7 Kebijakan Baru SBMPTN 2019 untuk Kamu Para Pejuang PTN

Shabrina Alfari

Oct 22, 2018 • 4 min read

sbmptn


Squad, ada hal baru yang harus kamu ketahui mengenai SBMPTN 2019 mendatang, lho. Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) melakukan perubahan dalam proses penerimaan mahasiswa baru Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di 2019, khususnya untuk Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Apa saja ya perubahannya? Ayo, disimak dengan teliti ya Squad!

1. Ujian Tulis Berbasis Cetak (UTBC) resmi dihapuskan

Pada pelaksanaan SBMPTN 2019 mendatang hanya akan ada satu metode tes yaitu Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Metode Ujian Tulis Berbasis Cetak (UTBC) resmi ditiadakan dan UTBK berbasis Android sementara belum diterapkan.

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohammad Nasir, optimis bahwa kebijakan baru ini lebih menjamin prinsip adil, transparan, fleksibel, efisien, akuntabel serta sesuai dengan perkembangan teknologi di era digital ini.

sbmptn 2019UTBC resmi dihapuskan (Sumber: gogirl.id)

2. Ada dua materi tes, yaitu Tes Potensial Skolastik (TPS) dan Tes Kompetensi Akademik (TKA)

Mohammad Nasir menjelaskan bahwa materi tes yang dikembangkan dalam UTBK 2019 adalah Tes Potensial Skolastik (TPS) dan Tes Kompetensi Akademik (TKA). Untuk TKA akan ada dua kelompok ujian, yaitu Saintek dan Soshum. Tes ini akan mengukur pengetahuan materi yang diajarkan di sekolah dan yang diperlukan untuk berhasil di pendidikan tinggi, dengan soal High Order Thinking Skill (HOTS). Dalam TPS, peserta akan diukur kemampuan kognitif, penalaran dan pemahaman umum yang dianggap penting untuk keberhasilannya di sekolah formal. Tidak akan ada lagi Tes Keterampilan untuk jurusan Olahraga dan Seni diganti dengan melampirkan portfolio non-akademis (seperti SNMPTN).

3. Tes dulu, dapat nilai, baru daftar ke PTN

SBMPTN tahun sebelumnya: setiap peserta memilih universitas dan program studi yang diinginkan, kemudian baru melakukan tes secara serentak dalam satu hari.

SBMPTN 2019: peserta harus terlebih dahulu mengikuti tes SBMPTN yakni UTBK. Nantinya nilai dari tes tersebut dapat digunakan untuk pendaftaran pada universitas dan program studi yang dituju. Calon mahasiswa baru bisa memilih program studi setelah mendapatkan hasil nilai.

sbmptn 2019

Tes dulu, dapat nilai, baru daftar PTN (Sumber: magazine.job-like.com)

4. Hasil akan berbentuk nilai

Jika pada tahun-tahun sebelumnya nilai SBMPTN tidak pernah keluar dan tidak akan diketahui oleh peserta, maka pada SBMPTN 2019 kamu akan bisa melihat hasil dari nilai ujian. Hasil tes ini akan keluar dalam bentuk nilai dan dapat digunakan untuk mendaftar di PTN yang diinginkan.

5. Peserta dapat mengikuti tes maksimal 2 kali

Peserta tes hanya dapat mengikuti UTBK maksimal sebanyak 2x. Tujuan dari dilakukannya kebijakan ini ialah untuk menjaring calon mahasiswa yang berkualitas. Jadi, jika kamu kurang puas dengan hasil tes yang pertama, kamu boleh ikut tes lagi. Hasil dari kedua tes dapat dijadikan nilai acuan bagi PTN yang dituju. Menteri Nasir juga mengatakan peserta dapat menggunakan nilai tertingginya dalam mendaftar program studi yang diinginkan. Dalam dua kali UTBK, jenis soal yang diujikan akan sama, namun pertanyaannya tentu saja akan berbeda.

Tes akan berlangsung selama periode Maret-Mei 2019 (12 hari), sebanyak 24 gelombang tiap hari Sabtu dan Minggu. Untuk mengikuti tes, peserta diharuskan membayar sebesar Rp200.000, seperti pada tahun sebelumnya. Nah, jika kamu ingin melakukan tes untuk kedua kalinya, kamu akan dikenakan bayaran lagi dengan jumlah yang sama.

SBMPTN-Berkebutuhan-Khusus_Peserta boleh mengikuti tes maksimal 2 kali (Sumber: undip.ac.id)

6. Seleksi masuk PTN tahun 2019 akan dilaksanakan oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT)

UTBK akan diselenggarakan oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT). Lembaga nirlaba ini akan berfungsi untuk mengelola dan mengolah data calon mahasiswa baru untuk bahan seleksi jalur SNMPTN dan SBMPTN oleh rektor PTN. Selain itu, mereka juga akan bertugas untuk melaksanakan UTBK. LTMPT ini dulunya berasal dari Panitia Pusat Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Negeri (Panpus SNPMB PTN). Jika dulunya panitia ini bersifat ad hoc, atau berubah setiap tahun, kali ini mereka akan menjadi lembaga permanen dan berkantor di Jakarta.

7. Kuota SBMPTN tahun ini minimal 40 persen

Pola seleksi masuk PTN 2019 akan dilaksanakan melalui tiga jalur yakni SNMPTN dengan daya tampung minimal 20%, SBMPTN dengan daya tampung minimal 40% dan Seleksi Mandiri maksimal 30% dari kuota daya tampung tiap program studi di PTN.

Wah, banyak juga ya Squad perubahan untuk SBMPTN 2019 mendatang. Menurut Menteri Nasir, perubahan ini merupakan revolusi di dalam sistem penerimaan mahasiswa perguruan tinggi. Kamu tidak perlu takut atau khawatir, yang penting tetap terus berusaha maksimal agar bisa masuk ke jurusan serta universitas impian. Ayo, terus siapkan diri kamu dari sekarang dengan berlatih latihan soal SBMPTN di ruangbelajar. Semangat!

ruangbelajar

Beri Komentar

Recent Posts