta huruf, selalu mengajak Sekar untuk melihat langit di malam hari. Sang ibu yang bekerja sebagai penjual tempe berharap bahwa suatu hari nanti ia dapat menjadi bintang yang bersinar paling terang di malam hari. Ibunya menjuluki bintang tersebut sebagai lintang lantip atau bintang yang cerdas. Pada kenyataannya, bintang yag selalu ibunya lihat adalah planet mars.

Ibu dari Sekar tak pernah lelah berjuang untuk bisa menyekolahkan anaknya. Ia selalu mengantarkan Sekar ke sekolah setiap hari meski harus bersepeda 7 kilometer jauhnya. Perjuangan sang ibu tidak sia-sia. Sekar berhasil meraih gelar master di bidang astronomi. Ia pun tidak pernah lupa akan pengorbanan sang ibu yang telah membesarkannya.

Itu dia lima film tentang pendidikan yang dibuat oleh sineas-sineas Indonesia. Sudah pada nonton belum? Semoga film tersebut bisa menginspirasi dan memotivasi kamu, ya! Film apa yang menjadi favoritmu? Ceritakan di kolom komentar, yuk. Bagikan juga artikel ini ke teman-temanmu. (AZN/TN)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share This
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.