7 Bahaya Televisi di Kamar Anak

Ramadhana Afida Rachman Feb 19, 2018 • 5 min read


Apakah orang tua meletakkan televisi di kamar anak? Jika ya, mungkin alasannya untuk hiburan dan agar mereka tidak bosan. Tetapi, apakah orang tua tahu dengan adanya televisi di kamar anak dapat memberikan efek negatif? Yap, hal ini karena orang tua tidak bisa mengontrol tayangan yang disaksikan anak. Hmm, apa saja, ya, bahaya yang dapat ditimbulkan? Yuk, simak pembahasan berikut!

1. Berpotensi merusak mata anak dan kesehatan lainnya

bahaya televisiAtur jarak mata dengan layar televisi. (Sumber: emaze.com)

Para orang tua, harus berhati-hati, ya, karena anak yang sering menonton televisi ternyata dapat mengalami penyempitan pembuluh darah di mata, lho. Hal ini disebabkan oleh mata anak yang hanya menatap pada satu layar saja. Selain itu, jika jarak antara mata dengan televisi terlalu dekat, maka kesehatan mata akan lebih terganggu. Nah sebaiknya, atur jarak sebesar 5 diagonal dengan syarat semakin besar ukuran layar, maka semakin jauh pula jaraknya.

2. Buah dan sayur lebih dihindari oleh anak

bahaya televisiAnak lebih suka makanan ringan daripada buah dan sayuran untuk menemani mereka menonton televisi. (Sumber: voedingscentrum.com)

Selain berpengaruh terhadap kesehatan anak, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Loughborough University, anak yang memiliki televisi di kamarnya juga cenderung menghindari buah dan sayuran. Perilaku ini timbul karena anak lebih memilih untuk memakan cemilan yang lebih praktis dibandingkan dengan kedua makanan sehat tersebut.

3. Anak cenderung mengalami obesitas

bahaya televisiAnak perempuan lebih berisiko mengalami kelebihan berat badan dibanding laki-laki. (Sumber: sovmentalhealth.com)

Menurut penelitian dari University College London, anak yang berusia tujuh tahun dan memiliki televisi di kamar mereka, ternyata berisiko mengalami berat badan yang berlebihan saat mereka berusia 11 tahun. Perbandingan risikonya adalah perempuan 30% dan laki-laki 20%. Perempuan memiliki potensi yang lebih besar karena menurut Dr. Anja Heilmann, anak laki-laki ketika menonton televisi biasanya menggerakan tubuh mereka dengan melompat-lompat di sofa, sedangkan anak perempuan tidak melakukan hal tersebut.

4. Anak rentan mengalami depresi

bahaya televisiKarena berat badan yang berlebihan, anak dapat mengalami depresi. (Sumber: cbsnews.com)

Selain berakibat menimbulkan berat badan yang berlebihan, ternyata anak yang memiliki televisi di kamar mereka juga rentan mengalami depresi, lho. Kedua hal tersebut saling berkaitan karena jika mereka memiliki berat yang berlebihan, maka anak akan merasa minder. Jika sudah seperti itu, orang tua patut waspada, nih, karena kemungkinan anak juga akan mengalami depresi. 

5. Anak menjadi malas belajar

bahaya televisiAnak akan malas belajar karena kecanduan menonton televisi. (Sumber: franceculture.fr)

Apakah orang tua setuju jika pendidikan merupakan hal yang terpenting? Yap, tetapi sayangnya jika di kamar anak terdapat televisi, hal itu dapat memengaruhi prestasi belajar mereka.  Televisi di kamar akan membuat anak kecanduan sehingga lupa belajar dan bahkan lupa melakukan aktivitas lain seperti bersosialisasi. Waduh, bahaya, ya! 

6. Terganggunya pola tidur anak

memori jangka pendekPola tidur anak yang buruk akan mengganggu aktivitas lainnya. (Sumber: zena.hr)

Dengan adanya televisi di kamar anak, maka pola tidur mereka akan terganggu. Terganggunya pola tidur ini disebabkan adanya hambatan produk melatonin sebagai hormon yang berfungsi sebagai antioksidan dan mengontrol tidur. Dari pola tidur yang terganggu itu, kemudian akan memberikan dampak lain seperti berisiko lebih besar mengalami mimpi buruk, sulit bangun di pagi hari, dan susah berkonsentrasi di sekolah karena mengantuk.

7. Kecenderungan merokok lebih tinggi dialami anak

memori jangka pendekTelevisi memiliki banyak konten yang tidak baik untuk anak. (Sumber: momjunction.com)

Penelitian yang dilakukan dengan responden 700 siswa yang berusia 12 sampai 14 tahun menunjukkan bahwa anak yang memiliki televisi di kamar mereka, kemungkinan dua kali lebih besar kecendrungan untuk mulai merokok, lho. Data ini terbukti karena sinetron ataupun tayangan lain di televisi memiliki konten negatif yang berpengaruh terhadap perkembangan anak.

Para orang tua, ketujuh bahaya akibat adanya televisi di kamar anak tersebut sangat berpengaruh terhadap perkembangan mereka, lho. Oleh karena itu, orang tua lebih baik membatasi tontonan anak dengan cara mengontrol langsung dan ajak anak melakukan aktivitas lain seperti olahraga, membaca, ataupun hal positif lainnya agar mereka tidak kecanduan menonton televisi. Selain itu, orang tua juga bisa mengajak anak untuk lebih memahami pelajaran di sekolah. Salah satunya menggunakan ruangbelajar yang memuat materi dan soal dengan video beranimasi menarik. Yuk, segera gabung agar #BelajarJadiMudah!

New Call-to-action

Beri Komentar