7 Karyawan Ruangguru dengan Bakat Tersembunyi

Anggraeni Puspitasari Aug 30, 2018 • 9 min read


Squad! Kamu pernah terpikirkan siapa saja sih anggota tim Ruangguru? Mereka inilah yang selalu memastikan bahwa kamu mendapatkan yang terbaik. Mereka bukan hanya pekerja keras, namun juga berbakat lho. Siapa sajakah mereka? Eits, kakak-kakak di bawah hanya sebagian dari tim Ruangguru ya. Langsung saja simak ceritanya berikut!

1. Kak Joshua, pencipta theme song Ruangguru

RuangguruKak Josh mengiringi Iqbaal dalam acara Ruangguru Spesial "Satu Jam Bersama Iqbaal Ramadhan"

(Sumber: dok. pribadi)

Sebagian dari kamu mungkin tidak asing lagi dengan namanya. Dialah yang selalu mengiringi Iqbaal tampil di berbagai acara Ruangguru, sekaligus pencipta theme song Ruangguru lho. Ternyata, Kak Joshua juga menguasai 4 jenis alat musik, mulai dari bass, gitar, keyboard, sampai drum. “Aku sebenarnya belajar gitar itu otodidak, awalnya karena sering kumpul sama teman-teman kompleks rumah. Lalu, ketika SMA, aku belajar memainkan bass di gereja,” jelas Kak Josh, begitu sapaannya.

“Aku juga pernah ikut sekolah musik, tapi sekarang lebih senang learning by doing,” ucapnya. Tahukah kamu? Kak Josh, sudah sering tampil di panggung musik seperti Java Jazz Festival, Jazz Goes To Campus, serta Jazz di Atas Awan (Dieng Culture Festival), dan masih banyak lagi. Keren banget ‘kan?

2. Kak Yuli, fasih berbicara bahasa Mandarin

RuangguruKak Yuli, CEO Analyst Ruangguru (Sumber: dok. pribadi)

Kak Yuli menguasai bahasa Mandarin, saat ia masih duduk di bangku sekolah. Ia bahkan mempelajari secara otodidak di usia sekolah dasar. “Alasan aku mendalami bahasa Mandarin karena dari dulu mau kuliah ke Singapore,” jelas Kak Yuli yang merupakan lulusan dari Singapore of University Technology and Design (SUTD). “Makanya, aku langsung memberanikan diri mengambil tes Cambridge A Level bahasa Mandarin yang jadi minimum requirement berkuliah di Singapore,” jelas Kak Yuli.

Kemampuannya ini, sangat berdampak pada pekerjaannya sebagai CEO Analyst. Ia diminta meneliti perusahaan-perusahaan Tiongkok dan menangani beberapa proyek besar karena kefasihannya dalam bahasa Mandarin. “It’s useless, kalau hanya les atau belajar tanpa praktik terus-menerus. Jadi, bukan hanya dengan belajar teorinya saja”, tutupnya.

3. Kak Rayestu, pemilik channel Podcast The Rayestu Show

RuangguruKak Rayestu, Business Development Manager Ruangguru (Sumber: dok. pribadi)

Berawal dari rasa bosan ketika dalam perjalanan, Kak Rayestu memilih mengisi waktu luangnya dengan mendengarkan podcast. Kebiasaan inilah yang membuatnya terpikir membuat channel podcast sendiri. Baginya, podcast bisa jadi salah satu media yang efisien untuk mengungkapkan pendapat.

“Waktu kuliah memang sering menulis kajian, tapi sekarang beralih ke podcast soalnya nggak repot dan nggak perlu diedit seperti video,” jelasnya. Kalau soal topik, Kak Rayestu lebih tertarik untuk membahas isu seputar ekonomi dan politik, “Aku juga justru senang kalau ada yang nggak setuju dengan isi podcast-ku, itu berarti mereka menyimak pesannya,” tambahnya. Di sisi lain, berkarya lewat podcast membuatnya bisa refresh pikiran dari pekerjaan dan sejauh ini sudah ada 16 episode. “Aku mulai aktif membuat podcast sejak April lalu, dan sudah bisa didengarkan di iTunes, Spotify, serta Soundcloud,” tutupnya. Selain podcast, ternyata Kak Rayestu juga aktif sebagai koordinator bahasa Spanyol chapter Jakarta di Komunitas Polyglot Indonesia.

4. Kak Shasa, pengisi suara video tutorial fitur Ruangguru

Ruangguru

Kak Shabrina Alfari atau yang akrab disapa Kak Shasa (kanan) (Sumber: dok. pribadi)

Squad, kamu sering menyimak video tutorial fitur dan fun facts beranimasi dari Ruangguru? Nah, ini dia sosok pengisi suaranya! “Pada awalnya, aku nggak tahu sama sekali bagaimana teknik menjadi pengisi suara yang baik karena harus berbicara dengan durasi singkat, tanpa mengurangi makna pesan yang disampaikan,” jelas Kak Shasa.

Namun, berawal dari sekadar membantu produksi tim video. Kak Shasa seterusnya dipercaya menjadi pengisi suara di berbagai video lainnya, termasuk untuk iklan di TV. “Voice over (pengisi suara) ternyata sesusah itu. Aku bahkan pernah harus mengulang belasan kali hanya karena salah ucap satu kata. Untuk menghasilkan suara yang harus pas dengan gerakan animasi ‘kan juga sulit. Harus dicek berulang-ulang,” ucap Kak Shasa yang juga merupakan penulis di blog Ruangguru.

5. Kak Erwin, mengekspresikan diri lewat mural

RuangguruKak Erwin, salah satu anggota tim creative design Ruangguru (Sumber: instagram @_tigarasi_)

Dimulai dari hobi sketching dan doodling di awal kuliah, Kak Erwin kini mengembangkan bakatnya di bidang mural. “Awalnya memang coba di kertas, terus memberanikan diri untuk menggambar di tembok,” ucapnya yang juga aktif di komunitas Depok Arts District. Kak Erwin jugalah yang menjadi salah satu pemural di kantor-kantor Ruangguru Jakarta dan Jogja.

RuangguruMural hasi karya  Kak Erwin dan beberapa rekan Ruangguru (Sumber: dok. pribadi)

“Buat saya, mural jadi sarana untuk menghilangkan stres setelah bekerja. Selain itu juga untuk melatih kelenturan jari-jari, pengombinasian warna, dan penyeimbang otak kanan dan kiri,” tutupnya.

6. Kak Vanya, si suara merdu

RuangguruKak Vanya tampil di salah satu acara Ruangguru (Sumber: instagram @vanyaynav)

Kegemaran menyanyi Kak Vanya sudah muncul saat masih di taman kanak-kanak. Selama ia bersekolah, sudah banyak kompetisi menyanyi yang ia ikuti. Memasuki bangku kuliah, Kak Vanya terpilih sebagai anggota group vokal di fakultasnya. Ketika itu, ia dan group vokalnya sering tampil di acara-acara fakultas. Kini, walau sudah sibuk bekerja, Kak Vanya tetap dapat menyalurkan hobinya mulai dari sekadar karaoke, hingga tampil dalam acara-acara Ruangguru.

Baginya, menyanyi ialah obat ketika ia sedang lelah bekerja. “Tetap perlu juga punya hobi walau sudah kerja, dengan begitu hidup jadi seimbang. Jamming saja sekitar 10 menit sudah bisa buat pikiran segar lagi,” jelas Kak Vanya yang diam-diam juga memiliki kemampuan public speaking. “Selain menyanyi, aku juga jadi MC pada pentas seni waktu SMA dan acara Ruangguru. Kemampuan ini nyambung sama pekerjaan aku di divisi Government Relations yang sering berhubungan dengan banyak orang,” ucapnya.

7. Kak Adi, blogger yang banyak prestasi

RuangguruKak Adi, pemilik blog keriba-keribo.com yang banyak prestasi (Sumber: dok. pribadi)

Kalau kamu rajin baca blog Ruangguru dan menemukan penulisnya bernama Kresnoadi, nah ini dia orangnya! Tidak hanya aktif menulis untuk Ruangguru, Kak Adi juga memiliki blog pribadi yang sering menjuarai beragam kompetisi. Prestasinya antara lain, 10 besar pemenang Raditya Dika’s #BloggerDreamTeam, juara 3 Samsung Galaxy S7 Blogging Competition, juara 2 iPrice E-Commerce Blogging Competition, dan lain-lain.

“Belajar creative writing itu sebenarnya mudah, bisa berangkat dari rasa penasaran diri sendiri,” jawab Kak Adi, ketika ditanya apa rahasianya bisa menulis dengan gaya bahasa yang menghibur. Blognya, keriba-keribo.com, yang dibuat sejak 2012 sebenarnya berawal dari pendapat kontra terhadap OSPEK di kampusnya. “Aku cari pelampiasan dengan membuat blog ini. Nah, ternyata teman aku ada yang baca dan terus tersebar sampai akhirnya senior juga tahu. Tapi, dari situ aku bisa dikenal oleh banyak orang,” tutup Kak Adi.

Kakak-kakak di atas sangat menginspirasi, bukan? Tenang aja, Squad. Kamu juga bisa sehebat mereka dengan belajar yang rajin dan tekun. Nah, biar belajar kamu semakin seru, coba deh pakai Ruangguru On-The-Go! belajar lewat video animasi tanpa kuota! Lebih nyaman, bukan? Jadi tidak perlu khawatir kehabisan kuota dong? Yuk, beli sekarang!

New Call-to-action

Beri Komentar