Cara Menghadapi Kehilangan Memori Jangka Pendek

Created by : Ramadhana Afida Rachman
on Feb 13, 2018 12:14:03 PM
Ramadhana Afida Rachman

Bagi orang tua yang sudah memasuki usia lanjut, mungkin seringkali lupa dimana meletakkan barang seperti kunci, remote, atau benda lainnya. Tidak jarang, hal tersebut membuat kesal dan waktu terbuang dengan sia-sia. Tahukah orang tua kenapa itu bisa terjadi? Yup, ini karena akibat dari kehilangan memori jangka pendek atau yang disebut juga sebagai short term memory loss. Nah ternyata, hal ini juga bisa terjadi pada anak-anak lho. Supaya orang tua dan buah hati menjadi tidak sering lupa, yuk lakukan cara berikut!

1. Olahraga rutin

kehilangan memori jangka pendekLakukan jogging setiap hari selama 30 menit. (Sumber: mirror.co.uk)

Selain meningkatkan daya tahan tubuh yang dapat meningkatkan fungsi hormon, aktivitas fisik seperti olahraga ternyata juga dapat merangsang pertumbuhan sel otak, lho. Cukup dengan melakukan peregangan ringan ataupun lari pagi, orang tua bisa menjadi lebih sehat. Tetapi, olahraga ini harus dilakukan rutin selama minimal 30 menit setiap harinya. 

2. Bermain musik

kehilangan memori jangka pendekBermain instrumen musik baik bagi otak manusia. (Sumber: violinist.com)

Menurut Gary Small dari UCLA’s Neuropsychiatric Institute, bermain musik ternyata dapat menjaga keseimbangan kerja otak manusia. Jenis alat musik pun beragam mulai dari piano, gitar, biola, saksofon, atau alat musik lainnya. Bagi orang tua yang belum pernah memainkan musik, yuk coba belajar atau kembangkan lagi kemampuan tersebut jika orang tua dan anak bisa memainkannya. 

3. Mengisi teka-teki silang

kehilangan memori jangka pendekMengisi teka-teki silang dapat membantu agar tidak cepat lupa. (Sumber: heddels.com)

Selain bermain musik, mengisi teka-teki silang juga dapat orang tua lakukan untuk menghadapi kehilangan memori jangka pendek. Hal ini karena otak dipacu untuk terus berpikir, menganalisa, dan menguji daya ingat. University of Exeter Medical School dan Kings College London pernah melakukan penelitian yang membuktikan bahwa orang yang sering mengisi teka-teki silang memiliki perhatian, penalaran, dan ingatan yang lebih baik. Selain teka-teki silang, bermain puzzle atau sudoku juga dapat membantu agar tidak cepat lupa, lho.

4. Bersosialisasi

memori jangka pendekBerinteraksi dapat menghindari kehilangan memori jangka pendek. (Sumber: retirementlifecommunities.com)

Harvard School of Public Health menemukan bukti bahwa orang yang senang bersosialisasi memiliki ingatan lebih baik dibanding mereka yang tidak. Dengan berinteraksi kepada orang lain, orang tua maupun anak dapat menghilangkan stres dan depresi yang keduanya merupakan penyebab mudah lupa. Jadi, jangan menjadi individualis, ya. Bertemulah dengan orang dan berinteraksilah dengan mereka!

5. Menggunakan mnemonik

memori jangka pendekSalah satu contoh mnemonik untuk menghitung hari. (Sumber: twitter.com)

Apakah orang tua tahu apa itu mnemonik? Yap, mnemonik adalah teknik untuk memudahkan seseorang mengingat sesuatu dengan menghubungkan kata, frasa, atau kalimat. Banyak cara yang dapat dilakukan dengan teknik mnemonik ini, seperti saat ingin berbelanja, orang tua dapat menyusun barang belanjaan menjadi sebuah kata. Contohnya ketika orang tua ingin membeli kacang panjang, asam jawa, sawi, ubi, dan rebung dapat disingkat menjadi “kasur” dengan menggunakan huruf depan dari nama sayuran-sayuran tersebut. Cukup membantu, ya.

6. Membuat to-do-list

memori jangka pendekTo-do-list dapat ditempel pada pintu kulkas agar tidak lupa. (Sumber: rickgrantham.com)

Buatlah to-do-list pada malam sebelumnya untuk menulis apa saja yang ingin dilakukan pada keesokan harinya. Agar memudahkan untuk melihat daftarnya, to-do-list ini lebih baik diletakkan pada tempat yang sering dijangkau seperti di pintu kulkas, pintu lemari, atau tempat strategis lainnya. Bisa juga dengan menuliskannya di selembar kertas seperti post-it note yang mudah ditempel dan dilepas.

 7. Menulis jurnal

memori jangka pendekJurnal dapat digunakan untuk menulis kejadian-kejadian tertentu. (Sumber: jockmackenzie.wordpress.com)

Jika pada malam sebelumnya sudah menulis daftar apa saja yang ingin dilakukan. Nah, pada keesokan harinya, orang tua atau anak dapat menulis kembali apa saja yang terjadi pada hari itu agar infomasinya dapat diingat. Selain memudahkan untuk  mengingat, fungsi lain dengan menulis jurnal dapat memiliki performa yang lebih baik dalam hidup. 

Nah, setelah mengetahui cara yang dapat dilakukan untuk menghadapi kehilangan memori jangka pendek, apa orang tua tertarik untuk mencobanya? Di samping dapat membantu untuk tidak cepat lupa, ketujuh kegiatan di atas juga bisa menjadi pengisi waktu luang orang tua. Di waktu luang tersebut, orang tua pun bisa mengajak anak untuk lebih memahami pelajaran di sekolah dengan ruangles. Di sana, terdapat lebih dari 80.000 tutor yang dapat menemani anak belajar baik di bidang akademis maupun non-akademis. Yuk, segera gabung agar #BelajarJadiHebat!

New Call-to-action

Tags: parenting

Tulis Komentarmu