Semester Pendek, Penting Nggak? Ini 6 Hal Penting yang Harus Kamu Tahu

Shabrina Alfari Sep 16, 2019 • 4 min read


semester pendek

Artikel ini membahas seluk-beluk tentang SP atau semester pendek di dunia perkuliahan

--

Apa sih itu SP alias Semester Pendek? Nah bagi kamu yang akan menjalani dunia perkuliahan tahun depan atau yang baru saja masuk kuliah tahun ini, penting banget untuk kamu mengenali istilah-istilah di dunia kuliah. Lalu, apa sih sebenarnya perbedaan antara semester pendek dan semester regular? Mau tahu? Yuk, simak beberapa hal penting terkait semester pendek yang harus kamu ketahui.

Baca juga: Bingung Memilih Jurusan Kuliah? Prioritaskan 7 Hal Berikut!

1. Apa itu semester pendek?

Semester pendek adalah semester singkat atau semester yang diadakan di antara semester genap dan ganjil pada setiap tahun ajaran universitas.

Semester pendek ini merupakan program yang menjadi otoritas kampus atau fakultas tertentu di suatu universitas. So, bisa saja semester pendek ini tidak selalu ada di tiap kampus atau fakultas. Tak hanya itu, kebijakan pelaksanaan semester pendek pun bisa saja berbeda-beda di setiap kampus.

2. Jadwal semester pendek

Semester pendek dilaksanakan di luar jadwal kuliah, yaitu saat libur semester (Juli hingga Agustus). Durasinya sendiri biasanya sekitar empat sampai enam minggu, tergantung pada kebijakan masing-masing fakultas.

semester pendekKuliah semester pendek (Sumber: iqstudentaccommodation.com)

3. Tujuan semester pendek

Tujuan dari semester pendek sebenarnya ada dua yaitu untuk perbaikan nilai dan akselerasi atau mempercepat masa studi. Semester pendek biasanya digunakan untuk perbaikan nilai atau mengulang mata kuliah yang tidak tuntas di semester reguler. Misalnya, ada mata kuliah yang kamu mendapatkan nilai C atau bahkan tidak lulus. Di semester pendek, kamu bisa mengambil mata kuliah yang sama untuk memperbaiki nilai tersebut.

Selain untuk pengulangan atau perbaikan nilai, semester pendek juga kerap dimanfaatkan untuk mempercepat masa studi. Kamu bisa mengambil mata kuliah yang baru akan dibuka di semester yang akan datang. Dengan begitu, 144 SKS yang harus dituntaskan di tingkat sarjana bisa kamu selesaikan dengan lebih cepat.

Namun, nggak semua fakultas dan kampus membuka kelas semester pendek untuk akselerasi. Kebanyakan kampus hanya membuka program ini untuk memfasilitas mahasiswa yang ingin memperbaiki nilai.

semester pendekKelas semester pendek (Sumber: macobserver.com)

4. Persyaratan semester pendek

Sebelum ikut semester pendek, kamu harus cek dulu persyaratannya. Pertama, tentu saja ada biaya yang harus kamu bayarkan. Kemudian, jika kamu ikut semester pendek karena ingin memperbaiki nilai, pastikan bahwa mata kuliah yang kamu ambil sebelumnya mendapat nilai C, D, atau E. Sebab, kamu nggak bisa mengambil SP untuk mengubah nilai B menjadi A.

Selanjutnya, jika kamu mengambil semester pendek untuk akselerasi, maka biasanya nilai IP kamu di semester sebelumnya harus mencapai nilai minimal. Namun syarat ini beragam, nggak semua kampus memberlakukan syarat yang sama.

5. Keuntungan mengambil semester pendek

Untungnya tentu saja kamu jadi bisa memperbaiki nilai yang jelek di semester sebelumnya untuk memperbaiki IP, atau menyicil jumlah SKS sehingga bisa mempercepat masa studi. Kamu pun bisa belajar dengan lebih intensif karena durasi kuliah yang singkat di semester pendek.

Apabila kamu mengambil mata kuliah yang seharusnya untuk semester depan, kamu pun jadi bisa berbagi ilmu ke teman-teman yang belum mengambil mata kuliah tersebut.

semester pendekKeuntungan dan kekurangan semester pendek (Sumber: helpfulpapers.com)

6. Kekurangan mengambil semester pendek

Durasi semester pendek yang singkat membuat banyak mahasiswa hanya menggunakannya untuk mengejar SKS saja tanpa benar-benar menguasai materi. Selain itu, semester pendek umumnya nggak gratis. Untuk itu, kamu harus menyusun strategi. Jika kampus kamu hanya menawarkan semester pendek untuk remediasi, sayang ‘kan jika kamu mengambil semester pendek dan mengeluarkan uang lagi untuk memperbaiki nilai? Lebih baik jika kamu memang mengambil semester pendek untuk akselerasi, karena kamu mengeluarkan uang agar bisa lulus lebih cepat.

Tak hanya itu, di saat teman-teman kamu sedang memanfaatkan liburannya untuk magang atau berlibur, kamu masih harus bolak-balik kampus.

So, penting nggak sih semester pendek? Semuanya balik lagi ke pilihan kamu masing-masing. Jika kamu ingin memperbaiki nilai atau mempercepat kelulusan, maka semester pendek penting untuk kamu ambil. Pertimbangkan dulu ya sebelum kamu mengambil keputusan dan jangan hanya karena ikut-ikutan teman. Bisa-bisa sudah mengeluarkan uang lebih, malah nilai semester pendek kamu nggak bagus.

Untuk kamu yang kayaknya nggak mau mengambil semester pendek, kira-kira enaknya ngapain ya selama liburan kuliah? Tambah aja skill kamu dengan memilih guru privat berkualitas di ruangles.

ruangles

Beri Komentar