3 Hal Penting dalam Public Speaking yang Jarang Diketahui

Naya Dini

Nov 27, 2018 • 5 min read

sukses kerja


Sadarkah Anda bahwa apapun pekerjaan Anda, public speaking adalah sebuah kemampuan penunjang yang harus Anda kuasai? Tidak sedikit orang yang gemar menghindari kesempatan untuk berbicara di depan umum. Alih-alih menghindar, lebih baik meningkatkan kemampuan public speaking Anda karena skill tersebut dapat dilatih. Bukan asal bicara, public speaking memiliki teknik tersendiri yang dapat Anda taklukkan.

Iman Usman, Co-founder dan CPO Ruangguru, telah memberikan penjelasan tersebut melalui kelas Public Speaking di aplikasi ruangkerja. Di dalam kelas tersebut, Iman Usman menyampaikan bahwa terdapat tiga hal yang paling penting di dalam public speaking.

 

1. Tentukan major idea dari keseluruhan presentasi yang ingin disampaikan

public speakingTentukan major idea Anda untuk mencapai goal presentasi (Sumber: Imgur.com)

Untuk mengetahui pesan apa yang ingin disampaikan, maka Anda harus terlebih dulu menuntukan goal dari presentasi Anda. Tentu saja goal yang Anda inginkan tersebut harus sama dengan goal yang diharapkan oleh audiens. Misal, Anda hanya memiliki waktu untuk presentasi selama lima belas menit, maka Anda harus memikirkan apa yang ingin dipahami oleh audience dalam lima belas menit itu. Major idea dapat membantu Anda mencapai goal dari presentasi tersebut. Melalui major idea Anda dapat dengan mudah membuat gambaran apa saja yang Anda ingin sampaikan. Di satu sisi, major idea dapat membantu audiens dalam memahami garis besar presentasi Anda.


2. Persiapkan presentasi dengan lima tahapan TSSBR

public speaking

Persiapan adalah kunci kesuksesan presentasi (Sumber: Thought.com)

Mungkin Anda sudah paham bahwa struktur speech yang baik adalah memiliki pembukaan, isi, dan simpulan. Namun sebelum tiba pada struktur apa yang ingin disampaikan, Anda harus menentukan dulu tahapan apa yang harus dilakukan untuk mempersiapkan presentasi secara keseluruhan. Iman Usman mengatakan bahwa ada lima tahap dalam mempersiapkan sebuah presentasi:

  • Thinking = memikirkan apa saja poin-poin yang ingin Anda sampaikan
  • Sketching = membuat sketsa dari materi visual yang akan Anda buat
  • Scripting = membuat script dari speech yang ingin disampaikan. Aktivitas ini perlu dilakukan bila Anda memiliki waktu terbatas untuk menyampaikan presentasi
  • Building slides (membuat slide presentasi)
  • Rehearsing (latihan)

Ketiga tahap pertama paling banyak menghabiskan banyak waktu, yaitu 70%. Output dari thinking hasil akhirnya adalah notes, untuk sketching hasil akhirnya, dan scripting hasil akhirnya adalah sketsa, dan scripting hasil akhirnya adalah goal. Setelah tiga hal tersebut selesai Anda kerjakan, baru Anda buat presentasi di PowerPoint. Pasti pembuatan slide ini akan lebih mudah dan cepat karena Anda sudah memahami dengan benar seperti konten yang akan Anda sampaikan. Tahap terakhir adalah rehearshing atau latihan. Ingat, practice makes perfect.


3. Bahasa tubuh dan intonasi adalah yang paling menyita perhatian audiens

public speakingPahami bahasa tubuh yang baik dan tidak (Sumber: Tutorialpoints.com)

Iman Usman mengatakan, bahwa bahasa tubuh (body language) dan intonasi (vocal tone) dapat menyita 63% perhatian audiens. Bahasa tubuh sendiri terdiri dari tiga bagian, yaitu open gesture, hand gesture, dan eye contact. Sebaiknya Anda memiliki pose yang seimbang dan stabil. Buat batas imajiner titik di mana Anda harus berdiri saat berada di depan atau di atas panggung dan jangan sering keluar dari kotak tersebut. Jika Anda ingin mendekati audiens untuk berinteraksi atau bertanya, jangan menyampaikan hal yang penting sambil berjalan kembali ke kotak imajiner Anda. Pastikan poin yang Anda sampaikan tersebut tidak terlalu penting, misalnya Anda memberikan contoh bukan sebuah pengertian.

Selanjutnya, latih intonasi Anda dengan merekam latihan public speaking tersebut. Dari situ Anda dapat mengevaluasi apa saja kesalahan yang Anda perbuat. Apakah Anda mengucapkan banyak vocal filler, yaitu menyebutkan kata-kata yang tidak perlu seperti “ehmmm”, “anu”, dan lainnya. Vocal filler ini biasa terjadi saat komunikator ingin beralih dalam menyampaikan dari satu poin ke poin lainnya. Tidak hanya melalui rekaman, Anda juga dapat latihan di depan orang yang paham seperti apa public speaking yang baik sehingga dapat membantu Anda memberikan feedback.


Itulah tiga hal yang jarang diketahui oleh komunikator saat ingin menyampaikan sebuah presentasi/pidato/ceramah di depan umum. Masih banyak hal-hal lainnya dalam public speaking yang perlu Anda ingat dan waspadai di kelas Public Speaking di aplikasi ruangkerja. Bila Anda memiliki pertanyaan atau masalah dalam public speaking, Anda juga dapat mengajukan pertanyaan kepada Iman Usman melalui discussion board. Tunggu apa lagi, Rekan Kerja? Unduh ruangkerja sekarang dengan cara mengklik gambar di bawah ini. Baca juga artikel lainnya untuk meningkatkan wawasan Anda. Pastinya GRATIS!



New call-to-action
Beri Komentar

Recent Posts