10 Skill Dasar yang Penting untuk Anak Miliki

Rizky Rahmatunnisa

Feb 25, 2019 • 7 min read

parenting


skill dasar

Artikel ini membahas tentang skill dasar yang penting anak miliki sejak dini, agar ia mampu menghadapi kehidupan sesungguhnya.

--

Naluri orang tua ingin selalu melindungi, membantu, dan menanamkan nilai-nilai agar anak menjadi bermanfaat bagi sesama. Tidak cukup dengan memberikan pendidikan formal di sekolah, namun juga penting untuk mengajarkan skill dasar yang belum tentu atau bahkan tidak diajarkan di sekolah. Jangan sampai, anak tidak siap menghadapi tantangan yang mengharuskannya mandiri karena terbiasa dibantu atau diarahkan orang tua. Tahukah Anda, jika 70% anak mengalami kesulitan dalam kehidupan sehari-harinya akibat selalu ketergantungan sejak usia dini. Nah, berikut 10 kemampuan yang anak harus miliki:

1. Pekerjaan rumah

Pekerjaan rumah di sini bukan PR dari guru ya, Smart Parents, melainkan pekerjaan rumah tangga. Melibatkan anak dalam berbagai pekerjaan mengurus rumah akan membuatnya lebih bertanggung jawab, perhatian, inistiatif, serta melatihnya mampu bekerja sama dengan Anda atau saudaranya.

skill dasar

Melakukan pekerjaan rumah (Sumber: oceanstatemontessori.org)

  • Menyapu dan membersihkan debu.
  • Membersihkan halaman, membuang sampah, mencabut rumput, dan menyiram tanaman.
  • Merapikan kamar, buku, atau mainan.
  • Mencuci piring.

2. Membuat makanan

Bayangkan ketika di rumah tidak ada makanan dan Anda sakit? Apakah Anda masih sanggup untuk memasak makanan untuk anak? Tentu, ia harus mampu belajar membuat makanannya sendiri. Banyak kok resep makanan sederhana yang bisa ia pelajari khususnya jenis makanan sehat ya. Jadi, tidak selalu bergantung pada jajanan di luar, pesan antar, atau dengan bantuan ojek online. Berikut kemampuan yang sebaiknya dapat dilakukan:

  • Mencuci, mengupas, dan memotong sayur dan buah.
  • Menanak nasi dan memanaskan makanan.
  • Membuat sup, mengoles selai di roti.
  • Merebus air atau makanan instan seperti mie dan pasta.
  • Memasak telur.
  • Membuat jus.

3. Mengurus pakaian

Anak belum tentu selamanya tinggal dengan orang tuanya, lho. Bisa saja ketika di sekolah menengah atau masuk universitas ia memilih tinggal di luar kota. Oleh karenanya, wajib baginya untuk bisa mencuci dan menyetrika sendiri. Jangan selalu bergantung dengan laundry. Selain menjadi lebih mandiri, lebih hemat juga kan?

skill dasar

Anak memasukkan pakaian ke mesin cuci (Sumber: Getty Images)

Berikan contoh bagaimana Anda melakukannya, lalu minta ia mengikuti. Perhatikan keamanannya ketika ia menggunakan mesin cuci atau setrika dan melakukan tahapan di bawah ini:

  • Memisah pakaian putih dan berwarna.
  • Memasukan pakaian dan menambahkan deterjen ke dalam mesin cuci.
  • Mengoperasikan mesin cuci.
  • Mengucek pakaian dan menghilangkan noda.
  • Melipat dan menggantung pakaian.

4. Mengatur keuangan

Mulailah dengan meminta anak mengatur uang jajan, Anda bisa melatihnya dengan memberi uang periode mingguan atau bahkan bulanan. Jangan berikan anak uang tambahan saat uangnya habis ya, karena kita sedang ingin tahu bagaimana ia bisa mengelola uang dengan bijak. Selain itu, bisa juga dengan mengajarkannya tentang:

  • Membuat pencatatan pemasukkan dan pengeluaran uang.
  • Membuat anggaran perencanaan pemasukkan dan pengeluaran.
  • Menyisihkan uang dan menghindari pengeluaran uang pada hal-hal yang tidak dibutuhkan.
  • Mendorong kebiasaan menabung dan beramal.
  • Mengajarkan cara menggunakan ATM.

5. Berbelanja

Sesekali ajaklah anak berbelanja ke supermarket, pasar, atau toko. Berbelanja bisa menjadi pembelajaran yang menyenangkan bagi anak, lho. Selain itu, anak juga bisa jadi banyak belajar. Apa saja yang bisa mereka pelajari?  

skill dasar

Berbelanja bersama anak (Sumber: theafronews.com)

  • Membuat daftar belanja.
  • Mengenal merk dan perbandingan harga.
  • Mengerti detail nutrisi dan volume atau ukuran/berat barang.
  • Memahami diskon pada barang.
  • Membayar barang.

6. Pertolongan pertama

Anda punya kotak P3K di rumah? Jangan hanya menyimpannya, tapi juga ajarkan anak untuk mengerti kegunaannya ya. Sebab hal ini akan sangat membantunya dalam keadaan darurat, baik di rumah ataupun di tempat-tempat umum seperti sekolah. Bukan hanya berguna bagi diri sendiri, tetapi juga orang-orang di sekitarnya.

  • Cara menggunakan kotak P3K.
  • Membersihkan dan menutup luka kecil.
  • Menelpon dokter, klinik, atau emergensi dalam keadaan darurat.

7. Komunikasi dasar

Sebagai makhluk sosial yang akan terus semakin dewasa, anak Anda akan banyak berinteraksi dengan berbagai orang untuk beragam kebutuhannya. Untuk itu, ajarkan anak skill komunikasi dasar berikut ya Smart Parents:

  • Cara berinteraksi di sekolah, keluarga, orang yang lebih muda atau tua, serta orang yang belum dikenal.
  • Membuat surat.
  • Mengirim pesan atau email.
  • Mengisi formulir.
  • Berbicara di depan umum atau presentasi.
skill dasar

Anak presentasi di kelas (Sumber: understood.org)

8. Time management

Dorong anak untuk menghargai dan bertanggung jawab terhadap waktu, biasakan ia selalu melakukan aktivitas dengan tepat waktu. Caranya dengan:

  • Atur waktu untuk makan, beribadah, belajar, bermain, menonton televisi, mandi dan tidur
  • Menggunakan timer.
  • Memanfaatkan waktu senggang untuk hal-hal bermanfaat, seperti membaca buku atau membuat kerajinan tangan.

9. Membuat keputusan

skill dasar

Anak memilih bajunya sendiri (Sumber: howwemontessori.com)

Skill lainnya yang tidak diajarkan di sekolah namun sangat penting bagi kedewasaan anak adalah bagaimana membuat keputusan. Hal ini penting untuk membuat anak menjadi lebih percaya diri dan bertanggung jawab.

  • Identifikasi apa yang perlu diputuskan.
  • Mengumpulkan fakta dan informasi untuk keputusan akhir.
  • Identifikasi pilihan lainnya serta mengevaluasinya.
  • Menentukan pilihan terbaik.
  • Mengatur skala kebutuhan atau prioritas.
  • Meninjau  keputusan, apakah sesuai dengan ekspektasi atau tidak

Mengajarkan anak mampu membuat keputusan bukanlah perkara mudah. Namun jika sering dilatih, nantinya ia akan dengan sendirinya terbiasa. Mulailah dengan mendorongnya untuk mampu memutuskan mau makan atau minum apa, mau beli mainan apa, atau memilih baju sendiri di lemari.

10. Membela diri sendiri

Membela diri sendiri bukan hanya soal bagaimana menghadapi orang yang memotong antrian, membully, berani mengatakan ‘tidak’ terhadap hal yang tidak sesuai, atau membela diri dalam arti sebenarnya. Tetapi juga membuat anak mampu mengatasi masalahnya sendiri.

https://www.rd.com/wp-content/uploads/2016/03/01-13-things-your-kids-principal-wont-tell-you-appointment.jpg

Orang tua berusaha menyelesaikan masalah anaknya (Sumber: iStock)

Misal, anak Anda tidak masuk ke tim sepakbola karena alasan yang tidak jelas. Atau karena nilai anak yang salah dimasukan oleh guru. Kemudian, sebagai orang tua Anda langsung menghubungi pelatih atau gurunya menyelesaikan permasalahan yang anak hadapi. Tahukan Anda? Secara tidak langsung Anda sama saja seperti berkata kepada anak, “Kamu tidak bisa menyelesaikannya, sini Ayah/Ibu selesaikan.”

Daripada membuatnya seolah tidak mampu menyelesaikan sendiri, ajarkan ia bagaimana berbicara dengan orang yang berwenang (misal guru atau pelatihnya), serta cara membela diri sendiri atas masalahnya. Persiapkan anak untuk mendengarkan dan menerima apa yang disampaikan orang lain, meskipun itu tidak sesuai harapannya. Anak harus belajar apa yang ia harapkan belum tentu bisa ia dapatkan.

 Baca Juga: Apakah Anda Orang Tua yang Termasuk Toxic Parents?

Smart Parents, berbagai 10 skill dasar di atas bukan berarti harus diajarkan seluruhnya dan bersamaan ya. Ajarkan secara bertahap dan sesuai kebutuhan. Jika Anda punya pendapat lain skills yang sebaiknya anak miliki, jangan ragu untuk menuliskannya di kolom komentar ya. Nah, jangan lupa juga seimbangkan skill dengan prestasi belajar melalui ruangbelajar yang kini tak hanya bisa diakses di HP saja, tetapi juga sudah bisa menonton video belajar melalui laptop. Ayo download sekarang!

ruangbelajar

Artikel Lainnya

Beri Komentar

Recent Posts