7 Panduan Menangani Anak ADHD

Shabrina Alfari Sep 5, 2018 • 5 min read


Smart Parents, mungkin sebagai orang tua Anda tidak akan percaya saat anak didiagnosis mengidap ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder). Anak yang dianggap hanya anak yang sangat aktif dan penasaran dengan lingkungan sekitarnya, ternyata mengidap masalah yang memerlukan penanganan lebih dari seorang profesional. Sebenarnya apa sih ADHD itu? ADHD adalah sebuah kelainan pada otak yang menyebabkan anak-anak sulit untuk berkonsentrasi dan tidak bisa mengendalikan reaksi spontan yang ia lakukan. Untuk menangani anak ADHD diperlukan komitmen waktu, emosi, serta finansial yang tidak sedikit. Smart Parents harus mengetahui metode mendidik dan membesarkan anak yang tepat. Yuk, lihat cara-cara yang dapat dilakukan untuk menangani anak ADHD.

1. Bantu anak menemukan kelebihan mereka

anak adhdBantu anak menemukan kelebihan mereka (Sumber: huffingtonpost.com)

Anak ADHD cenderung dianggap sebagai pengganggu, berisik, pembuat onar, dan sebagainya. Hal ini dapat membuat anak tersebut merasa depresi dan tidak percaya diri. Perasaan seperti ini biasanya mulai muncul pada anak-anak ADHD yang berusia 8 tahun ke atas. Nah, peran orang tua sangat penting untuk membangkitkan kembali semangat anak, karena setiap anak pastinya mempunyai kelebihan di bidang tertentu. Apalagi biasanya, anak-anak ADHD dapat menguasai suatu hal setara dengan kemampuan orang-orang 5 tahun di atas umur mereka jika ia menaruh minat pada hal tertentu. Smart Parents dapat memotivasi anak untuk lebih mengeksplorasi diri mereka di bidang yang mereka sukai atau kuasai dengan baik.

2. Mencari bantuan dari seorang profesional

anak adhdMeminta bantuan dari profesional (Sumber: pathwaysneuropsychology.com)

Orang-orang terdekat dengan anak ADHD seperti orang tua, saudara, atau guru juga penting untuk mencari pengetahuan dan bantuan agar dapat membimbing para penderita dengan baik. Pertama, orang tua dan anak ADHD dapat mengikuti terapi perilaku untuk menyusun strategi guna membantu anak dalam berperilaku sehari-hari dan mengatasi situasi yang sulit. Misalnya dengan cara menerapkan sistem pujian untuk menyemangati mereka. Kedua, mengikuti program pelatihan dan pengajaran untuk orang tua. Selain dapat membantu orang tua untuk lebih memahami perilaku anak ADHD, langkah ini dapat memberikan gambaran tentang bimbingan spesifik yang dibutuhkan anak.

3. Jangan menuntut anak

anak adhdJangan menuntut anak (Sumber: lesvosnews.net)

Sebenarnya anak-anak ADHD adalah anak yang sangat cerdas. Mereka tahu apa yang harus mereka lakukan, namun terkadang mereka tidak tahu bagaimana harus memulainya. Maka dari itu, mereka mungkin menjadi lebih tidak konsisten dibandingkan dengan anak-anak normal lainnya. Misalnya, ulangan kali ini mereka mendapat nilai 90, namun ulangan selanjutnya mendapatkan nilai 50 dan terus berulang seperti itu. Hal inilah yang kadang salah diartikan oleh orang pada umumnya bahwa anak ADHD tidak pintar. Jangan langsung menuntut anak menjadi lebih baik, bantulah mereka untuk terus fokus dan konsisten dalam belajar tanpa memaksanya.

4. Jujurlah pada anak tentang ADHD yang dialaminya

anak adhdJujurlah pada anak (Sumber: understood.org)

Ini dia hal terpenting yang harus Smart Parents lakukan. Para orang tua tidak dianjurkan untuk merahasiakan kepada anak ADHD tentang apa yang dialaminya. Para orang tua juga tidak dianjurkan untuk membohongi anaknya dan jelaskan saja sejujur-jujurnya tentang ADHD kepada anak. Beritahu mereka bahwa ADHD ini terjadi bukan karena kesalahan dan perilaku nakal mereka. Dengan terbuka kepada anak tentang kondisi mereka, orang tua dapat meringankan stigma ADHD yang ada pada anak. Anak ADHD juga perlu mengetahui keadaan mereka sebenarnya dan mengerti bahwa mereka dapat mengontrol hal tersebut.

5. Jangan hanya memberi perintah, tapi berikan juga penjelasan

anak adhdBerikan penjelasan saat menugaskan sesuatu (Sumber: childswork.com)

Orang tua harus memberikan alasan dari apa yang diminta kepada anak. Memberikan alasan kepada anak ADHD mengenai sesuatu yang ditugaskan kepadanya dapat mengurangi kekhawatiran dan kebingunan pada anak. Saat menjelaskan, orang tua harus menggunakan bahasa yang positif dan jelas. Memberikan alasan kepada anak juga menunjukkan sikap menghargai, dan harga diri sangat penting untuk anak yang mungkin merasa dirinya berbeda dengan orang lain.

6. Jangan terlalu protektif kepada anak

anak adhdBiarkan anak belajar mandiri (Sumber: understood.org)

Seiring dengan berjalannya waktu, anak ADHD tentu akan tumbuh dewasa dan belajar untuk mandiri. Kebanyakan orang tua dari anak ADHD pasti berusaha menyelesaikan masalah yang dialami anaknya. Hal ini kurang baik karena anak akan berpikir setiap masalah yang mereka alami akan dibantu oleh orang tuanya karena mereka memiliki kekurangan. Arahkan anak untuk belajar berinisiatif mengerjakan apa yang harus dilakukan. Mungkin pada awalnya, anak-anak ini masih membutuhkan arahan orang tua, namun semakin lama anak akan terbiasa mengambil keputusan sendiri untuk menyelesaikan masalah mereka.

7. Terapkan aturan dan konsekuensi secara perlahan

anak adhdTetapkan aturan dan konsekuensi secara perlahan (Sumber: philly.com)

Untuk anak ADHD, sebaiknya orang tua menerapkan aturan dan konsekuensi secara verbal atau tertulis karena cara ini biasanya lebih mudah untuk mereka. Orang tua dapat menempelkan daftar tanggung jawab anak-anak dan aturan di dalam rumah. Anak ADHD memiliki masalah untuk merencanakan waktu dalam jarak yang jauh, jadi jika ingin memberikan penghargaan kepada anak berikanlah iming-iming hadiah dalam waktu dekat. Jelaskan juga konsekuensi secara jelas. Kemudian, terapkanlah konsekuensi yang sudah dibuat secara perlahan-lahan namun tegas. Walaupun kadang orang tua dapat merasa lelah dalam menghadapi anak, tapi usahakanlah jangan mendidik anak dengan kasar atau marah-marah.

Smart Parents, ingatlah bahwa orang tua harus esktra sabar dalam menghadapi anak ADHD dan mampu mengontrol emosi agar anak tidak merasa tertekan. Terlebih dalam proses belajar, anak ADHD akan sulit berdiam diri untuk waktu yang lama, jadi fasilitasilah mereka dengan metode belajar paling efektif. Nah untuk itu, Smart Parents dapat menggunakan Ruangguru On-The-Go! Anak dapat belajar di mana saja dan kapan saja tanpa kuota internet melalui video beranimasi, latihan soal, dan rangkuman infografis yang tentunya tidak akan membuat anak bosan. Yuk, coba sekarang!

ruangguru on the go

Beri Komentar