7 Inovasi Keren Karya Anak Bangsa untuk Mengatasi Permasalahan Lingkungan di Indonesia

Aisya Maura Jun 5, 2018 • 6 min read


Squad, apakah kalian sadar kalau belakangan ini cuaca semakin nggak menentu? Tiba-tiba panas, tiba-tiba hujan. Selain itu, sampah semakin menumpuk, polusi udara meningkat, banjir di mana-mana, dan masih banyak lainnya. Kalau hal tersebut dibiarkan berlangsung secara terus-menerus tanpa ada usaha untuk mencegah atau mengobati, nggak kebayang nanti akan jadi seperti apa. Nah, beberapa anak bangsa kemudian mencetuskan inovasi-inovasi keren yang berfungsi untuk mengatasi permasalahan lingkungan di Indonesia. Yuk, lihat inovasi apa saja yang udah mereka cetuskan! Simak ya!

1. Lemari Es tanpa Listrik

Tahun 2015 sempat dihebohkan oleh Arya Nadhana Syariendrar dan Sanika Putra Ramadhan, siswa kelas 6 SD Al-Azhar 14, yang berhasil meraih medali perunggu di World Creativity Festival. Pada acara yang diselenggarakan di Korea Advances Institute and Technology (KAIST) di Daejon, Korea Selatan, dua siswa tersebut memamerkan penemuannya yaitu Lemari Es tanpa Listrik. Kegelisahan keduanya untuk menciptakan alat sederhana yang mampu menjaga sayur dan buah-buahan dalam waktu lama mengantarkan mereka pada ide pembuatan alat ini. Mereka baru menyadari bahwa pasir ternyata mampu menjaga suhu tetap stabil dalam waktu lama. Alat yang dibutuhkan terbilang cukup murah, yaitu sterofoam, pasir, dan air dingin. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, terbukti sayur atau buah mampu bertahan hingga tujuh hari. Lumayan untuk mengurangi jumlah Chloro Fluoro Carbon (CFC) yang dihasilkan kulkas listrik ya, Squad!

Lemari es tanpa listrik

Arya Nadhana Syariendrar dan Sanika Putra Ramadhan (Sumber: vebma.com)

2. A.S.A.P (Automatic Sedot Asap Polusi)

Empat mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (UB) menciptakan sebuah perangkat pintar bernama Automatic Sedot Alat Polusi (A.S.A.P) pada tahun 2016. Keempatnya melihat bahwa ada permasalahan kabut asap yang terjadi setiap tahunnya di wilayah Kalimantan dan Sumatera. A.S.A.P merupakan alat yang secara otomatis menyedot udara yang dilengkapi dengan 3 sensor, yaitu detektor untuk asap, karbon monoksida, dan suhu udara.  Cara kerjanya, A.S.A.P menyaring udara tersebut melalui 4 tahap. Pertama, udara disaring dengan busa yang kerapatannya cukup renggang; kedua, udara disaring melalui Pre-filter; ketiga, disaring kembali melalui Precarbon-filter; dan terakhir, disaring melalui karbon yang tingkat kerapatannya tinggi serta memiliki fungsi menghilangkan bau. 

mahasiswa-universitas-brawijaya-temukan-alat-penyaring-udara-kotorMahasiswa Fakultas Ilmu Komputer UB yang menciptakan A.S.A.P (Sumber: merdeka.com)

3. Potret (Polisi Tidur untuk Pembangkit Listrik)

Masih dari universitas yang sama, empat mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Brawijaya membuat Polisi Tidur untuk Pembangkit Listrik (Potret) yang berhasil masuk dalam nominasi lima besar penghargaan Inovasi Teknologi Kota Malang (INOTEK) pada tahun 2016. Potret bekerja dengan sistem mendistribusikan energi pegas menjadi listrik. Cara kerjanya, Potret memanfaatkan kendaraan yang melintasi polisi tidur, yang setelahnya pegas akan menurun karena sistem yang elastis. Setelah menurut, polisi tidur akan tertarik karena di dalam boks terdapat berbagai gear dan rantai, yang menciptakan putaran dan akan menghasilkan listrik apabila dihubungkan ke generator. Generator tersebut akan dihubungkan dengan aki sebagai tempat penyimpanan. Energi tersebut pada akhirnya bisa digunakan untuk kebutuhan listrik, salah satunya untuk penerangan jalan. 

POTRET.Mahasiswa Teknik Elektro UB dan Potret (Sumber: teknik.ub.ac.id)

4. SWAG (Siphonic Drainage with Water Sterilizer and Electricity Generator)

SWAG, atau Siphonic Drainage with Water Sterilizer and Electricity Generator, adalah alat yang diciptakan mahasiswa baru Universitas Brawijaya tahun 2016. SWAG memiliki banyak kegunaan, di antaranya adalah meminimalisir banjir melalui sumur resapan, menghasilkan air bersih untuk MCK, mengurangi adanya kebocoran atap, menghasilkan cadangan listri, dan lainnya.  Alatnya sederhana, terdiri dari 3 sistem utama. Sistem pertama ditaruh di atap untuk mengalirkan genangan air yang ada di atap. Sistem kedua, atau generator listrik, ditaruh di ujung pipa untuk mengubah air hujan menjadi energi listrik dan disimpan dalam baterai. Air hujan lalu ditampung di tangki penyimpanan, sehingga tidak menyebabkan banjir. Terakhir, sistem ketiga merupakan water sterilization, yang diletakan di tangki penyimpanan dan berguna untuk mensterilkan air untuk MCK. Terlihat sederhana tapi ternyata fungsinya banyak dan keren ya, Squad. 

5. Thundershot (Turbine-under-shot waste filter)

Thundershot diciptakan oleh 3 siswi SMA 6 Yogyakarta yang melihat problem banyaknya masyarakat yang membuang sampah sembarangan. Penemuannya ini berhasil meraih medali dalam International Exhibition of Young Inventors (IEYI) di Malaysia. Thundershot terdiri dari 2 turbin yang berfungsi untuk menarik dan mengumpulkan sampah ke saluran bagian tengah dan tersedia wadah yang ditujukan untuk mengangkat sampah yang sudah terkumpul. Thundershot bekerja layaknya eskalator, yaitu begitu sampah sampai di titik tertinggi dari gerak eskalator, maka sampah akan terjatuh ke belakang alat penyaring sampah, yang akan ditampung oleh bak sampah yang sudah tersedia. Turbin Thundershot sejauh ini masih digerakan oleh baterai listrik biasa. 

6767-alat-penyaring-sampah-sma-dapat-medali-emas-di-malaysiaTurbine-under-shot water filter (Sumber: brilio.net)

6. Genetika (Genteng Beton Estetika) 

Pada tahun 2016, lima mahasiswa Universitas Diponegoro menciptakan Genteng Beton Estetika, atau Genetika. Hal tersebut dilatarbelakangi kesadaran bahwa pemakaian genteng beton dapat menekan konsumsi energi hingga 17% dibanding material lain. Akan tetapi, genteng beton memiliki kelemahan, yaitu memerlukan banyak semen, penyerapan air tinggi, bobot relatif tinggi serta tidak aktif dalam menyerap gas. Genetika lantas diciptakan dengan bahan dasar limbah sekam padi berbasis nano zeolit dan nano silika. Oleh karena itu, Genetika menjadi salah satu solusi mengatasi pencemaran lingkungan. Selain itu, Genetika juga memiliki kelebihan, di antaranya adalah beratnya yang ringan meskipun ukurannya sama dengan genteng pada umumnya. Lalu, berdasarkan uji kuat tarik, Genetika memiliki kekuatan terbesar sebesar 199,8. Nilai tersebut berhasil mengalahkan genteng tanah liat maupun genteng beton lain. 

IMG_4001Genetika (Sumber: BeritaJateng.net)

7. Kantong Plastik Ramah Lingkungan dari Biji Durian

Lima orang mahasiswa Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada menciptakan bioplastik yang berasal dari biji durian sebagai solusi dari penumpukan sampah plastik yang tidak dapat tereduksi. Penggunaan biji durian tentu bukan tanpa alasan. Biji durian memiliki kandungan pati yang cukup tinggi, yang berpengaruh dengan kerapatan dan meningkatkan kekuatan tarik plastik.

6500--730x420px (Sumber: ugm.ac.id)

Itu dia, Squad, inovasi keren anak bangsa untuk mengatasi permasalahan lingkungan di Indonesia. Nggak harus muluk-muluk kok, kalau kalian memang peduli dengan lingkungan yang kita tinggali maka kalian cukup tidak membuang sampah sembarangan. Akan lebih canggih lagi kalau kalian bisa tidak menghasilkan sampah dengan selalu menggunakan produk yang dapat digunakan berkali-kali atau dapat didaur ulang, Squad. Lalu, sebisa mungkin hanya menggunakan sumber daya yang disediakan ketika butuh. Itu pun harus efisien ya, Squad. Karena apa yang kita lakukan nggak hanya berdampak pada kita aja, tapi juga memengaruhi makhluk hidup lainnya. Selamat hari lingkungan hidup sedunia, Squad. Semoga lingkungan hidup kita dapat terus dihidupi. 

Beri Komentar