Berniat Kerja Kembali Setelah Fokus Mengurus Anak? Hindari 10 Hal Ini Saat Melamar Kerja

Maya Martha

Jan 29, 2019 • 6 min read

Sukses Kerja


melamar kerja

Artikel ini membahas tentang hal yang perlu dihindari untuk orang tua yang ingin kembali bekerja setelah mengurus anak di rumah

--

Saat telah memiliki anak, banyak orang tua yang memilih untuk berhenti kerja dan fokus mengurus anak di rumah. Setelah anak dirasakan dapat "ditinggal", pastinya orang tua ingin kembali melanjutkan karier apalagi jika memang passion-nya adalah bekerja. Namun tahukah Anda bahwa terdapat 10 hal yang harus dihindari pada saat Anda, para orang tua, sudah berkehendak untuk melamar kerja kembali?

1. Mengirim CV terlalu cepat

melamar kerja

Kirimkan CV dengan tidak terburu-buru (Sumber: thebalancecareers.com)

Sebelum Anda mengirimkan CV, sebaiknya Anda telah meningkatkan kualitas diri seperti mengikuti beberapa kursus untuk mengembangkan kemampuan Anda. Usaha-usaha ini merupakan suatu proses persiapan agar Anda terlihat siap untuk bekerja pada saat interview nanti.

Baca juga: Jangan Lakukan 7 Hal Ini Saat Anda Pertama Kali Mulai Bekerja!

2. Hanya melamar pekerjaan paruh waktu

melamar kerja

Tidak ada salahnya melamar kerja full time (Sumber: Merdeka.com)

Anda mungkin menginginkan pekerjaan paruh waktu atau freelancer karena Anda sedang menyesuaikan waktu bekerja di kantor dengan mengurus anak di rumah. Namun, Anda sebetulnya pantas untuk mendapat pekerjaan yang layak dengan gaji dan nilai yang tinggi karena pengalaman yang sudah dimiliki sebelum Anda keluar dari pekerjaan terakhir.

3. Tidak memanfaatkan media sosial

melamar kerja

Lakukan personal branding yang baik di media sosial (Sumber: edtechreview.in)

Berkembangnya zaman akan menuntut Anda untuk tidak bersikap apatis terhadap media sosial. Terlebih apabila Anda ingin kembali bekerja. Anda akan mudah mendapatkan pekerjaan apabila Anda menggunakan LinkedIn untuk mempromosikan diri agar perusahaan tujuan Anda mengetahui segala pengalaman dan keahlian Anda.

4. Tidak meminta bantuan

melamar kerja

Meminta bantuan guna mendapatkan pekerjaan (Sumber: www.theeye.news)

Menciptakan eksistensi di media sosial dengan menunjukan dan menuliskan segala keahlian yang dimiliki tidak akan membuahkan hasil yang pesat apabila tidak menjalin suatu relasi dengan orang lain. Dengan berelasi, orang lain akan mengenal Anda lebih dalam. Di samping itu pun, Anda dapat menggali informasi atau bertukar mengenai posisi yang Anda tuju. Sangat menguntungkan, bukan?

5. Tidak menyebut kemampuan yang didapat dari menjadi orang tua

melamar kerja

Pengalaman menjadi bagian dalam komunitas sekolah (Sumber: blog.flipgrid.com)

Kemampuan yang didapat dari menjadi orang tua dapat meningkatkan nilai pada diri Anda. Bukan sesuatu yang salah apabila Anda menyebut kemampuan Anda yang mampu mengatur waktu dengan baik, mengorganisir acara sekolah, hingga menjadi pemimpin pada komunitas orang tua.

6. Hanya mengirimkan CV secara online

melamar kerja

Mengirimkan CV tidak hanya secara online (Sumber: ilovefreesoftware.com)

Tidak ada salahnya untuk berusaha memberikan CV Anda kepada teman, keluarga, atau kolega yang sekiranya dapat langsung dioper kepada atasan atau bagian Human Resource di perusahaan mereka. Sebenarnya, semakin luas jaringan Anda akan semakin mudah juga Anda diterima di sebuah pekerjaan. Memiliki jaringan yang luas dapat meyakinkan bahwa diri Anda telah dikenal dan dipercayai.

7. Mengatakan gaji Anda sebelumnya

melamar kerja

Negosiasi gaji sesuai dengan angka ideal posisi pekerjaan (Sumber: planningcapital.com)

Anda memiliki nilai yang tidak rendah. Apabila sebelumnya Anda mendapat gaji yang kurang baik maka sebaiknya tidak mengatakan gaji yang Anda dapat terakhir kalinya. Anda dapat mulai mencari berapa gaji yang sesuai untuk posisi yang inginkan sekarang ini. Angka itu dirasa lebih ideal untuk diucapkan pada saat negosiasi gaji.

Baca juga: 5 Keuntungan Menjadi Working-Parents

8. Menolak langkah untuk kembali

melamar kerja

Kembali ke perusahaan lama (Sumber: collectivecampus.com.au)

Tidak ada salahnya untuk memilih kembali ke perusahaan yang lama. Perusahaan yang sudah mengenal Anda dengan baik pasti akan lebih memberikan Anda kesempatan untuk bekerja, tapi jika Anda harus mengulang proses dan jabatan dari awal lagi, tidak masalah, karena tidak menutup kemungkinan Anda akan mendapat promosi apabila kinerja dan kepribadian Anda baik di kantor.

9. Merendahkan generasi milenial

melamar kerja

Generasi milenial usianya lebih muda dan dekat dengan teknologi (Sumber: recruitingtimes.org)

Pasti Anda merasa berbeda setelah kembali bekerja karena sekarang ini kantor sudah didominasi oleh para pekerja dari generasi milenial. Usia yang lebih muda nyatanya belum tentu menciptakan kinerja yang juga jauh lebih rendah. Namun, justru para generasi milenial dapat bekerja lebih kritis, cepat, dan cekatan.

10. Tidak mengejar karier impian

melamar kerja

Bekerja lah sesuai dengan keinginan (Sumber: newsmov.biz)

Dengan keluar dari kerjaan dan memilih untuk fokus mengurus anak, Anda diberikan waktu untuk memikirkan kembali pencapaian-pencapaian apa yang sebenarnya sangat Anda inginkan. Anda dapat mencoba dengan mulai mempersiapkannya melalui kursus atau kelas-kelas yang terbuka untuk umum. Memiliki keputusan untuk kembali bekerja memberikan Anda kesempatan untuk mengejar karier Anda yang jangan disia-siakan.

Kembali bekerja memerlukan pemikiran dan langkah-langkah yang matang. Sebuah pilihan yang beralasan dapat menguatkan keinginan Anda untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan. Banyak orang-orang sukses di luar sana yang merangkap peran menjadi pekerja dan orang tua secara bersamaan. Karier mengalami peningkatan dan anak dapat bertumbuh kembang dengan baik. Untuk itu, jangan takut Rekan Kerja! Agar kemampuan Anda meningkat di dunia kerja nantinya, Anda dapat membaca artikel-artikel di aplikasi ruangkerja. Unduh sekarang juga, GRATIS!

New call-to-action
Beri Komentar

Recent Posts