5 Strategi Orang Tua Saat Anak Mengambek

Rabia Edra

Nov 27, 2018 • 4 min read

parenting


Smart Parents, biasanya apa sih respon andalan Anda ketika menghadapi anak mengeluh? Apakah Anda tipe orang tua yang mudah ikut marah akibat mendengar komplain anak? Padahal sebenarnya saat ia mengambek, itu merupakan kesempatan besar membantu mengekspresikan perasaannya dengan cara yang lebih baik. Wah, bagaimana caranya? Simak paparan di bawah ini, yuk!

1. Ajarkan Berpendapat dengan Baik

anak mengambekBerbicara baik pada anak (Sumber: blogspay.com)

Anak-anak kerap suka berbicara tidak jelas atau langsung menangis saat ia mengambek. Hal ini membuat orang tua sering salah paham menanggapinya. Sebagai solusi, rangkul anak dan minta ia menyatakan pendapat dengan suara lembut. Contohkan cara bicara dengan merekam dua jenis suara yang jelas dan sopan, serta yang berteriak dan tidak jelas. Tanyakan padanya, mana yang lebih baik dan dan ajak anak mengikutinya.

2. Dengarkan Keluhan Anak

anak mengambek

Anak yang mengambek (Sumber: nitrokiddies.com)

Ketika anak sedang mengambek, coba orang tua lakukan kontak mata, dengarkan tanpa interupsi, terima keluhannya tanpa menghakimi. Biarkan ia selesai berbicara, lalu katakan bahwa tidak semua hal dapat sesuai dengan keinginan kita. Misalnya, saat cuaca mendung dan hujan turun yang mengakibatkan tidak bisa keluar rumah. Walau terlihat masih tampak tidak setuju dengan pernyataan Anda, namun setidaknya orang tua sudah melakukan teknik komunikasi yang lebih baik dibanding melarangnya mengeluh.

3. Beri Pilihan

47494058-thinking-kid-making-tough-choice-between-good-and-evil-angel-and-devil-advising-him-flat-style-vecto

Biarkan anak memilih (Sumber: 123rf.com)

Perjelas apa yang sebenarnya diinginkan anak. Tanyakan padanya dua hal, masih mau terus marah-marah atau segera menyusun rencana untuk bisa mendapatkan apa yang dia inginkan. Jika ia mulai berhenti melakukan komplain dan menyiapkan rencana selanjutnya agar tidak kecewa, hal tersebut menandakan bahwa ia sudah mampu melakukan problem-solving.

4. Gunakan Kata ‘Ingin’ atau ‘Mau’

anak mengambek

Terapkan kata ganti dibanding menggerutu (Sumber: slate.com)

Minta anak mengganti kata-katanya saat menggerutu dengan mengatakan ‘ingin’ atau ‘mau’ hal yang lain. Sebagai contoh, saat ia tidak menyukai baju barunya, ia tak lantas kesal lalu mengambek. Tetapi, menyampaikan pada orang tuanya bahwa ia menginginkan baju yang berbeda. Sebagai orang tua, jangan langsung merespon dengan memarahi. Karena ekspresi anak menunjukkan ia sudah bisa memilih dan memutuskan apa yang ia suka dan tidak suka.

5. Beri Batas Waktu Menggerutu

Buatlah kesepakatan bersama dengan anak untuk membatasi waktunya untuk mengambek. Misalnya dimulai dari sehari hanya boleh 3 kali, kemudian minggu depannya 2 kali, sampai akhirnya si anak tidak pernah melakukan hal yang sama lagi. Cara lain, ketika ia mengambek, orang tua bisa sambil memberi waktu selama tiga menit untuknya menggerutu. Ketika waktu akan habis, katakan 1, 2, 3, stop!

6. Merespon Sambil Bercanda

Secara natural, anak-anak sangat suka bermain, sekalipun di kondisi mengambek. Nah, jika orang tua merespon sambil bercanda, malah akan membuat mereka merasa didengar dan dipedulikan. Selain itu bisa sambil melakukan metode opposite. Saat ia malas sekolah, tantang anak mengucapkan “Aku suka pergi ke sekolah” sebanyak 5 kali. Setelah itu, mood anak bisa jadi lebih membaik dan mau pergi ke sekolah.

7. Berpikir Positif dan Bersyukur

IndigenousChildrenBooks_MyHeartFillsWithHappiness

Anak mudah bersyukur (Sumber: cbc.ca)

Studi menunjukkan bahwa hormon stress cortisol akan berkurang 23% ketika kita fokus pada nikmat yang sudah diberikan. Dengan begini, orang tua dapat mengajak anak menjadi lebih bersyukur atas apa yang ia terima dan selalu berusaha mencari sisi positif dari setiap hal. Terbukti, cara seperti ini bisa meningkatkan rasa bahagia  

Kesimpulannya, saat anak mengambek sebenarnya ada 3 hal yang dapat orang tua kembangkan. Pertama, apa yang dapat anak pelajari dari momen-momen tertentu? Kedua, bagaimana ia bisa menyukai hal-hal yang awalnya tidak disukai? Terakhir, bagaimana ia memperoleh tanggung jawab untuk membuat keadaan menjadi lebih baik?

Nah, Smart Parents juga bisa mengalihkan keluhan mereka dengan belajar video beranimasi bersama-sama di aplikasi Ruangguru. Tanpa kuota internet lagi, ribuan video dalam tiga pilihan kurikulum yang lengkap dapat diakses hanya lewat HP! Penasaran caranya? Klik banner di bawah.

New Call-to-action 

Beri Komentar

Recent Posts