5 Kebiasaan Buruk Manajer yang Menghambat Efektivitas Tim

Maya Martha

Dec 27, 2018 • 4 min read

sukses kerja


Bekerja dalam sebuah tim pasti memiliki tantangan tersendiri. Namun jangan sampai tantangan tersebut menghambat Anda dan tim. Terlebih jika penyebabnya adalah manajer Anda sendiri yang memiliki kebiasaan buruk. Untuk itu, Rekan Kerja dapat mengenali lebih dalam apa saja kebiasaan buruk manajer yang dapat mempengaruhi efektivitas sebuah tim kerja:

1. Suka mengeluh

kebiasaan buruk

Manajer yang suka mengeluh mempengaruhi pekerjaan tim (Sumber: salesforce.com)

Manajer adalah sebuah role model bagi staf-stafnya. Akan sangat berpengaruh bila seorang manajer sering kali mengeluh tentang pekerjaannya. Memang suatu hal yang manusiawi untuk mengeluh namun terlihat sebagai sosok yang kuat sangat lebih diperlukan sebagai seorang manajer. Bila manajer memiliki kebiasaan suka mengeluh, target pekerjaan pun akan tercapai lambat.

2. Memberikan pekerjaan terus menerus kepada staf 

kebiasaan buruk

Kebiasaan manajer yang suka menyuruh akan menciptakan rasa tidak nyaman (Sumber: liquidplanner.com)

Seorang manajer diberikan kuasa untuk menangani sebuah pekerjaan tim. Namun kekuasaan tersebut sering kali disalahartikan dengan menganggap bahwa dirinya berkuasa atas seluruh staf-stafnya tanpa mempedulikan nilai kemanusiaan di dalamnya. Memberikan pekerjaan secara terus menerus tanpa istirahat dan deadline yang tidak manusiawi dapat membuat staf menjadi lelah dan tidak produktif. Kebiasaan manajer yang selalu menyuruh stafnya tanpa melihat situasi dan kondisi juga dapat menciptakan hubungan yang tidak baik. Kedua hal ini bisa saja menjadi cikal bakal munculnya anggapan negatif staf terhadap pimpinan yang berdampak kepada efektivitas seluruh anggota pada tim kerja tersebut.

3. Tidak adanya komunikasi terkait kondisi perusahaan

kebiasaan buruk

Tidak ada komunikasi mengenai kondisi perusahaan membuat staf merasa tidak dipercaya (Sumber: donorbox.org)

Tidak memberikan informasi lengkap tentang perusahaan kepada stafnya dilakukan oleh seorang manajer dengan alasan bahwa hal tersebut dirasa tidak perlu untuk diberitahukan. Namun di lain sisi, perilaku tersebut dapat menimbulkan dampak negatif. Kurangnya komunikasi dapat menciptakan asumsi bahwa staf merasa tidak dipercayai, dianggap rendah oleh manajer, dan pengetahuan staf akan kondisi perusahaan tidak luas.

 Baca juga: 5 Cara Mencintai Pekerjaan Anda dan Bekerja dengan Passion

4. Mengacungkan telunjuk kepada staf bila melakukan suatu kesalahan

kebiasaan buruk

Mengacungkan telunjuk ke staf memberikan kesan menghina (Sumber: inc.com)

Manusia dikendalikan oleh emosi yang terkadang tidak terkontrol. Namun perlu diingat bahwa mengeluarkan emosi marah dengan sikap mengacungkan telunjuk kepada staf akan sangat terlihat tidak baik. Meskipun memiliki maksud untuk menegaskan sesuatu karena staf telah melakukan kesalahan, tetapi dengan menunjukan telunjuk ke arah orang tersebut akan menciptakan perasaan yang sangat terhina dan apa yang akan dikerjakan dalam pekerjaannya setelah itu tidak dapat berjalan dengan baik.

5. Mengkritik staf di depan umum

kebiasaan buruk

Mengkritisi staf di depan umum adalah perilaku yang tidak baik untuk dilakukan oleh seorang manajer (Sumber: facetofeet.com)

Pekerjaan yang dilakukan oleh staf perlu mendapat feedback atau revisi dari seorang manajer agar yang dihasilkan sempurna. Terkadang diskusi tersebut bersifat tertutup dan sebaiknya tidak diketahui oleh orang lain karena mungkin saja kesalahan staf dapat memunculkan rasa malu atau bersalah bagi dirinya. Manajer yang tidak dapat menempatkan diri dan bersifat emosional pada saat mengkritik staf di depan umum dapat menimbulkan perasaan yang tidak enak. Terlebih jika nada dan suara yang dipakai cenderung tinggi dan lantang hingga seluruh ruangan mendengarnya. Tentu saja relasi yang terjalin akan dapat rusak dan memberikan dampak buruk kepada tim. Jika sudah seperti ini, rasanya sangat tidak enak untuk bekerja dengan baik, ‘kan?

 

Penjabaran di atas merupakan 5 kebiasaan yang jika dilakukan oleh seorang manajer dapat berdampak kepada efektivitas pekerjaan sebuah tim. Untuk itu, perlu diingat bahwa apa yang ingin Anda lakukan kepada orang lain terutama staf harus sesuai dengan apa yang ingin orang lain lakukan kepada Anda. Bila hal ini sudah menjadi dasar Anda dalam berperilaku, maka pasti Anda bisa menjadi manajer yang baik dan tim Anda pun dapat bekerja secara efektif dan efisien!

Anda pun juga bisa membaca artikel-artikel lain yang dapat meningkatkan diri Anda sebagai manajer dengan cara klik gambar di bawah ini dan unduh aplikasi ruangkerja yang ada di Play Store atau App Store! GRATIS!

New call-to-action

Beri Komentar

Recent Posts