5 Tantangan yang Dihadapi Pengusaha Industri Kecil Menengah (IKM)

Maya Martha

Jan 8, 2019 • 4 min read

sukses kerja


 

Industri Kecil Menengah (IKM) merupakan kegiatan bisnis di Indonesia yang berupaya untuk meningkatkan perekonomian negara dan memiliki dampak positif untuk mengurangi jumlah pengangguran. Namun menjadi pengusaha tidaklah mudah, ada beberapa tantangan yang harus Anda hadapi agar bisnis yang dijalankan dapat bertahan dan mengalami peningkatan yang signifikan. Berikut adalah 5 tantangan yang biasa ditemui oleh pengusaha IKM yang perlu Anda ketahui agar dapat Anda atasi dengan baik ke depannya:

1. Harga bahan baku yang tinggi dan kuantitas terbatas

Penyediaan bahan baku (Sumber: enseval.com)

Bahan baku yang digunakan IKM masih berjumlah sedikit bahkan tidak jarang masih harus impor dari luar negeri untuk memenuhi kuantitas yang dibutuhkan. Harga bahan baku juga kerap naik di musim-musim libur panjang, seperti saat menjelang libur hari raya. Naiknya harga BBM juga menjadi musuh utama pengusaha IKM, karena dapat berimbas kepada naiknya harga bahan baku untuk produksi usaha. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk terlebih dahulu mencari referensi sebanyak-banyaknya tentang harga baku yang murah untuk menekan biaya produksi usaha Anda.

2. Kurangnya pengetahuan tentang badan hukum

pengusaha

Badan hukum berperan dalam IKM (Sumber: e.vcci.com.vn)

Banyak hal yang harus dimengerti dan dilakukan oleh pengusaha IKM kepada pihak pemerintah, seperti halnya melaporkan HKI. Namun terkadang rasa malas timbul karena berurusan dengan badan hukum harus melalui proses yang panjang. Hal ini menimbulkan dampak yang berujung pada tidak melaporkan HKI kepada pemerintah. Sementara jika Anda tidak mendaftarkan HKI produk Anda, produk dari usaha yang Anda jual dapat berpotensi untuk dicontek dan diakui oleh pedagang lainnya. Kalau sudah kejadian, Anda tidak dapat melaporkan hal tersebut sebagai sebuah tindak kriminal karena usaha Anda belum terdaftar di HKI. Peristiwa tersebut akan sangat merugikan Anda, bukan? Jangan sampai Anda mengalaminya, Rekan Kerja. Segala informasi tentang HKI dan cara pendaftarannya telah dijabarkan secara lengkap di aplikasi ruangkerja pada kelas IKM Digital Learning.

Baca juga: Perhatikan 3 Hal Ini Sebelum Mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Usaha Anda

3. Tidak adanya pembinaan untuk menjelaskan standar mutu produk

pengusaha

Membagikan informasi menunjang bisnis (Sumber: indiaeducationreview.com)

Pengusaha IKM cenderung tidak mengetahui standar mutu produk yang dibuatnya apakah berbanding lurus dengan harga jualnya atau merugi. Untuk itu, pemerintah memberikan logo SNI (Standar Nasional Indonesia) yang wajib untuk dipasangkan pada setiap produk yang baik. Bila tidak ada logo SNI pada produk Anda, konsumen dapat tidak percaya dengan produk milik Anda dan berujung tidak membeli produk Anda. Dengan adanya logo SNI, produk Anda sudah diakui secara nasional sehingga konsumen tidak perlu merasa ragu untuk membelinya.

4. Ketidakpahaman tentang proses distribusi dan pemasaran digital

pengusaha

Penggunaan teknologi mempermudah bisnis (Sumber: newsroom.cisco.com)

Sistem distribusi dan pemasaran sekarang ini sudah berjalan pesat. Penggunaan internet atau aplikasi online membuat produk dapat diperjual belikan dengan mudah dan cepat. Sebagai contohnya penggunaan sosial media. Sudah cukup banyak yang berjualan melalui media sosial dan mendapatkan keuntungan yang sangat tinggi karena prosesnya sangat mudah. Tentunya bila pengusaha IKM ikut menggunakan sosial media sebagai tempat promosi maka keuntungan yang didapat pun juga akan tinggi.  Untuk itu, perlu adanya pelatihan mengenai cara mendistribusi dan mempromosikan produk yang benar dan efisien menggunakan media sosial karena tidak semua pengusaha IKM dekat dengan internet terlebih lagi media sosial.

5. Belum menggunakan kemasan pada produk

pengusaha

Kemasan membuat produk lebih berkualitas (Sumber: inlinepack.com)

Dalam mendistribusikan produk, pengusaha IKM harus dapat menjamin agar produk sampai di tangan konsumen dengan baik. Ketidakpahaman pengusaha IKM akan pentingnya penggunaan kemasan dapat membuat produk rusak dan menimbulkan protes dari konsumen. Untuk itu, agar produk terdistribusikan tanpa cacat diperlukannya pemahaman tentang kemasan yang baik dan benar. Sebuah produk yang memakai kemasan juga dapat meningkatkan keuntungan karena dapat menarik perhatian konsumen karena terdapat informasi mengenai produk tersebut di dalamnya.


Sekarang Anda sudah mengetahui apa saja tantangan yang akan Anda temui saat merintis usaha IKM. Namun segala permasalahan itu dapat Anda hindari dan minimalisir dengan mengikuti kelas IKM Digital Learning di aplikasi ruangkerja, sebuah konten pembelajaran untuk para pengusaha IKM persembahan Kementrian Perindustrian RI. Konten tersebut gratis, Rekan Kerja! Setelah mengikuti semua materi yang diberikan, Anda juga akan mendapatkan sertifikat. Tunggu apa lagi, Rekan Kerja? Unduh ruangkerja dan gabung kelas IKM Digital Learning dengan klik gambar di bawah ini! Semoga sukses, Rekan Kerja!

New call-to-action

Beri Komentar

Recent Posts