5 Cara Mengatasi Ketakutan Anak pada Pelajaran Matematika

Halimatus Sya'diyah Agu 31, 2018 • 4 min read


Halo, Smart Parents! Tidak terasa sudah 1 bulan lebih anak Anda menjalani kegiatan sekolah setelah libur panjang. Apakah anak Anda mengalami ketakutan pada suatu pelajaran tertentu seperti Matematika? Umumnya sebagian besar murid tidak menyukai Matematika. Ketakutannya dapat menjadi abadi jika tidak ditangani dengan baik. Tanda-tandanya bukan sekadar tidak menyukai materinya, melainkan menunjukkan ke tingkat yang lebih gawat, seperti rasa cemas berlebihan dan selalu menghindari belajar Matematika. Jika anak menunjukkan gejala fobia Matematika, maka jangan khawatir karena ada beberapa tips yang Ruangguru sajikan untuk Smart Parents. Mari, simak ulasannya berikut ini!

1. Berikan anak waktu untuk memahami materi

pelajaran matematikaBelajar Matematika perlu kesabaran (Sumber: avidaustralia.edu.au)

Ajari anak dengan sabar dan pelan-pelan. Banyak siswa yang melihat Matematika sebagai pelajaran rumit yang harus menghafal rumus, padahal hitung-hitungan termasuk pelajaran konseptual. Menghafal langkah dan rumus malah akan membuat anak tidak senang belajar Matematika. Maka dari itu biarkan anak benar-benar memahami Matematika sesuai kapabilitas waktunya. Ulangi terus jika anak belum paham, tetapi jangan dimarahi, ya! Jadikan belajar Matematika sebagai hal yang menyenangkan bagi sang buah hati.

2. Buat perasaan anak nyaman dengan kata-kata baik

pelajaran matematika

Motivasi penting dalam belajar Matematika (Sumber: komodomath.com)

Bangun motivasi anak dalam belajar dengan kalimat-kalimat baik, seperti memberi pengertian bahwa tidak ada orang yang bisa Matematika semenjak lahir. Tanya pemikiran anak jika ia melihat suatu soal, apakah sulit atau mudah. Hilangkan perasaan negatif pada dirinya dengan tidak membandingkan kemampuan sang buah hati dengan orang lain. Jangan lupa untuk memberikan pujian sekecil apapun proses belajarnya jika ada kemajuan.

3. Berikan waktu berpikir ketika mengajukan pertanyaan

pelajaran matematika

Jangan terlalu menekan anak ketika belajar (Sumber: flickr.com)

Bagi anak yang mempunyai kecemasan Matematika, pertanyaan langsung di depan orang lain akan menyiksa dirinya. Ia harus siap menanggung malu jika tidak bisa menjawab dengan cepat. Mari, pelan-pelan tanamkan pada diri Smart Parent bahwa Matematika bukan ajang kompetisi! Berikan anak waktu untuk berpikir ketika Anda mengajukan pertanyaan pada soal latihan. Jika masih ragu-ragu, yakini anak bahwa tidak apa-apa salah menjawab pertanyaan karena salah bukan berarti gagal.

4. Menerapkan Matematika pada kehidupan sehari-hari

pelajaran matematika

Matematika selalu ada di aktivitas sehari-hari (Sumber: pexels.com)

Megan Roberts, seorang executive director of math for america (MFA) menjelaskan bahwa praktik Matematika pada hal-hal sederhana seperti harga, kembalian belanja, panjang dan lebar suatu benda dapat mengurangi kecemasan anak. Pancing anak untuk selalu penasaran pada angka di lingkungan sekitarnya. Jika dasarnya sudah kuat, maka materi konseptual lainnya dapat dipahami dengan baik ketika anak beranjak dewasa.

5. Ubah gaya belajar anak

pelajaran matematika

Cobalah gaya belajar lain pada anak (Sumber: youtube.com)

Apabila Smart Parents telah meyakini ketidakcakapan anak dalam Matematika, mengubah cara mereka dalam mempelajari Matematika bisa mengubah sikap anak. Sekadar menghafal rumus mungkin tidak seefektif memahami maksud rumus tersebut  dan kapan rumus itu harus digunakan. Nah, ada beberapa cara yang dapat dilakukan. Pertama, bantulah anak saat mencatat pelajaran. Tujuan mencatat adalah untuk memahami isi pelajaran, bukan hanya menuliskannya. Luangkan waktu untuk membantu mereka mencari poin-poin penting dan tuliskan. Jangan lupa, tuliskan juga materi pendukungnya. Kedua, belajar menggunakan video belajar beranimasi di ruangbelajar. Video beranimasi akan memudahkan anak memahami konsep materi secara cepat, karena ada animasi pendukung yang dapat menjelaskan materi dengan lebih mudah.

Nah, itu dia beberapa tips mengatasi fobia Matematika pada anak. Dukung terus perkembangan anak pada proses belajar hitung-hitungan dengan tidak menekan diri sang buah hati secara berlebihan. Tanamkan pada diri anak dan orang tua bahwa Matematika adalah proses mendapatkan jawaban, bukan pelajaran instan yang hasilnya dapat ditemukan dengan cepat. Supaya belajar jadi lebih seru, yuk unduh aplikasi Ruangguru! Aplikasi Ruangguru menyediakan materi dalam bentuk video dengan penjelasan yang mudah dipahami bernama ruangbelajar yang akan membuat #BelajarJadiMudah!

ruangbelajar

Beri Komentar