9 Fakta Mengejutkan Sekolah Korea yang Belum Kamu Ketahui

Fauzia Astuti Mei 27, 2017 • 8 min read


Wow ternyata fakta sekolah Korea

Konon, sistem pendidikan di sekolah Korea tak seindah dramanya lho, teman-teman! Penasaran akan kebenarannya?

--

Siapa di sini yang suka nonton drama Korea? Genre apa nih favorit kamu? Suka yang bertema keluarga, komedi, atau cerita romantis di sekolah? Hehe…

Yup, kamu pasti udah hafal banget deh judul-judul drama Korea yang menceritakan tentang kehidupan sekolah. Apalagi jalan cerita dan kebiasaan-kebiasaan yang tergambar di drama. Terus, kamu pasti bertanya-tanya dengan penuh kegundah-gulanaan: “apa itu beneran?”.

“Pelajarannya ada apa aja, Kak?”

“Makan siangnya gratis nggak, Kak?”

Sabar, sabar, satu-satu dong. Nih, Ruangguru udah nyiapin 9 fakta mengenai sekolah di Korea Selatan untuk memenuhi ke-kpop… eh, kekepoan kamu. Keep scrolling, ya!

1. Jam belajar

Masih suka mengeluh sama jam belajar yang diterapkan pemerintah Indonesia? Ternyata, itu belum seberapa lho dibanding apa yang dirasakan para pelajar Korea. Rata-rata siswa SD bersekolah dari pukul 8.40 sampai pukul 3 sore. Sedangkan siswa SMP memulai harinya di sekolah dari pukul 8 pagi sampai pukul 4 sore.

Hal lebih “gila” terjadi pada siswa SMA. Rata-rata mereka memulai waktu belajar di sekolah sejak pukul 8 pagi, dan baru selesai pukul 7 malam. Bahkan beberapa dari mereka bisa menyelesaikan harinya di sekolah pada pukul 11 malam, setelah melakukan self-study (yaja). 

jam belajar sekolah KoreaSelf-study di malam hari (sumber: youthassembly.or.kr)

Kak, beneran sampai hampir tengah malam begitu?

Yup, benar! Serius! Aseli! Jadwal itu seperti sudah menjadi kewajiban untuk seluruh siswa SMA di Korea. Kenapa? Itu karena mereka harus mempersiapkan diri untuk suneung, atau istilah Indonesia-nya mah SBMPTN. Eits, tapi kegiatan belajar mereka tidak hanya sampai situ lho. 

WHAT??

 

2. Bimbel

Benar! Bimbel alias hagwon. Walau sudah menghabiskan sekitar 16 jam di sekolah, siswa akan lanjut belajar atau ikut les tambahan (hagwon). Berarti nih, rata-rata siswa SMA di Korea Selatan baru bisa kembali merasakan kasur di rumahnya pada pukul 2 malam.

Terkejut? Nanti dulu….

Tidak hanya siswa SMA dan SMP, bahkan siswa SD pun banyak yang mendaftar hagwon. Menurut Young Chun Kim dalam bukunya “Shadow Education and the Curriculum and Culture of Schooling in South Korea”,  8 dari 10 siswa SD di Korea mendaftar hagwon, lho. Fyi, nih, hagwon nggak cuma untuk pelajaran akademis, keterampilan lain, sampai olahraga dan kesenian pun ada. 

Meski bagus untuk mengembangkan kemampuan kita, hagwon ini biayanya sangat sangat sangat mahal. Bahkan menurut data dari Kementerian Pendidikan Korea Selatan di tahun 2016, sekitar 14,4% keluarga menghabiskan 500.000 Won (sekitar Rp 6 juta) untuk hagwon per bulan. Itu baru untuk satu anak lho ya.

Hagwon di koreaSiswa di Korea Selatan yang mengikuti hagwon (sumber: lec.co.kr)

 

3. Mata Pelajaran

Di Korea, ada sepuluh mata pelajaran utama, yaitu Bahasa Korea, Etika, Studi Sosial, Matematika, Sains, Praktikum, Olahraga, Musik, Seni Rupa, dan Bahasa Inggris. Tetapi nih, teman-teman, Bahasa Inggris biasanya baru diajarkan mulai di kelas 3.

Selain pelajaran, ternyata ekstrakurikuler sangat penting perannya dalam sistem pendidikan Korea Selatan. Ini karena biasanya ekskul bisa “memperindah” portofolio mereka untuk daftar masuk universitas. 

 

4. Sabtu tetap masuk

Rata-rata sekolah di Korea Selatan memiliki sistem 5,5 hari sekolah. Yup, seperti beberapa sekolah di Indonesia, Korea Selatan pun memberlakukan sekolah setengah hari di hari Sabtu. Jadi, dalam setahun, rata-rata mereka bisa bersekolah sampai 220 hari loh. Ini jauh lebih banyak daripada di Amerika yang hanya sekitar 180 hari per tahunnya, padahal keduanya sama-sama memiliki liburan musim panas dan dingin.

Hayoo yang suka nonton drama Korea atau Oppa-Oppa, tapi masih suka ngeluh kalau masuk sekolah di hari Sabtu mana nih? Ck, ck, ck. Yuk, mulai berubah!

 

5. Tes masuk universitas

Seperti yang dibahas sebelumnya, kebanyakan siswa di Korea Selatan mempersiapkan ujian masuk universitas dari jauh-jauh hari. Saking jauhnya, orang tua pun memasukkan anaknya yang masih SD ke hagwon. Siswa SMA pun rela nggak tidur seharian untuk terus latihan soal.

Emang seberapa pentingnya sih suneung ini?

Sangat penting!

Bagi masyarakat Korea Selatan, masuk Seoul National University, Korea University, dan Yonsei University (disingkat SKY) adalah sebuah kebanggaan besar di hidupnya. Fyi, teman-teman, demi menjaga konsentrasi seluruh siswa yang ikut suneung, seluruh warga Korea menjadi “hening” selama ujian berlangsung. Toko-toko dibuka lebih siang, truk-truk besar nggak boleh melintas, bahkan sampai pesawat pun ditangguhkan keberangkatannya. 

tes masuk universitasMasyarakat Korea turut mendukung siswa yang mengikuti suneung (sumber: m.kmib.co.kr)

 

6. Makan siang

Yup, seperti yang kamu lihat dalam drama Korea, sekolah di sana memang menyediakan makan siang untuk seluruh warga sekolah. Ingat ya, WAR-GA-SE-KO-LAH, jadi dari kepala sekolah dan staf lainnya pun mendapat makan siang. Dan uniknya, mereka nggak canggung lho untuk duduk satu meja di kantin. 

Nah, tentunya makan siang dan malam (tergantung kebijakan sekolah) ini tidak gratis. Sekitar 63.000 Won (Rp 745.000) akan otomatis dimasukan dalam biaya sekolah per bulannya. Meski mahal, ini sebanding dengan apa yang didapatkan para murid. Satu set makan siang dan makan malam lengkap yang terdiri dari nasi, sup, banchan (lauk pendamping), dan makanan penutup seperti buah bisa kamu nikmati nih. Oh iya, siswa di Korea Selatan juga diajarkan untuk selalu bersih dan teratur, lho. Mereka harus kudu wajib membereskan peralatan makan mereka sendiri, dan meletakkannya di tempat piring kotor.

makan siang menuContoh menu makan siang sekolah di Korea Selatan (sumber: seattleitesabroad.com)

 

7. Hukuman fisik berlaku

Kak ini hoax apa bukan??

Sebelum itu, kita lihat dulu yuk, kenapa di Korea Selatan ada hukuman fisik di sekolah. Hal ini berhubungan pada saat kolonialisme Jepang di Korea, yang memberikan hukuman fisik kepada para pelajar. Meski sekarang sudah berkurang, tapi bukan berarti hilang sama sekali.

Sebuah penelitian oleh Profesor dari Universitas Dong-eui pada tahun 2011 menunjukkan 94,6% siswa yang menjadi objek penelitiannya pernah mengalami hukuman fisik dari guru di sekolah. Bahkan lebih dari 1400 orang pengajar mendukung hukuman fisik untuk mengedukasi siswa.

Nah, untuk yang satu ini, Ruangguru harap tidak terjadi pada anak-anak Indonesia ya. 

 

8. Peran Orangtua

Sejak kecil, anak-anak di Korea didorong orang tuanya untuk menjadi seorang dokter atau insinyur. Biasanya, yang menjadi alasan adalah karena status sosial dan uang. Jika berhasil menjadi dokter atau insinyur, maka semua orang akan berdecak kagum. Oleh karena hal ini juga para orang tua menuntut anaknya untuk belajar non-stop guna mengejar kesuksesan. 

Nah, ini juga berkaitan kenapa banyak orang tua yang memasukan anaknya ke hagwon sejak SD. Mereka rela merogoh dalam saku demi anaknya bisa masuk jurusan kedokteran di SKY. Pada saat masa suneung pun para orang tua ini akan terus berdoa di kuil atau gereja demi kelancaran anak-anaknya.

peran orang tuaOrang tua menekan anaknya untuk terus belajar (sumber: hub.zum.com)

Namun, sayangnya, justru karena tuntutan yang tinggi ini, banyak siswa yang merasa stres dan akhirnya bunuh diri. Tercatat di tahun 2013 oleh Korean Statistic , bunuh diri menjadi penyebab tertinggi kematian pada rentang usia 9-24, dan 39,2% di antaranya adalah karena penerimaan sekolah. Gimana tanggapan kamu, teman-teman?

 

9. Memiliki nama asing (English name)

Kebanyakan pelajar di Korea menggunakan nama asing atau English name. Hal ini ditujukan agar para guru (terutama guru bahasa Inggris) bisa dengan mudah mengenal murid-murid mereka. Seru, ya?

---

Nah itu 9 fakta menarik plus mengejutkan tentang sekolah di negeri gingseng. Pesan dari Ruangguru, sih: “Tidak ada yang seindah drama”. Kita boleh saja bersyukur karena sistem pendidikan di Indonesia belum sekeras itu, tapi bukan berarti harus santai selalu ya. 

Kamu tetap harus belajar dengan giat, mengikuti kegiatan sekolah dengan aktif, dan tentunya pergi bimbel. Apalagi sekarang nih, bimbel akan jauh lebih menyenangkan di digitalbootcamp Ruangguru lewat HP-mu. Nggak cuma belajar bersama tutor keren, kamu juga bisa belajar bersama teman-teman dari penjuru Indonesia secara bersamaan, lho.

New Call-to-action

Beri Komentar