Apa Saja Macam-Macam Alat Gerak? | Biologi Kelas 1

Apa Saja Macam-Macam Alat Gerak?

Squad, apa kabar? Bagaimana hari ini? Apakah sudah diawali dengan hal-hal yang menyenangkan? Atau malah ada yang masih mager? Wah, jangan mager dong. Kita harus selalu semangat untuk bisa mencapai cita-cita. Kita mulai bergerak supaya makin semangat, yuk! Nah, tahukah kamu, alat gerak manusia terdiri dari alat gerak aktif dan pasif. Lha, berarti ada banyak, dong alat geraknya? Apa saja macam-macam alat gerak? Kuy, cari tahu bersama!

Tahukah kamu, apa yang dimaksud dengan alat gerak aktif dan alat gerak pasif? Yang dimaksud dengan alat gerak aktif adalah otot, sedangkan alat gerak pasif adalah tulang. Kita bahas satu persatu, ya! 

Baca Juga: Apa Itu BMI dan BMR?

Apa Saja Macam-Macam Alat Gerak?

Tulang sebagai alat gerak pasif (Sumber: Shutter Stock)

Alat Gerak Pasif

Kira-kira, kenapa ya tulang disebut sebagai alat gerak pasif? Hal itu dikarenakan tulang digerakan oleh otot, lho! Nah.. baru tahu kan? Selain sebagai alat gerak pasif, tulang berfungsi untuk menyokong tubuh, memberi bentuk tubuh, menjadi tempat pembentukan sel darah, melindungi organ vital, dan menjadi tempat melekatnya otot. Tulang ini ada banyak macamnya, lho! Tulang dibagi berdasarkan bentuk, sel penyusun, dan rangka tubuh. Yuk, kenalan satu persatu!

Tulang Berdasarkan Bentuknya

Apa Saja Macam-Macam Alat Gerak?

Berdasarkan bentuknya, tulang dibagi menjadi tulang pipa, tulang pipih, dan tulang pendek. Tulang pipa memiliki bentuk panjang dan berbonggol di kedua ujungnya, serta memiliki sumsum kuning. Contoh tulang pipa antara lain tulang lengan atas atau humerus. Tulang pipih adalah tulang yang berbentuk lebar, pipih, dan mengandung sumsum merah. Contoh tulang pipih adalah tulang penyusun tengkorak. Terus, tulang pendek tuh, tulang yang bentuknya pendek gitu, ya? Yap! Tulang pendek memiliki bentuk pendek, kecil, dan mengandung sumsum merah. Contohnya adalah ruas-ruas jarimu. 

Tulang Berdasarkan Sel Penyusunnya

Berdasarkan sel penyusunnya, tulang dibedakan menjadi tulang rawan dan tulang keras. Tulang rawan disusun oleh sel kondrosit dan memiliki 3 jenis, yaitu tulang rawan hialin, tulang rawan elastin, dan tulang rawan fibrosa. 

Tulang rawan hialin disusun oleh  serabut kolagen yang jumlahnya lebih banyak daripada serabut elastin. Matriks tulang ini berwarna putih kebiruan. Kira-kira, tulang rawan hialin ada di sebelah mana dari tubuh kita, ya? Tulang rawan hialin ini banyak terdapat pada persendian, lho. Nah, kalau tulang rawan elastin memiliki warna matriks kekuningan dan disusun oleh serabut elastin yang jumlahnya lebih banyak dibanding serabut kolagen. Contoh tulang rawan elastin adalah daun telinga, epiglotis, dan trakea. Lalu, tulang rawan fibrosa itu kayak apa, dong? Contoh tulang rawan fibrosa itu ruas tulang belakangmu. Tulang ini hanya disusun oleh serabut kolagen dan warna matriksnya keruh dan gelap. 

Lalu, bedanya dengan tulang keras apa, dong? Nah, tulang keras ini disusun oleh osteosit. Tulang keras dibedakan menjadi tulang kompak dan tulang berongga. Oh iya, tulang kompak dan tulang berongga ini tidak bisa dipisahkan, ya! Hal ini dikarenakan dalam sebuah tulang, pasti ada tulang kompak dan tulang berongga yang menyusun tulang tersebut. 

Apa Saja Macam-Macam Alat Gerak?

Tulang Berdasarkan Rangka Tubuh

Berdasarkan rangka tubuh, tulang dibedakan menjadi rangka aksial, yang terdiri dari tulang tengkorak dan tulang badan. Tulang tengkorak terdiri dari tulang tempurung kepala dan tulang wajah, sedangkan tulang badan terdiri dari tulang dada, tulang belakang, tulang rusuk, dan tulang panggul. Selain rangka aksial, terdapat juga rangka apendikular, yang terdiri dari tulang anggota gerak atas dan bawah. 

Apa Saja Macam-Macam Alat Gerak?

Alat Gerak Aktif

Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya, tulang merupakan alat gerak pasif karena tulang mendapatkan bantuan dari otot. Kalau begitu, otot itu alat gerak aktif, dong? Yap! Otot merupakan alat gerak aktif karena mampu berkontraksi dan melakukan relaksasi. Otot memiliki 3 jenis sifat, yaitu kontraktilitas (otot bisa memendek ketika kontraksi), ekstensibilitas (otot bisa memanjang ketika relaksasi), dan elastisitas (kemampuan otot untuk bisa kembali ke ukuran semula).

Wah, menarik sekali ya, Squad! Ternyata, kita bisa bergerak karena ada kerjasama antara tulang dan otot, ya. Mulai sekarang, yuk terus bergerak supaya menjadi lebih sehat dan semangat! Kalau mau lebih semangat belajar, bagaimana caranya, ya? Kamu bisa belajar pakai Ruangguru On-The-Go! nih. Tinggal colok USB-nya ke hp-mu, dan kamu bisa nonton video belajar bebas kuota, lho. Kuy, beli sekarang!

ruangguru on the go

Beri Komentar