Alat Ukur Jangka Sorong : Pengertian, Fungsi, dan Penggunaannya | Fisika Kelas 10

Rabia Edra Okt 11, 2017 • 3 min read


Fisika Kelas 10 : Jangka Sorong

RG Squad, apa yang kamu tahu tentang alat ukur? Alat ini digunakan untuk mengukur besaran suatu benda. Besaran tersebut bisa berupa panjang, tinggi, atau massa dari benda. Misalnya, kita bisa menggunakan neraca untuk mengetahui massa suatu benda atau penggaris untuk mengetahui panjang suatu benda. Nah, bagaimana dengan alat ukur jangka sorong? Baca penjelasannya di bawah ya!

jangka sorongJangka sorong (sumber: kirchhoffxmia4.weebly.com)

Memiliki pengertian sebagai alat yang digunakan untuk mengukur ukuran panjang suatu benda

Kelebihan dari alat ukur ini ialah dapat mengukur panjang benda yang sulit ataupun tidak dapat terukur menggunakan penggaris. Kok bisa, sih? Tingkat ketelitian benda ini lebih tinggi dari penggaris. Namun, sebenarnya apakah tingkat ketelitian itu?

Tingkat ketelitian adalah nilai terkecil yang dapat diukur. Misalnya, pada penggaris biasa, jarak nilai terkecil yang dapat diukur adalah 0,1 cm atau 1 mm. Sedangkan, tingkat ketelitian pada alat ini adalah 0,01 cm atau 0,1 mm. Maka, alat ini dapat mengukur perbedaan panjang benda lebih teliti dari penggaris.

Lalu, bagaimana cara mengukur ketebalan benda? Tidak seperti penggaris yang hanya memiliki satu skala pembacaan, benda ini memiliki dua skala pembacaan, yaitu skala utama dan skala nonius.

cara membaca skala pada jangka sorong

(sumber: hidschool.net)

Skala utamanya memiliki tingkat ketelitian 1 mm

Seperti penggaris, tiap angkanya merepresentasikan ukuran panjang 1 cm), dan skala nonius yang merepresentasikan ukuran panjang 0,1 mm. Cara membaca pengukurannya ialah dengan menambahkan pembacaan pada skala utama dengan pembacaan pada skala nonius yang berhimpit dengan skala utama. Untuk lebih jelasnya, simak gambar di bawah ini, kuy!

Hasil pengukuran diameter dalam suatu pipa menggunakan jangka sorong seperti yang diperlihatkan pada gambar di atas adalah …

a. 30,9 mm
b. 39,0 mm
c. 21,9 mm
d. 30,0 mm
e. 31,9 mm

Jawab:

Jika kita lihat, skala bawah (skala nonius) dimulai setelah skala atas (skala utama) terbaca pada angka 2,1. Maka, pembacaan pada skala utama ialah 2,1. Pada skala utama, tiap angka merepresentasikan ukuran panjang 1 cm. Pembacaan ukuran skala utama ialah 2,1 x 1 cm = 2,1 cm = 21 mm

Skala nonius berhimpit dengan skala utama pada angka 9. Maka, pembacaan skala nonius ialah 9. Pada skala nonius, tiap angka merepresentasikan ukuran panjang 1 mm. Pembacaan ukuran skala nonius ialah 9 x 0,1 mm = 0,9 mm

Hasil pengukuran diameter pipa ialah 21 mm + 0,9 mm = 21,9 mm.

Nah, jawaban yang tepat ialah a. 21,9 mm.

Okay, RG Squad sudah memahami cara mengukur benda dengan jangka sorong, kan? Masih penasaran dengan alat ukur lainnya? Diskusikan dengan tutor fisika dan pelajar se-Indonesia yuk, melalui Ruangguru Digital Bootcamp.

New Call-to-action

Beri Komentar