5 Jenis Pelecehan Seksual di Dunia Maya dan Cara Bijak Menanggapinya

Anggraeni Puspitasari Jun 10, 2018 • 4 min read


Squad! Sebagai generasi Z tentunya kita sudah kenal baik dengan teknologi, dong. Teknologi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam hidup kita. Dalam mengakses teknologi dan informasi tentunya terdapat dua sisi ya, Squad, sisi positif dan sisi negatif. Pelecehan seksual atau sexual harassment dunia maya menjadi salah satu contoh dari sisi negatif.

Dalam sebuah penelitian, anak muda usia 18-29 tahun memiliki peluang yang besar menjadi korban pelecehan daring; sekitar 25% mengatakan bahwa mereka menjadi target pelecehan seksual daring; sebanyak 66% pelecehan daring berasal dari aplikasi sosial media dan situs di internet dan 22% berasal dari kolom komentar. Ternyata jenis-jenis pelecehan beragam lho, Squad. Nah, dalam rangka Hari Media Sosial sekarang kita kenalan sama jenis-jenis pelecehan seksual secara daring yuk! Agar kamu dapat semakin bijak dalam menggunakan media sosial.

1. Spamming dengan komentar tidak pantas

Insert commentInsert comment here (Sumber : brucesallan.com)

Bentuk pelecehan seksual yang satu ini pasti sudah sering kamu temui ya, Squad. Pernah ga ketika kamu lihat foto seseorang kemudian kamu lihat ada komen yang bersifat tidak menyenangkan, seperti menggoda atau komen berbau porno. Komen seperti "Cantik banget" atau "wuih badannya" yang terlihat biasa saja, ternyata sudah termasuk ke dalam spamming komentar yang mengarah ke pelecehan seksual, lho.

2. Pelecehan visual

obox-social-icons

 

Ikon-ikon media sosial (Sumber : wdexplorer.com)

Jenis pelecehan selanjutnya ialah pelecehan visual. Pelecehan visual ini dilakukan dengan mengirimkan foto-foto yang kurang pantas yang berkaitan dengan privasi tubuh seseorang. Pelaku pelecehan seksual dapat dengan mudah mengirimkan foto, gif atau bahkan video. Ga cuma itu, ternyata pelecehan visual dapat muncul dalam gambar lelucon seperti meme.

3. Pelecehan verbal (non-fisik)

instagram
Instagram sebagai media sosial (Sumber : lifewire.com)

Obrolan tentang instastory milik Via Vallen dan Gita Savitri tentunya masih segar di ingatan kamu ‘kan, Sqauad? Keduanya mendapatkan pesan yang tidak pantas pada akun instagram masing-masing. Respon yang mereka berdua berikan dalam menghadapi pesan tidak pantas tersebut ialah dengan mem-blow up masalah ini di akun instagram dalam bentuk instastory sebagai tanda bahwa mereka berani melawan pelecehan seksual dan memilih untuk tidak tinggal diam terhadap apa yang mereka alami.

4. Doxing

doxing
Ilustrasi Doxing (Sumber : technology.onehowto.com)

Kamu tahu istilah doxing ga, Squad? Doxing merupakan istilah yang berhubungan dengan tindakan menyebarkan informasi pribadi seseorang tanpa izin yang bersangkutan. Data pribadi kamu disebar oleh pihak yang tidak bertanggungjawab untuk kepentingan mereka sendiri. Tindakan ini juga merupakan tindakan stalking. Bisa-bisa data pribadi kamu dijadikan alat untuk melakukan tindakan kriminal.

5. Akun palsu

Fake Accounts
Ilustrasi akun palsu di media sosial (Sumber : Youtube.com by 
Nitin Chauhan)

Squad, mungkin kamu sudah ga asing lagi ya sama istilah akun palsu atau fake account. Beberapa dari kita mungkin memiliki second account untuk satu sosial media. Namun, penggunaan akun palsu ini bisa merugikan seseorang, lho. Seseorang akan dengan mudah membuat akun palsu demi mencapai tujuannya. Lebih jauh lagi, akun palsu juga dapat berujung kepada tindakan kriminal.

Cara Bijak Menanggapi Pelecahan Sosial di Media Sosial

Kamu ga boleh jadi pelaku pasif pelecehan seksual secara daring ya, Squad. Kamu harus bisa merespon dengan bijak seperti tidak menyalahkan korban pelecehan (victim blaming). Kamu juga harus mencoba mengontrol jari kamu saat akan menuliskan pendapat di media sosial. Mulai sekarang kamu harus mencoba untuk berhenti bertanya mengenai pakaian korban, menyalahkan pekerjaannya, atau bahkan mewajarkan tindakan pelaku pelecehan karena dia terkenal, kaya, ganteng atau cantik.

Tidak hanya menanggapi dengan bijak seperti yang telah disebutkan di atas, kamu juga harus melakukan pencegahan seperti mengganti password atau pengamanan akun sosial mediamu secara rutin agar kamu tidak menjadi korban pencurian identitas. Kamu juga harus berhati-hati ya, dalam membagikan informasi pribadi kamu di internet.

Nah, Squad mau jadi orang bijak dalam menggunakan teknologi? Gampang banget lho caranya! Kamu tinggal gabung ke ruangbelajar saja kok! Selain menjadi Squad bijak dalam menggunakan teknologi, kamu juga bakalan dapat banyak pelajaran baru dan seru di ruangbelajar. Sampai bertemu di ruangbelajar, ya!

New Call-to-action

Beri Komentar