5 Cara Bijak Menjelaskan Disabilitas pada Anak

Shabrina Alfari

Oct 11, 2018 • 4 min read

parenting


Smart Parents, sudah mengajak anak-anak menyaksikan pertandingan Asian Para Games 2018? Baik mengajak anak nonton langsung di arena pertandingan atau lewat televisi, kesempatan ini dapat menjadi momen berharga untuk menjelaskan pada si kecil mengenai makna dari disabilitas dan juga bagaimana cara menyikapinya. Cepat atau lambat, anak-anak akan mulai menyadari adanya perbedaan antara penyandang disabilitas dengan dirinya dan membuatnya bertanya-tanya. Nah, jawaban orang tua akan sangat menentukan pandangan anak pada para penyandang disabilitas. Maka, penting untuk Smart Parents memberikan jawaban yang bijak kepada anak. Bagaimana caranya? Yuk, kita simak!

1. Mulailah komunikasi dengan contoh

disabilitas pada anak

Ajak anak melihat secara langsung (Sumber: justrunlah.com)

Smart Parents dapat menunjukkan melalui foto, video, atau dengan bertemu secara langsung saat menonton Asian Para Games untuk menjelaskan tentang kondisi disabilitas. Cari tahu sebanyak-banyaknya tentang gambaran fisik yang terjadi pada profil yang bersangkutan, misalnya kondisi celebral palsy dalam pertandingan Boccia yang disebabkan oleh kelainan permanen pada otak yang memengaruhi perkembangan motorik dan postur tubuh. Diskusikanlah masalah ini bersama dan posisikan diri sebagai orang tua yang juga ingin belajar serta memahami kondisi keterbatasan sehingga komunikasi dua arah dengan anak dapat terus terjaga.

2. Jelaskan apa itu disabilitas sesuai dengan umur anak

disabilitas pada anakJelaskan sesuai dengan usia anak (Sumber: slate.com)

Jelaskanlah makna disabilitas pada anak dengan sederhana dan sesuaikan dengan usia anak. Smart Parents dapat memulai penjelasan dengan mengatakan bahwa penyandang disabilitas artinya adalah mereka yang memiliki perbedaan dari kita. Perbedaan ini mungkin membuat mereka menjadi lebih sulit untuk mengerjakan sesuatu yang bagi kita biasa saja. Kondisi ini juga membuat mereka mungkin membutuhkan bantuan orang lain, termasuk kita. Berikan contoh seperti anak yang membutuhkan alat bantu dengar untuk bisa mendengar dengan baik. Setelah menjelaskan tentang perbedaannya, barulah jelaskan kekuatan mereka.

3. Tumbuhkan rasa empati pada anak, tanpa mengolok

disabilitas pada anakTumbuhkan rasa empati pada anak (Sumber: medium.com)

Penting untuk Smart Parents mengajarkan nilai-nilai kepedulian dan empati sejak dini. Katakanlah bahwa seorang penyandang disabilitas juga ingin diperlakukan sama dengan orang lain dan tidak dianggap sebagai manusia yang lemah atau tidak mampu. Hal ini akan turut memengaruhi kondisi psikologis anak. Jelaskan pada anak persamaan antara penyandang disabilitas dengan diri mereka, seperti sama-sama punya mata, rambut, telinga, wajah yang cantik atau tampan, dan lain sebagainya. Bahkan, penyandang disabilitas juga dapat mempunyai kemampuan yang lebih unggul dibandingkan orang normal, seperti menjadi atlet.

4. Gunakan pilihan kata yang positif dan netral

disabilitas pada anakGunakan kata yang positif (Sumber: todaysparent.com)

Jawablah setiap pertanyaan anak dengan bijak. Katakan bahwa kekurangan pada penyandang disabilitas bukanlah salah mereka ataupun orang tuanya. Berikan penjelasan bahwa ada yang memang terlahir dengan kondisi seperti ini karena sakit atau kecelakaan. Tetap fokuskan pada kelebihan dan kemampuan para penyandang disabilitas. Pilihlah kata-kata yang positif dan hindari penggunaan kata idiot, cacat, dan sebagainya. Smart Parents dapat menggunakan nama spesifik untuk disabilitasnya, misalnya autisme, tunanetra, tunarungu, dan lainnya.

5. Ajarkan anak bagaimana harus bersikap

disabilitas pada anakAjarkan anak bagaimana harus bersikap (Sumber: thectcenter.com)

Meskipun tampak berbeda secara fisik, tanamkan bahwa kita semua dilahirkan sama yang memiliki sifat dasar ingin saling dihormati dan membantu. Jadi janganlah memperlakukan mereka berbeda dengan yang lain. Smart Parents dapat mengatakan bahwa para penyandang disabilitas sama-sama dapat merasa sedih jika diperlakukan secara berbeda atau bisa merasa tidak nyaman saat dibicarakan oleh orang lain. Beritahu anak bahwa penyandang disabilitas juga ingin diajak bicara, diajak bermain dengan orang seusianya, diberikan semangat saat mengikuti lomba, dan dihargai karyanya sama seperti orang lain.  

Menjelaskan disabilitas pada anak mungkin bukan hal yang mudah dan Smart Parents harus menjelaskannya berkali-kali. Jangan menyerah dan teruslah ajak anak menyoroti kelebihan orang lain dan persamaannya dengan kita. Dengan begitu, anak tidak akan fokus pada perbedaan antara penyandang disabilitas dan dirinya serta akan lebih menghargai orang lain. Smart Parents ingin mengasah karakter dan kemampuan anak? Yuk, pilih guru privat yang sesuai dengan kriteria anak di ruangles!

New Call-to-action

Beri Komentar

Recent Posts