Aktivasi Otak Tengah, Mitos atau Fakta?

Bulan Tamara Horo Sep 25, 2020 • 4 min read


Hai Squad, mungkin kamu sudah sering mendengar mengenai otak kiri dan otak kanan ya? Nah, kalau mengenai otak tengah sudah pernah dengar belum? Banyak mitos yang beredar mengenai aktivasi otak tengah. So, daripada terus penasaran, kita mulai bahas yuk!

Apa sih otak tengah itu?


gambar otak tengahSumber: days-eye.com

Otak tengah atau mesencephalon atau midbrain adalah area otak yang menghubungkan otak depan (forebrain) dan otak belakang (hindbrain). Fungsi otak tengah adalah untuk mengontrol respon penglihatan, pendengaran, gerakan bola mata dan dilasi pupil, gerakan motorik, kewaspadaan (alertness), serta mengatur suhu tubuh.

Nah, cara kerja otak tengah dimulai dari datangnya impuls dari sumsum tulang belakang dan saraf tepi. Sumsum tulang belakang dan saraf tepi memberikan impuls ke otak besar sebagai pusat kendali anggota tubuh. Lalu impuls dikirim melewati batang otak sebagai jembatan otak kecil dan otak besar. Kemudian di batang otak terdapat jembatan varoli (pons varoli) yang letaknya di depan otak kecil yang meneruskan impuls dari otak besar. Setelah itu, impuls tersebut direspon disesuaikan dengan keadaan di mana respon akan ditujukan.

 Aktivasi otak tengah?

Aktivasi Otak TengahSumber: dayaingatotak.com

Beberapa waktu yang lalu sempat marak mengenai program aktivasi otak tengah, yang mana disebutkan bahwa dengan mengikuti program ini kinerja otak tengah akan mengalami peningkatan dan seketika menjadi genius. Beberapa metode yang dilakukan dalam program itu ialah metode Blindfold Reading (BFR) dan Kinesiologic Imagination Program (KIR). Metode BFR merupakan metode belajar dengan mata tertutup, sedangkan metode KIR adalah metode memasukkan informasi ke dalam pikiran bawah sadar seseorang dengan bantuan sentuhan.

Namun sebenarnya, hingga kini otak tengah dan program aktivasinya ini pun masih menjadi perdebatan. Hal ini dikarenakan belum ada bukti dan metode penelitian yang benar mengenai aktivasi otak tengah, sehingga istilah aktivasi otak tengah ini dapat dikatakan istilah yang sama sekali tidak berdasar ilmiah. Beberapa ilmuwan menganggapnya sebagai pseudoscience yaitu ilmu semu.

 Mitos mengenai otak tengah

Aktivasi Otak Tengah

Sumber: freepik.com

1. Otak tengah perlu diaktivasikan agar berfungsi

Hmmm, sebenarnya tanpa perlu diaktivasikan, otak tengah pasti akan berfungsi kok. Seandainya otak tengah tidak berfungsi tentu akan berakibat buruk, seperti buta, tuli, parkinson hingga stroke. Jika kamu sehat-sehat aja dan bisa baca artikel ini maka otak tengahmu berfungsi dengan baik. 

2. Otak tengah memengaruhi kemampuan sosial

Setiap bagian di otak punya fungsinya masing-masing, dan bekerja antara satu sama lain menciptakan keharmonisan kerja tubuh manusia. Fungsi spesifik otak tengah yang sudah disebutkan di atas dan berdasarkan penelitian ilmiah tidak menyebutkan hubungan otak tengah dengan kemampuan sosial.

Aktivasi Otak TengahSumber: freepik.com

3. Otak tengah menghubungkan otak kiri dan kanan

Penghubung otak kiri dengan otak kanan ialah corpus collosum dan sudah terhubung sejak kita lahir. Sedangkan otak tengah itu menghubungkan otak depan dan otak belakang.

4. Otak tengah memancarkan gelombang

Nope, sampai saat ini belum ada referensi jurnal ilmiah atau penelitian ilmiah yang menyebutkan bahwa otak tengah bisa memancarkan suatu jenis gelombang, seperti apa gelombangnya, sepanjang apa gelombangnya, dan lain sebagainya.

Nah, jadi jangan termakan iming-iming bisa langsung pintar dengan mengaktivasikan otak tengah ya, Squad. Sejauh ini hal tersebut hanyalah mitos belaka. Menjadi pintar itu efek dari belajar, jadi bukan tujuan dari sebuah pembelajaran. Apakah pintar harus ber-IQ tinggi? Banyak orang yang dianggap pintar namun sulit untuk bersosialisasi. Banyak juga orang yang sangat kreatif namun tidak naik kelas. Intinya pintar adalah suatu istilah yang tidak memiliki standar yang baku.

Tidak ada cara instan untuk menjadi pintar selain belajar dan kerja keras, Squad! Belajar juga nggak sekadar bisa menghafal, tetapi harus bisa menghubungkan, memahami hubungannya, dan menjelaskan pemahamannya. Belajar juga nggak harus di sekolah atau tempat bimbel, lho! Mau belajar di rumah saat pulang sekolah atau di kafe pas malam minggu? Yuk tentukan sendiri guru privatmu di ruangles, ada lebih dari 80.000 guru yang bisa kamu pilih! Nggak cuman pelajaran sekolah, kamu juga bisa cari guru olahraga, musik, bahasa asing dan masih banyak lagi di ruangles.

New Call-to-action

Beri Komentar