7 Cara Mengajarkan Anak untuk Peduli pada Lingkungan

Andrea Lidwina

Jan 5, 2019 • 5 min read

parenting


anak peduli lingkungan

Smart Parents, banyak hal baik yang bisa ditanamkan pada anak sejak dini agar menjadi kebiasaan hingga dewasa, salah satunya adalah kepedulian terhadap lingkungan. Sebab, sekecil apapun perilaku tidak menjaga lingkungan bisa berdampak buruk bagi kondisi Bumi maupun kelangsungan hidup semua makhluk di dalamnya. Nah, bagaimana Anda mengajarkan sikap tersebut pada anak? Smart Parents bisa mencoba 7 cara berikut ini agar anak tertarik dan terbiasa peduli pada lingkungan.

1. Membuang sampah pada tempatnya

anak peduli lingkungan

Orang tua perlu mengajarkan anak untuk membuang sampah pada tempatnya (Sumber: onetoughjob.org)

Cara ini adalah hal dasar guna menanamkan kepedulian anak terhadap lingkungan. Smart Parents harus mencontohkan dan membiasakan anak untuk membuang sampah pada tempatnya. Anda perlu menjelaskan kepada anak bahwa membuang sampah di sembarang tempat bisa berakibat buruk bagi lingkungan, seperti banjir yang bisa merusak rumah dan menyebarkan penyakit kulit. Jadi, kalau belum menemukan tempat sampah, sebaiknya anak menyimpan atau membawa dahulu sampahnya, baru dibuang di tempat sampah setelah menemukannya, bukan langsung membuangnya di jalan raya atau sungai.

Selain itu, membiasakan anak membuang sampah pada tempatnya juga bisa membuat mereka berlatih membedakan jenis-jenis sampah, dimulai dari sampah organik dan nonorganik. Nah, ketika anak sudah terbiasa dengan perilaku ini, akan timbul kesadaran dan kebiasaan menjaga lingkungan hingga mereka dewasa.

2. Berhemat menggunakan listrik dan air

anak peduli lingkungan

Anak perlu paham untuk mematikan listrik dan air ketika sedang tidak digunakan (Sumber: tricountyelectric.org)

Peduli terhadap lingkungan bisa dilakukan dengan melakukan penghematan energi, seperti listrik dan air. Smart Parents bisa mengajarkan anak untuk mematikan TV jika tidak ditonton, mematikan keran air setelah selesai mandi, membuka jendela di siang hari sehingga tidak menggunakan AC, dan tidak menyalakan lampu saat hari masih terang.

Jangan lupa mengajak anak berpartisipasi dalam Earth Hour ya, Smart Parents. Anda bisa menjelaskan apa manfaat mematikan listrik selama satu jam dan bagaimana dampaknya bagi Bumi. Anak pasti tertarik untuk ikut serta!

3. Mengenalkan reduce, reuse, dan recycle

anak peduli lingkungan

Mengenakan konsep reduce, reuse, dan recycle pada anak akan membiasakannya mengurangi sampah (Sumber: simplyarticles.info)

Konsep reduce, reuse, dan recycle penting untuk dikenalkan pada anak dengan contoh nyata saat mengajarkan mereka soal menjaga lingkungan. Misalnya, reduce dengan membeli spidol yang bisa diisi ulang kembali, reuse dengan menggunakan botol air minum kemasan untuk pot tanaman, recycle dengan memanfaatkan sampah kertas untuk kerajinan tangan. Smart Parents harus melakukan hal ini bersama anak agar mereka mencontoh kebiasaan Anda.

4. Menggunakan produk yang ramah lingkungan

anak peduli lingkungan

Dengan membawa botol minum ketika bepergian, anak tidak lagi menghasilkan sampah berupa botol air kemasan (Sumber: thewirecutter.com)

Berkaitan dengan cara sebelumnya, Smart Parents harus membiasakan anak untuk menggunakan produk yang ramah lingkungan. Jadi, tidak hanya mengurangi sampah, tetapi anak pun melanjutkan sikap baiknya dengan tidak menghasilkan sampah. Misalnya, mengganti penggunaan tisu dengan sapu tangan, menggunakan sedotan stainless, dan membawa tas saat bepergian bukan kantung plastik.

5. Meminimalisasi penggunaan kendaraan pribadi

anak peduli lingkungan

Membiasakan anak menggunakan transportasi umum akan membuat mereka lebih sehat dan mengurangi polusi udara (Sumber: nsnews.com)

Walaupun masyarakat masih sering menggunakan kendaraan pribadi, Smart Parents bisa lho membiasakan anak untuk menggunakan transportasi umum. Kebiasaan ini bisa mengurangi polusi udara dan kemacetan. Selain itu, anak pun bisa belajar banyak hal dengan menggunakan transportasi umum. Misalnya, anak akan lebih sehat karena lebih banyak berjalan kaki, ketimbang sekadar duduk di mobil.

6. Belajar menanam pohon dan berkebun

anak peduli lingkungan

Anak belajar peduli pada lingkungan dengan merawat tumbuhan yang ditanamnya sendiri (Sumber: lovethegarden.com)

Di akhir pekan, Smart Parents bisa mengajak anak menanam pohon atau berkebun di halaman rumah sendiri. Bila Anda tidak memiliki halaman atau tinggal di apartemen, Anda bisa membeli tanaman kecil yang ditanam di pot. Dengan memiliki tanaman, anak akan belajar mencintai dan merawat tanaman itu hingga tumbuh besar. Contohnya, menyiram, memberi pupuk, sampai menaruhnya di tempat yang terkena matahari. Hal kecil ini bisa menumbuhkan kepedulian anak terhadap lingkungan dan menerapkannya pada lingkungan sekitar yang jangkauannya lebih luas.

7. Bepergian ke alam bebas

anak peduli lingkungan

Mengajak anak melihat alam bebas akan menumbuhkan kesadarannya untuk menjaga lingkungan (Sumber: allthingswaterproof.com)

Smart Parents, ajaklah anak sesekali bertamasya dan menjelajah alam bebas, seperti daerah gunung atau pantai. Jangan selalu pergi dan bermain di mall ya! Dengan melihat alam secara langsung, anak akan mengetahui keindahan alam yang sesungguhnya dan memahami apa yang harus mereka jaga atau pedulikan. Anda juga bisa menjelaskan, kalau anak tidak peduli pada lingkungan atau membuang sampah sembarangan, maka alam yang indah itu bisa rusak dan berdampak buruk bagi manusia.

Cara-cara ini patut dicoba 'kan, Smart Parents? Menumbuhkan kebiasaan memang tidak bisa dilakukan secara instan, jadi Anda harus sabar dan terus menerapkannya pada kehidupan anak sehari-hari. Sewaktu nanti mereka dewasa, anak pasti akan mengingat kebiasaan baik ini dan menjaga lingkungannya.

Selain cara-cara di atas, Smart Parents bisa mengajarkan anak untuk peduli lingkungan melalui materi pelajaran yang bisa diakses di ruangbelajar. Materi pelajaran itu diberikan dalam bentuk video animasi, latihan soal, dan rangkuman infografis sehingga anak tidak bosan dan tertarik mempelajarinya. Ayo daftar sekarang!

New Call-to-action

Artikel Lainnya

Beri Komentar

Recent Posts