7 Tips Mendampingi Anak Belajar Matematika

Ruangguru writer Apr 25, 2017 • 5 min read


Entah sejak kapan, Matematika merupakan salah satu subjek yang menyeramkan bagi beberapa orang. Namun, tak sedikit pula yang mengejar impiannya dengan mata pelajaran itu. Mengingat betapa penting Matematika dalam kehidupan, Anda ingin sang buah hati tidak menyerah mempelajarinya, kan? Sebagai pendamping belajar di rumah, orang tua berperan penting mendorong anak tetap antusias dengan Matematika.

Pada kesempatan ini Ruangguru berbagi tips untuk mendampingi anak belajar Matematika. Mari disimak!

1.  Mulutmu harimaumu

Seorang anak akan menyerap pengetahuan pertama kali melalui orang tuanya, begitu pula dalam hal mempelajari Matematika. Mengatakan kalimat semacam:

"Bapak/ibu juga tidak pandai Matematika"

atau

"Kamu dapat menanyakan itu langsung pada gurumu, kan?"

adalah hal yang tidak disarankan. Mungkin Anda hanya bermaksud merendah supaya anak tidak berekspektasi lebih ketika menanyakan sesuatu. Namun, kalimat-kalimat itu akan menjadi bukti otentik bahwa Matematika itu memang menyeramkan. 

belajar matematika Menunjukkan wajah tidak antusias meredupkan semangat belajar anak. (Sumber: dailymail.co.uk) 

Menunjukkan ketulusan menemani belajar turut menyuntikkan semangat belajar pada anak. Bila tidak mengerti materi yang dihadapi, posisikan Anda teman belajar yang bersama-sama memahami materi dan mencari jawaban pada soal. 

2. Menunjukkan dengan relevansi sehari-hari

Seperti orang dewasa, anak butuh tujuan untuk belajar. Mungkin beberapa kali Anda dihadapkan dengan pertanyaan-pertanyaan hubungan Matematika yang anak hadapi dengan kehidupan nyata. Sebagai pendamping, penting untuk memberi pemahaman mengenai relevansi materi dengan kehidupan sehari-hari. Semakin dekat dengan keseharian, semakin mudah anak membayangkan soal yang dihadapi. Hal ini tentunya akan mengasah imajinasi si kecil juga. Dari sini, kemampuan berpikir asosiatif dan analitik anak dapat mulai diasah. 

- Mengajarkan perbandingan dengan memasak Mengajarkan perbandingan dengan memasak. (Sumber: cbc.ca) 

Sebagai contoh, penggunaan materi perbandingan dalam resep masakan. Perbandingan bahan-bahan seperti terigu, telur, mentega, dan gula harus diperhatikan dengan cermat agar menghasilkan kudapan yang nikmat.

3. Memberi apresiasi

Memberikan apresiasi semacam pujian dapat menambah kepercayaan diri sang anak. Hal ini juga membantunya berjuang menandaskan tugas sesuai target. Saat ia belum berhasil menyelesaikan pun, Anda masih dapat memuji setiap proses yang berhasil ia jalankan. Penghargaan ini dapat mendorongnya meraih target-target yang lebih tinggi. 

Memberi apresiasi Memberi apresiasi. (Sumber: alstutoring.com)

4. Pantang memberi paksaan 

Memberikan paksaan dan tuntutan hanya akan membuat anak enggan belajar Matematika, bahkan menumbuhkan rasa benci. Tentu Anda tidak ingin hal ini terjadi, kan? Suka atau tidak suka, kehidupan kita akan bersinggungan dengan operasi Matematika. Demi kesuksesan sang buah hati, jangan pernah memberi paksaan anak untuk belajar Matematika. 

 

Pantang memaksa Pantang memaksa. (Sumber: milleniumpost.in)
 

5. Menceritakan inspirasi dan fakta unik mengenai Matematika

Bercerita dapat menjadi salah satu cara untuk menanamkan motivasi belajar. Selain itu, membagikan kisah dapat menjadikan anak lebih personal mengenal Matematika. Ketika anak merasa lelah dan ingin menyerah mempelajari Matematika, Anda dapat ceritakan fakta-fakta bahkan inspirasi yang berkaitan. Kisah orang-orang yang berubah hidupnya berkat Matematika bisa coba Anda ceritakan.

6. Bermain bersama

Coba aplikasikan permainan yang menyelipkan trik-trik Matematika. Pengenalan jual beli dapat Anda sisipkan ketika bermain permainan papan Monopoli. Transaksi jual beli dapat membiasakan anak berhubungan dengan angka. Dadu juga dapat membantu dalam hal operasi Matematika sederhana. Intinya, sesuatu yang menyenangkan lebih mudah diingat dan dipahami. 

- Belajar matematika sambil bermain board game Belajar matematika sambil bermain board game. (Sumber: cancer.gov)
 

7. Menanyakan pada guru Matematika sang anak

Perkembangan teknologi komunikasi menjadikan komunikasi guru dan wali murid tidak terhalang. Menanyakan materi langsung kepada guru menjadikan Anda tahu bagaimana guru menyampaikan materi. Selain itu, sekaligus bisa menilai sudah sejauh apa sang anak memahami materi. Beberapa materi dan persoalan juga dapat Anda tanyakan langsung pada guru Matematika. Menemani anak belajar berarti Anda harus siap belajar kembali. 

Tanyakan langsung pada guru pelajaran Tanyakan langsung pada guru pelajaran. (Sumber: parentsociety.com) 

Dalam mendampingi belajar Matematika, Anda harus sering-sering menyuntikkan semangat. Hal ini penting untuk membangun antusiasme. Anak yang antusias cenderung memiliki keingintahuan lebih. Sementara keingintahuan akan mengantarkan pada penemuan-penemuan baru. Bukankah bapak/ibu ingin sang buah hatinya membuat bangga? (NM/TN)

Untuk mendukung anak-anak belajar matematika, bapak/ibu bisa memberikan akses ruangbelajar untuk memahami pelajaran melalui video pelajaran yang menarik bersama Master Teacher, sehingga #BelajarJadiMudah!

New Call-to-action

Beri Komentar