Ini Alasan Generasi Milenial Sering Berpindah Kerja

Salsabela Liani

Aug 30, 2018 • 6 min read

Sukses Kerja


Keberadaan Generasi Milenial sangat menjadi topik perbincangan akhir-akhir ini. Bagaimana tidak, berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya seperti Generasi X, Generasi Milenial memiliki beberapa karakteristik khusus yang membuat mereka memiliki gaya hidup yang berbeda. Masa kelahiran mereka saat puncak perkembangan teknologi seperti keberadaan TV berwarna dan telepon genggam membuat mereka akrab dengan berbagai jenis teknologi.

Karakteristik khas yang dimiliki Generasi Milenial ini ternyata juga memengaruhi cara mereka bekerja. Fleksibilitas yang dimiliki Generasi Milenial ternyata membuat mereka cenderung untuk sering berpindah pekerjaan atau dikenal dengan istilah job hopping. Tingginya jumlah Generasi Milenial yang berusia 20-30 tahunan ini, yaitu sekitar 2 milyar atau 27 persen dari jumlah keseluruhan populasi masyarakat dunia (Pew Research Center), tentunya membuat angka job hopping cukup tinggi di seluruh dunia. Hal ini didukung dengan penelitian terkini dari sebuah perusahaan global staffing California, Robert Half, di mana 75% respondennya dari Generasi Milenial mengatakan bahwa job hopping itu baik bagi karier mereka.

Namun, apakah ada alasan yang mendasari generasi ini untuk sering berpindah pekerjaan selain sifat fleksibel mereka? Berikut adalah 7 alasan mengapa generasi Millenials sering berpindah pekerjaan :

1. Ingin mengeksplorasi kemampuan diri

Karakter Generasi Milenial yang tidak cepat puas dan selalu ingin mempelajari hal baru menjadi salah satu penyebab utama mereka sering berpindah pekerjaan. Usia yang masih cukup muda membuat mereka tidak takut untuk mengambil risiko, mencoba bidang baru yang sesuai serta mencoba meraih pekerjaan yang lebih sesuai dengan hal-hal yang mereka senangi.

2. Menciptakan work-life balance

generasi milenialRemote Working menjadi salah satu metode kerja yang digemari Millenials (Sumber : blog.liquidspace.com)

Karakter Generasi Milenial yang technology savvy membuat mereka memilih cara bekerja yang lebih fleksibel. Tak heran kini muncul berbagai metode pekerjaan baru seperti bekerja secara remote, telecommuting, compressed work week, dan berbagai metode baru lainnya karena Millenials lebih memilih untuk task oriented, bukan time oriented. Mereka enggan untuk menghabiskan waktu berlama-lama di kantor hanya untuk menyelesaikan pekerjaan dan mengorbankan waktu senggang mereka. Bagi mereka, hal terpenting adalah untuk menyelesaikan pekerjaan bukan bekerja berlama-lama. Dengan demikian, Millenials akan mampu menciptakan kehidupan yang seimbang antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

3. Mencari lingkungan pekerjaan yang lebih bebas dan nyaman

generasi milenialMillenials menyukai bentuk kerja yang fleksibel (Sumber : observer.com)

Kebiasaan ini berbeda dengan tipe-tipe budaya pada perusahaan pada umumnya yang dibatasi dengan berbagai peraturan seperti waktu kerja yang lama, seragam formal, dan berbagai peraturan lainnya yang dianggap menyulitkan untuk bekerja. Para Millenials umumnya menginginkan tempat pekerjaan yang nyaman, menyenangkan, dan dimanjakan dengan berbagai fasilitas yang lengkap.

4. Memiliki pimpinan yang suportif

generasi milenialMillenials ingin memiliki bos yang dapat "turun langsung" mengawasi kinerja mereka (Sumber : businessinsider.com) 

Generasi Milenial terbuka dengan atasannya dan ingin menjadikan bos maupun pimpinan mereka sebagai mentor yang dapat memberikan berbagai feedback untuk perkembangan karier mereka. Bagi mereka, feedback tidak perlu baru disampaikan saat rapat tahunan seperti prosedur-prosedur terdahulu. Mereka ingin memiliki pimpinan yang suportif serta dekat dengan mereka yang tidak perlu disulitkan dengan berbagai alur birokrasi yang sulit.

5. Mencari tantangan baru dan perubahan

generasi milenialMillenials lebih memilih pekerjaan yang menantang daripada membosankan (Sumber : marketingedmonton.ca)

Generasi kelahiran 1980-2000 ini terkenal dengan sifat pragmatis dan idealismenya. Mereka merasa untuk dapat mendapatkan manfaat lebih, mereka harus mencoba keluar dari zona nyaman dan berani mencoba karier baru daripada hanya berdiam diri di perusahaan yang tidak terlalu berdampak bagi kehidupan mereka. Mereka akan mencari perusahaan yang dapat mengembangkan keterampilan mereka dan karier mereka.

6. Mencari lingkungan yang team oriented

generasi milenialGenerasi Milenial senang bekerja bersama tim (Sumber : snacknation.com)

Karakteristik generasi yang memiliki nama lain Generasi Y ini lebih menyukai untuk bekerja dalam tim daripada harus bekerja secara individu. Mereka senang berkolaborasi dengan berbagai orang lainnya karena akan menciptakan hasil pekerjaan yang lebih efektif. Millenials percaya semua orang memiliki kesempatan yang sejajar dalam berpendapat. Cara bekerja ini dapat menjadi salah satu penyebab Generasi Milenial mencari perusahaan yang sesuai dengan cara bekerja tersebut.

7. Mengembangkan koneksi

generasi milenialPenting bagi Millenials untuk mengembangkan koneksi (Sumber : hbculifestyle.com)

Salah satu alasan penting mengapa Generasi Milenial senang berpindah kerja adalah untuk mengembangkan koneksi. Millenials yang senang bersosialisasi ini sadar bahwa memperluas koneksi sangat penting untuk pengembangan karier mereka sehingga mereka tidak ragu untuk mencari pekerjaan baru.

Itulah 7 alasan Generasi Milenial sering berpindah pekerjaan atau melakukan job hopping. Semoga artikel ini dapat menjadi masukan bagi Anda yang tergolong generasi ini agar lebih bijak dalam meniti karier. Jangan lupa untuk mengunduh aplikasi ruangkerja dan dapatkan berbagai insight untuk pengembangan karier Anda melalui gambar di bawah ini.

New call-to-action

Beri Komentar

Recent Posts