Analisis Unsur Ekstrinsik Cerpen

Bahasa Indonesia_11

Cerpen terbentuk dari dua unsur yang berbeda, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Unsur intrinsik adalah unsur yang ada di dalam cerpen itu sendiri, seperti tema, alur, tokoh, latar, dan lain-lain. Sedangkan unsur ekstrinsik adalah unsur dari luar cerpen. Nah, saat kalian berada di kelas IX, kalian tentu sudah belajar mengenai apa saja unsur ekstrinsik dari sebuah cerpen. Kali ini, kita akan mencoba untuk langsung menganalisis cerpen dan menemukan unsur ekstrinsiknya.

Terdapat tiga hal utama dalam unsur ekstrinsik cerpen, yaitu latar belakang masyarakat, latar belakang pengarang, dan nilai-nilai yang terkandung dalam cerpen.

1. Latar Belakang Masyarakat

Sekarang langsung saja kita lihat latar belakang masyarakat dalam cerpen “Koruptor Kita Tercinta” karya Agus Noor.

Ia menjadi orang paling dibenci. Baik buruk memang lebih cepat dari membalik telapak tangan. Oleh majalah terpenting di negeri kami, ia dinobatkan Man of The Year sebagai pejabat paling jujur. Karena kejujurannya itulah ia dihormati dan dicintai. Kau tahu sendiri, sekarang ini, mencari pejabat jujur lebih sulit dari mencari jarum di tumpukan jerami. Pejabat jujur ibarat binatang langka yang harus dilindungi.

Lalu bukti-bukti korupsi itu terkuak. Dan orang-orang yang selama ini begitu memujanya terbelalak. Bertahun-tahun, dengan cara yang cerdik, ia mengatur: agar setiap kali ada orang buang hajat, ia mendapatkan keuntungan.

Bagaimana setelah teman-teman membaca cerpen tadi, apakah tidak asing dengan fenomena dalam cerpen tersebut? Dari kutipan tersebut, kita dapat melihat bahwa pengarang memasukan latar belakang masyarakat pada cerpennya. Kutipan “Oleh majalah terpenting di negeri kami, ia dinobatkan Man of The Year sebagai pejabat paling jujur” menunjukkan bahwa  masyarakat yang melek membaca dan teknologi.

unsur ekstrinsik cerpen 1-1

2. Latar Belakang Pengarang

Tidak hanya latar belakang masyarakat saja, latar belakang pengarang juga memengaruhi cerpen yang dihasilkan. Apakah kalian pernah mendengar pengarang A. A. Navis? Tahukan kalian siapakah beliau?

A. A. Navis adalah seorang sastrawan dan budayawan terkemuka di Indonesia. Karyanya yang terkenal adalah cerita pendek “Robohnya Surau Kami”. A.A Navis memiliki julukan 'Sang Pencemooh'. Dia banyak ‘mencemooh’ atau mengkritik kondisi sosial masyarakat dalam karya-karyanya. Sebagai laki-laki berdarah Minang, A. A Navis juga banyak memberikan latar belakang masalah sosial masyarakat Minang dalam karya-karyanya, seperti “Surau Kami”, Bianglala (1963), Kemarau (1967), Cerita Rakyat Sumbar (1994), dan masih banyak lagi.

unsur ekstrinsik cerpen 2

3. Nilai-nilai yang Terkandung dalam Cerpen

Terakhir, nilai-nilai yang terkandung dalam cerpen. Contohnya, nilai sosial, nilai moral, nilai budaya, dan nilai agama. Untuk lebih jelasnya, yuk kita lihat kutipan cerpen di bawah ini!

AYAHKU MEMILIKI DARAH tana’ bulaan, bangsawan tinggi Toraja. Telah menjadi tradisi agar upacara Rambu Solo’ keturunan tana’ bulaan diselenggarakan secara besar-besaran bagaikan pesta. Tedong bonga yang berharga ratusan juta, menjadi syarat utamanya. Orang Toraja percaya, tedong bonga akan menjadi kendaraan dan bekal menuju puya. Makin banyak tedong bonga, kedudukan arwah Ayah di puya akan  makin agung. Arwah Ayah bisa diangkat Deata menjadi To Membali Puang. Ia akan sejajar dengan para leluhur. Dengan demikian, arwah Ayah akan melindungi dan mengabulkan doa-doa kami. (dikutip dari cerpen “Rambu Solo”)

Tanpa harus lama membaca cerpen ini kita pasti dapat dengan mudah melihat nilai apa yang terkandung pada kutipan cerpen tersebut. Iya, nilai budaya kental sekali dalam kutipan cerpen tersebut. Hal itu terlihat dari kutipan “Telah menjadi tradisi agar upacara Rambu Solo’ keturunan tana’ bulaan diselenggarakan secara besar-besaran bagaikan pesta. Tedong bonga yang berharga ratusan juta, menjadi syarat utamanya. Orang Toraja percaya, tedong bonga akan menjadi kendaraan dan bekal menuju puya”

unsur ekstrinsik cerpen 3

Contoh Soal

Soal 1

Perhatikan kutipan cerpen di bawah ini!

Es di gelas itu sudah mencair, membaur dengan kopi yang kupesan lebih dari satu jam lalu. Seiring dengan membaurnya kedua cairan itu, aku masih saja menatap ke luar jendela, kala hujan masih saja turun membasahi bumi. Mendinginkan udara malam yang tak berbintang itu.

Latar waktu, suasana, dan tempat dalam kutipan cerpen tersebut adalah …

  1. Malam hari, hujan, dan restoran.
  2. Malam hari, sendu, dan kedai kopi.
  3. Sore hari, hujan, dan kedai kopi.
  4. Petang hari, sepi, dan kedai kopi.
  5. Malam hari, haru, dan kedai kopi.

Jawaban : B

Pembahasan :

Latar waktu malam kita dapat temukan pada kutipan “Mendinginkan udara malam yang tak berbintang itu.” Latar suasana sendu tersirat dari kutipan “malam yang tak berbintang itu”. Ada kesan sendu (perasaan sedih) dari kalimat tersebut. Tambahan pula, kutipan “aku masih saja menatap ke luar jendela” kalimat ini menunjukkan kesedihan seseorang yang Mungkin sedang menanti seseorang yang tak kunjung datang. Latar tempat kedai kopi kita dapat ketahui dari kutipan “…kopi yang kupesan lebih dari satu jam lalu”. Dengan demikian, jawaban yang tepat B.

Itulah tadi contoh analisis untuk menemukan unsur ekstrinsik pada cerpen. Jangan lupa untuk terus berlatih sendiri ataupun dengan guru ya Squad. Jika kamu masih memerlukan bimbingan, kalian bisa mencari guru privat yang sesuai dengan kriteria kalian di ruangles. Selamat belajar!

ruangles

Beri Komentar