4 Tanda Tantrum Anak Sudah Melebihi Batas Normal dan Cara Mengatasinya

Andrea Lidwina

Dec 29, 2018 • 4 min read

parenting


tantrum anak

Smart Parents, tantrum anak memang umum terjadi pada usia 1-4 tahun dan termasuk bagian dari proses perkembangan mereka. Anak belum mampu mengekspresikan keinginannya dengan bahasa verbal sehingga mereka menangis, berteriak, dan menjerit untuk mendapatkan perhatian orang tua. Namun, seiring bertambahnya usia anak, frekuensi tantrum pun akan mulai berkurang.

Nah, meskipun tantrum normal terjadi pada anak, orang tua tetap harus memperhatikan setiap episode tantrum tersebut. Sebab, tantrum yang berlebihan bisa menjadi tanda adanya masalah pada perkembangan anak lho. Smart Parents, yuk simak 4 tanda tantrum anak sudah melebihi batas normal.

1. Frekuensi tantrum yang sering

tantrum anak

Anak yang mengalami tantrum lebih dari 5 kali sehari sudah melebihi batas wajar (Sumber: stayathomemum.com)

Di usia prasekolah, anak-anak biasanya masih banyak menghabiskan waktu di rumah dan bermain bersama orang tua. Jadi, Smart Parents pun bisa dengan mudah mengawasi tantrum pada anak. Kalau dalam satu hari anak Anda tantrum hingga lebih dari 5 kali, lalu hal ini terjadi pada hari-hari berikutnya, maka Anda bisa mulai berbicara pada anak atau meminta pendapat psikolog anak.

2. Durasi tantrum yang lama

tantrum anak

Tantrum yang terjadi lebih dari 15 menit, bahkan hingga 25-30 menit, menandakan adanya masalah pada perkembangan anak (Sumber: livingandloving.co.za)

Normalnya, setiap episode tantrum anak berdurasi sekitar 15 menit. Bila tantrum anak Anda seringkali melebihi batas itu, atau suasana hatinya tetap memburuk sehabis tantrum, Smart Parents perlu mulai mengkhawatirkan kemungkinan adanya masalah pada perkembangan anak.

3. Melakukan kontak fisik dengan orang lain saat tantrum

tantrum anak

Memukul atau menendang orang yang ada di dekat mereka mungkin dilakukan anak ketika tantrum (Sumber: zerotothree.org)

Ketika anak mengalami tantrum, mereka bisa saja menjerit sambil memukul atau menendang orang yang ada di dekat mereka. Namun, jika perilaku ini terus-menerus terjadi, maka Smart Parents bisa menganggap tantrum anak sudah di luar batas wajar. Terkadang, orang tua melindungi diri mereka sendiri dari pukulan atau tendangan anak. Perilaku orang tua dalam menghadapi tantrum anak pun perlu diperhatikan.

4. Tantrum hingga melukai diri sendiri

tantrum anak

Melukai diri sendiri ketika anak tantrum merupakan salah satu tanda tantrum yang ia alami melebihi batas wajar (Sumber: sheknows.com)

Smart Parents, kalau anak Anda mengalami tantrum sampai melukai dirinya sendiri, kemungkinan hal itu menjadi tanda adanya masalah pada kesehatan mental anak. Dalam beberapa kasus depresi pada anak, mereka cenderung menggigit dan mencakar anggota tubuhnya, bahkan membenturkan kepala mereka ke dinding ketika sedang marah.

Nah, bila tantrum yang dialami anak Anda sesuai dengan tanda-tanda tersebut, ada beberapa cara yang bisa Smart Parents lakukan untuk mengatasinya.

1. Berempati pada anak

Smart Parents harus paham, tantrum memang umum terjadi pada anak. Oleh karena itu, setiap kali anak tantrum, orang tua bisa berempati pada anak dan tidak turut memarahi mereka.

2. Mencari tahu penyebab tantrum anak

Kemudian, orang tua harus mencari tahu mengapa anak mengalami tantrum. Apakah karena lapar, sakit, atau lelah. Hal ini dilakukan agar orang tua bisa mengantisipasi tantrum berulang kembali.

3. Berbicara dan membahas tantrum dengan anak

Setelah anak selesai tantrum, Smart Parents bisa mencoba berbicara dan membahas kebiasaan buruk mereka. Anda bisa mengetahui apa yang sebetulnya diinginkan anak, menjelaskan bahwa tindakan yang ia lakukan ketika tantrum kurang baik, dan memberi contoh hal baik yang bisa dilakukan anak saat mereka marah atau sedih.

4. Berkonsultasi dengan psikolog anak

Konsultasi dengan psikolog anak bisa menjadi alternatif pilihan orang tua jika kebingungan mengatasi tantrum anak yang berlebihan. Pendapat psikolog mungkin akan memberikan perspektif baru bagi orang tua mengenai tantrum yang dialami anak.

Beberapa hal normal terjadi dalam tumbuh-kembang anak, namun Smart Parents tetap harus mengawasi dan memperhatikan setiap perilaku mereka. Hal-hal yang normal pun bisa jadi berlebihan dan menimbulkan masalah di tahap perkembangan yang selanjutnya.

Nah, setelah melewati usia prasekolah, Smart Parents boleh mengenalkan ruangbelajar kepada mereka. Sewaktu anak belajar hal-hal baru, aplikasi ini bisa membantu mereka memperluas pengetahuannya melalui video pembelajaran beranimasi, latihan soal, rangkuman, dan infografis. Ayo daftar sekarang!

ruangbelajar

Artikel Lainnya

Beri Komentar

Recent Posts