3 Kesalahan Berinvestasi yang Sering Dilakukan Generasi Milenial

Oktaviani Satyaningtyas

Dec 4, 2018 • 2 min read

ruangbelajar


Bicara soal investasi, saat ini masih banyak generasi milenial (Kelahiran 1981-2000) yang belum melakukannya. Entah karena belum paham atau belum tertarik, masih banyak anak muda yang lebih senang berinvestasi dengan cara menabung. Padahal, masih banyak cara lain yang dapat dilakukan untuk berinvestasi.

Kira-kira apa saja kesalahan generasi milenial dalam melakukan investasi? Berikut rangkumannya untuk Anda.

1. Belum memahami pentingnya investasi

generasi milenial

Banyak milenial belum paham dan mengerti pentingnya melakukan investasi (Sumber: moneyunder30.com)

Kesalahan pertama yang dilakukan generasi milenial dalam berinvestasi adalah belum memahami arti penting investasi. Masa pensiun yang dianggap masih lama membuat banyak milenial menunda untuk melakukan investasi. Padahal, investasi sebaiknya dilakukan ketika Anda masih muda karena di usia produktif inilah beban pengeluaran Anda belum terlalu banyak sehingga pendapatan dapat digunakan untuk berinvestasi. Selain itu dengan berinvestasi sejak muda, Anda dapat menikmati hasilnya ketika sudah berkeluarga atau memasuki masa pensiun

Baca juga: Ini Alasan Generasi Milenial Sering Berpindah Kerja

2. Generasi milenial masih terjebak pada gaya hidup konsumtif

generasi milenial

Kesadaran tidak mampu membeli rumah membuat milenial menghabiskan uangnya untuk traveling (Sumber: inc.com)

Kesalahan lain yang dibuat generasi milenial dalam berinvestasi adalah tidak keluar dari gaya hidup konsumtif. Dilansir dari Independent (2017) alih-alih melakukan investasi untuk membeli rumah bagi masa depan, banyak generasi milenial saat ini justru sibuk mengumpulkan uang untuk pergi traveling dan bersenang-senang. Hal tersebut terjadi karena generasi milenial sadar tidak mampu membeli harga rumah yang semakin mahal setiap tahunnya. Karena itu, mulai sekarang cobalah mengurangi gaya hidup konsumtif Anda dan mulai melakukan investasi sedikit demi sedikit.

3. Masih terpaku pada investasi dalam bentuk tabungan

generasi milenial

Generasi milenial lebih memilih menabung uang sebagai bentuk investasi (Sumber: economy.okezone.com)

Hasil laporan terbaru Bankrate yang dilansir dari Business Insider (2018) menyatakan, 30 persen orang berusia 18-37 tahun masih menganggap investasi dalam bentuk uang tunai sebagai cara terbaik untuk berinvestasi. Padahal, cara tersebut dianggap merugikan mengingat tidak memberikan keuntungan yang maksimal. Sebagai alternatif, Anda dapat mulai memikirkan cara investasi lain seperti saham, emas, atau uang elektronik seperti bitcoin.


Rekan Kerja, itu tadi kesalahan yang umum dilakukan generasi milenial dalam berinvestasi. Di usia yang masih produktif, mulailah untuk merencanakan investasi agar masa depan Anda lebih terjamin dan tidak kekurangan secara finansial. Namun perlu diingat, apapun pilihan investasi Anda, sebaiknya pelajari dulu keuntungan dan kerugiaannya agar Anda dapat memilih yang terbaik.

Sambil merencanakan investasi, perkaya diri Anda dengan berbagai artikel informatif seputar bisnis dan karier di blog atau aplikasi ruangkerja. Unduh sekarang secara GRATIS di Play Store atau App Store, dan rasakan manfaatnya!

New call-to-action

Artikel Lainnya

Beri Komentar

Recent Posts