Ruangguru Blog

    10 Jasa Terbaik Anies Baswedan Selama Menjabat Sebagai Mendikbud

    By Ruangguru · Jul 28, 2016

    Hari Kamis (27/7), pengumuman selesainya Anies Baswedan sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan memang mengagetkan banyak orang, mungkin termasuk kamu. Sosok beliau yang ramah dan satun, cerdas dan puitis, sekaligus bersahaja dalam melakukan tugas-tugasnya sebagai seorang Mendikbud, nampak berbekas di hati masyarakat Indonesia.

    Ucapan terima kasih, rasa penasaran, serta ekspresi kaget banyak terlihat di media sosial.

    Anies Baswedan

    Anies Baswedan

    Anies Baswedan

    Kamu pun pasti turut melontarkan hal serupa, baik ke sesama teman, atau juga di media sosial. “Elok basa akan kekal hidup, elok budi akan bekal mati”. Sebuah peribahasa yang artinya, orang yang baik budi balasannya akan disayang orang selama hidup dan setelah mati pun akan dikenang orang. Seperti itulah, kiasan yang saat ini banyak tertuju pada Anies Baswedan.

    Tahukah kamu apa saja baik budi yang telah dilakukan Anies Baswedan selama kinerjanya, mulai dari 27 Oktober 2014-27 Juli 2016? 20 bulan Anies Baswedan menjabat sebagai Kemendikbud tercatat dalam Kilasan Setahun Kinerja Kemendikbud, yang secara resmi diterbitkan oleh Pusat Analisis dan Sinkronisasi Kebijakan (PASKA). Simak 10 bukti nyata pengabdian Anies Baswedan di ranah pendidikan Indonesia.

    Anies Baswedan

    Sekian tahun lamanya, masa depan pendidikan murid di sekolah ditentukan dengan hasil UN dengan standardisasi nilai dasar, serta pelaksanaannya yang menggunakan lembaran kertas. Kini, UN tidak lagi jadi penentu satu-satunya dari status kelulusan murid di sekolah, karena pihak sekolah dan guru memiliki wewenang dalam pengambilan keputusan.

    Tentu saja, perubahan teknis UN, dari menggunakan kertas menjadi UN berbasis komputer, merupakan perubahan yang dirasakan benar dampaknya. Sekitar 550 sekolah dan 170.000 siswa di seluruh Indonesia.

    Anies Baswedan

    Pada Kurikulum 2013, Kemdikbud menemukan adanya kekurang-selarasan antara ide, desain, dan dokumen dan penerapannya. Bahkan sekolah pun belum dipersiapkan untuk dalam melakukan implementasi kurikulum tersebut. Sehingga, dilakukan penelaah ulang, revisi konsep dan dokumen kurikulum dengan melibatkan publik. Penerapan pun dilakukan secara bertahap hingga batas waktu akhirnya, yaitu 2020 mendatang.

    Anies Baswedan

    Di saat penyebaran guru belum merata di seluruh Indonesia, terutama di daerah Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal (3T), dan guru yang ada di daerah 3T hanya untuk jangka pendek (1-2), Anies Baswedan memberikan inisiatif terbarunya.

    Dilakukan pengiriman ribuan guru secara bertahap ke daerah 3T dengan masa tugas jangka panjang sebagai guru permanen. Insentif pun dipersiapkan secara khusus, antara lain pengangkatan sebagai PNS daerah dan kredit rumah untuk Guru Garis Depan.

    Anies Baswedan

    Berita yang muncul di berbagai media terkait maraknya perploncoan selama Masa Orientasi Siswa ditanggapi dengan serius oleh Anies Baswedan. Beliau pun lantas mengeluarkan Surat Edaran ke semua sekolah untuk mengantisipasi perploncoan. Sidak pun sering dilakukannya bersama jajaran kementrian, sekaligus meminta laporan pelanggaran MOS, untuk ditindaklanjuti oleh Kemdikbud dan Dinas Pendidikan Daerah.

    Anies Baswedan

    Akses PAUD bermutu dan terjangkau, sehingga dilakukan percepatan dan pemerataan bantuan peningkatan mutu dan akses PAUD.

    Anies Baswedan

    Semula pendaftaran cagar budaya dilakukan secara konvensional dan ada target tersendiri yang harus tercapai, kualitasnya pun tidak terjamin. Anies Baswedan lantas memprakarsai proses pendaftaran yang dapat dilakukan secara daring, masyarakat pun dilibatkan untuk turut serta mendaftarkan cagar budaya.

    Anies Baswedan

    Anies Baswedan mewajibkan alokasi waktu membaca buku selain pelajaran selama 15 menit sebelum jam sekolah dimulai. Beliau pun meluncurkan Gerakan Indonesia Membaca – Menulis, yang sebelumnya dilakukan secara terpisah. Aksinya adalah dengan adanya program percepatan pemberantasan buta aksara, perpustakaan keliling, dan pelatihan menulis karya ilmiah bagi guru dan murid. Apakah kini kamu lebih rajin membaca?

    Anies Baswedan

    Bila penerimaan beasiswa dulunya terbatas untuk murid berprestasi dan pegawai Kemdikbud saja, Anies Baswedan memperluasnya juga untuk pegiat sosial dan seniman.

    Anies Baswedan

    Bayangkan bila siswa di seluruh Indonesia berkesempatan untuk berinteraksi secara langsung dengan maestro selama beberapa hari. Pasti seru bukan? Karena sebelumnya, seniman jarang dilibatkan dan berinteraksi secara langsung dengan anak sekolah.

    Anies Baswedan

    Saking cintanya Anies Baswedan terhadap anak-anak, beliau menyadari bahwa masa depan anak-anak sangat terpengaruh pada peran orang tua selama anak-anak menempuh pendidikan. Kegiatan mengantarkan anak di #HariPertamaSekolah pun menjadi imbauan tersendiri darinya kepada para orang tua. Dalam Surat Edaran yang beliau sebarkan, permohonan pemberian izin kepada perusahaan tempat orang tua kerja pun diajukannya, sebagai dispensasi bagi para orang tua yang hendak mengantarkan anaknya ke sekolah.

    Pada poin terakhir, Ruangguru.com pun turut mendukung imbauan Anies Baswedan tersebut dengan mengunjungi tiga sekolah di kawasan Tebet, Jakarta Selatan (18/7). Tim Ruangguru menyaksikan secara langsung kondisi #HariPertamaSekolah, sekaligus mewawancarai beberapa orang tua, guru, serta murid. Kegiatan tersebut direkam dalam sebuah video pendek, sekaligus berisi ajakan kepada Anda, para orang tua dan stakeholder pendidikan, yang dapat disaksikan di bawah ini.

    [embed]https://www.youtube.com/watch?v=LEbIEcm_mDU[/embed]

    Terima kasih Anies Baswedan. Selamat bertugas Muhadjir Effendy, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI :)

    Share this:

    Tags: Wow ternyata, Nasional, Tokoh

    Tulis Komentarmu

    Paling Banyak Dibaca

    Subscribe Blog Ruangguru