Dayat: Anak di Pedalaman Aceh yang Lulus SNMPTN untuk Gelar Ganda

Rabia Edra

Oct 17, 2019 • 3 min read

Cerita Juara


Dayat: Anak di Pedalaman Aceh yang Lulus SNMPTN untuk Gelar Ganda

Artikel ini memuat tentang cerita perjuangan seorang anak yang tinggal di pedalaman Aceh dan lulus SNMPTN di 2 PTN terbaik di kotanya.

---

Selama 17 tahun, tumbuh besar dari pusat kota yakni sekitar 300 kilometer dari Kota Banda Aceh, menjadi hal yang tak mudah bagi Hidayatullah. Sejak kecil, ia selalu dihadapkan pada realita anak-anak putus sekolah akibat permasalahan biaya. Anak-anak seusianya lalu beralih menjadi petani dan buruh sawit demi membantu perekonomian orang tua. Hanya sedikit di antara mereka yang bisa mencicipi bangku perkuliahan, dan hampir tak ada yang berharap bisa meraih gelar ganda (double degree) di tingkat universitas.

Dayat, begitu sapaannya, adalah sebuah anomali di Desa Sawang Mane, Kabupaten Nagan Raya. Sedari kecil, ia tinggal bersama kedua orang tua dan dua adiknya. Sehari-hari, waktunya banyak dihabiskan di ladang. Meski begitu, ia yakin dalam kondisi tersebut, pendidikan tetap harus jadi prioritas. Apalagi, orang tuanya juga sangat mendukung pilihannya untuk menempuh sekolah setinggi mungkin.

Baca juga: Belajar dari Ikhbal, Kondisi Ekonomi Bukan Alasan Tidak Bisa Berprestasi

"Saya merasa kurang tepat kalau harus putus sekolah seperti teman-teman lain, apalagi dengan pendidikan, saya yakin justru masa depan jadi lebih baik lagi," ujar alumni siswa MAN Nagan Raya ini, ketika ditemui tim Ruangguru.

Menurut Dayat, dengan terus belajar ia dapat membanggakan ayah dan ibu. Oleh karena itu, ia bersikeras tidak mau sekadar menjadi siswa yang biasa-biasa saja. Siswa kelahiran tahun 2002 ini berjanji akan menabung banyak prestasi agar cita-citanya berkuliah double degree dan berprofesi sebagai dosen menjadi nyata.

Di tengah himpitan ekonomi yang dialami keluarga, Dayat merasa putus sekolah tetap bukan solusi yang tepat untuk dirinya.

lulus SNMPTN

Dayat berhasil menjuarai Duta Pelajar (Sumber: dok. pribadi)

Saat SD hingga SMP, Dayat tak merasa keberatan bersekolah sekaligus mengikuti banyak perlombaan secara bersamaan. Namun, ketika memasuki tahun pertama SMA, ia mulai merasa kesulitan mempertahankan nilai ulangan dan rapornya.

“Saat itulah, saya mulai tertarik menggunakan Ruangguru karena kebetulan di desa memang sulit menemukan bimbel,” tutur Dayat.

Bagi anak pertama dari 3 bersaudara ini, bimbel online cocok dengan gaya belajarnya dan ada 3 fitur yang paling membantunya selama proses belajar selama ini. Pertama, video animasi karena materi pelajaran jadi lebih mudah dipahaminya dan membuat waktu belajar tidak membosankan. Kedua, ia juga memanfaatkan fitur download saat berada di area Wi-Fi karena sinyal internet belum baik di kampungnya, dan terakhir ia paling suka berlatih di fitur banksoal sebelum menghadapi UTS maupun UAS.

Hingga kini, sudah 2 tahun Dayat memilih belajar online. Dampaknya tak hanya menjadi juara umum sekolah serta menjuarai berbagai olimpiade IPA dan Bahasa, namun juga turut dirasakan oleh teman-teman sekelasnya. Ia dikenal senang berbagi ilmu yang sudah didapat khususnya pada mata pelajaran Matematika. 

“Kadang ada teman-teman yang takut bertanya sama guru, jadi saya bantu jelaskan  juga. Supaya pengetahuan yang udah saya dapat dari Ruangguru, bisa dibagi kembali ke yang membutuhkan,” ucapnya.

lulus SNMPTN

Dayat bersama teman-teman sekelas (Sumber: dok. pribadi)

Usaha tak mengkhianati hasil, begitu kata pepatah. Dayat membuktikan kerja kerasnya belajar untuk persiapan menghadapi masuk PTN sekaligus persiapan lomba, menjadi berbuah manis. Ia berhasil menyabet gelar sebagai Siswa Madrasah Berprestasi tingkat Kabupaten oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nagan. Sekaligus berhasil diterima di 2 kampus favorit di Provinsi Aceh, yaitu Universitas Syiah Kuala dan UIN Ar-Raniry tanpa tes.

Berkat bantuan Dayat, teman-temannya juga banyak yang termotivasi untuk melanjutkan studi ke tingkat perguruan tinggi dengan mengikuti seleksi SBMPTN. Hingga akhirnya mereka bisa sama-sama merantau ke Kota Banda Aceh. 

Rencana ke depan, sosok berusia 17 tahun ini akan memutuskan untuk mengambil gelar ganda pada 2 universitas tersebut di jurusan Teknik Industri dan Pendidikan Bahasa Inggris. Ia menyemangati kawan-kawan seumurannya bahwa semua bisa memiliki peluang yang sama di dunia pendidikan. 

Kamu juga ingin berprestasi seperti Dayat? Masih ada waktu untuk persiapan belajar menuju SBMPTN di tahun 2020. Ayo mulai dari sekarang pahami konsep pelajaran bersama Ruangguru lewat video belajar dan latihan soal.

New Call-to-action

Beri Komentar

Recent Posts