Apa sih Zat Aditif Itu? | Fisika Kelas 8

Seno Aji Mei 8, 2018 • 6 min read


IPA kelas 8 materi tentang zat adiktif

Squad kamu tahu gak sih kenapa cilok bisa enak? Atau, kenapa tahu bulat selain di goreng dadakan, asin bumbunya bisa membuat ketagihan? Tenang, mereka gak masukin narkoba ke makanan kamu kok, mereka cuma menambahkan zat aditif ke dalam bumbu itu. Apa itu zat aditif? Apakah sama dengan zat adiktif? Yuk kita pelajari!

Jika kamu memasak nasi goreng, tidak mungkin kan nasi goreng tersebut tidak kalian tambahkan garam, ulekan bawang putih, caba, dan kecap, selain itu jika kamu tidak terlalu suka manis maka kamu bisa menggorengnya tanpa kecap. Apa yang terjadi jika nasi goreng tersebut tidak dimasukkan bahan-bahan di atas? Selain hambar, pasti penampakannya menjadi tidak menarik dan baunya tidak menggugah selera.

kandungan zat aditif di nasi gorengHmmm, lezat sepertiny nasgor itu (Sumber: giphy.com)

Nah secara umum, zat aditif adalah suatu zat, yang ditambahkan ke dalam sebuah produk makanan atau minuman, dengan tujuan untuk mempercantik warna, menguatkan rasa, mengatur keasaman, memperpanjang umur penyimpanan produk dan lain-lain.

ADITIF tidak sama ADIKTIF

Harap dibedakan ya, zat aditif tidak sama dengan zat adiktif. Zat adiktif adalah zat yang menimbulkan ketagihan dan ketergantungan, sedangkan zat aditif adalah zat yang ditambahkan ke suatu produk makanan atau minuman, yang dimaksudkan untuk mempercantik dan memperpanjang masa penyimpanannya.

Zat aditif yang paling umum digunakan oleh masyarakat adalah garam, gula, cuka, dan rempah-rempah, atau yang biasa kita kenal dengan sebutan bumbu dapur. Dari jenisnya, sebenarnya zat aditif itu terbagi menjadi 2 macam, zat aditif alami dan zat aditif buatan(sintetis). Mengapa sampai ada zat aditif buatan? Perkembangan industri dan permintaan manusia tidak dapat terpenuhi karena zat aditif alami membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memprosesnya, selain itu zat alami belum tentu bisa didapatkan di semua tempat. Yuk kita lihat zat aditif apa saja yang sering kita temui.

Bahan Pewarna

Zat aditif bahan pewarna biasanya digunakan untuk mempercantik dan memperkuat warna suatu makanan atau minuman. Hal ini diperlukan karena terkadang warna bahan yang dipakai sebagai bahan baku dapat luntur ketika dilakukan proses pengolahan. Makanya bahan pewarna diperlukan dan dipakai dalam industri makanan dan minuman.

pewarna makanan botol zat aditifPewarna makanan sintetis (Sumber: qanaahshop.com)

Pewarna makanan alami biasanya didapatkan dari penggunaan bahan-bahan alami, misalnya warna kuning dari kunyit, hijau dari daun suji atau merah dari buah naga. Penggunaan bahan alami ini tidak berbahaya bagi manusia, tetapi warna yang dihasilkan biasanya tidak terlalu cerah dan cepat pudar.

kunyit zat aditifKunyit, salah satu pewarna kuning alami (Sumber: obatuntukpenyakit.com)

Karena itu industri sering menggunakan pewarna sintetis yang lebih kuat dan tahan lama dalam memberikan warna. Akan tetapi jika dikonsumsi terlalu banyak pewarna sintetis ini dapat menimbulkan penyakit pada manusia. Contoh pewarna sintetis misalnya kuning FCF atau hijau FCF.

Baca juga: Apa Saja yang Termasuk Zat Adiktif?

Pemanis

Sudah jelas, bahan ini digunakan untuk memberikan rasa manis kepada makanan atau minuman. Nah yang termasuk pemanis alami contohnya gula tebu, gula aren atau gula merah, dan gula kelapa. Gula menjadi manis karena di dalamnya terdapat senyawa sukrosa yang memberikan rasa manis kepada lidah.

sakarin dan gula tebu contoh zat aditif pemanisIngat, yang kiri jangan tertukar

(Sumber : tokopedia.com & chagrinvalleysoapandsalve.com)

Tetapi gula alami mengandung kalori yang tinggi dan tidak bisa dinikmati oleh orang yang menderita penyakit diabetes melitus. Sehingga diciptakan gula sintetis yang rendah kalori dan dapat dinikmati oleh penderita diabetes, misalnya aspartam, sakarin, atau siklamat.

Pengawet

Pengawetan tujuannya adalah untuk memperpanjang kondisi penyimpanan makanan. Hal ini disebabkan karena tidak mungkin suatu bahan makanan tidak mengalami proses pembusukan. Pembusukan tersebut bisa terjadi karena berbagai macam hal, misalnya bakteri dan jamur, serangan tikus, atau karena zat di produk itu sendiri, misalnya pembusukan yang terjadi pada buah dan sayur.

rendang dan nasi padangTetapi, jika rendangnya sudah seperti di gambar, saya yakin tidak akan awet (Sumber: generasizeru.com)

Pengawetan paling alami dan sederhana adalah membungkus bahan mentah dengan bumbu yang tebal, seperti rendang misalnya. Rendang dapat bertahan hingga +- 3 bulan, yang penting dipanaskan setiap hari. Selain itu, BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makan) mengeluarkan daftar pengawet sintetis yang dapat dipakai suatu produk di Indonesia, berikut adalah daftarnya

pengawet yang dibolehkan BPOMPengawet buatan yang diijinkan oleh BPOM

Penyedap rasa

Bahan ini digunakan untuk memberikan rasa yang berbeda kepada suatu makanan, misalnya rasa asin dari garam, asam dari perasan jeruk, kegurihan dari air rebusan kaldu ayam atau sapi. Itu adalah sebagian bahan penyedap rasa yang alami dan bisa di dapatkan di dapur rumah serta tempat perbelanjaan.

Zat aditif pada garam dan jeruk nipisPenyedap rasa alami, garam dan nipis (Sumber: tribunnews.com & beautynesia.com)

Tetapi, ketenaran semua penyedap alami tersebut kalah oleh penyedap sintetis berikut ini. Karena saking enaknya penyedap rasa sintetis ini, masyarakat terkadang memandang penyedap sintetis ini sangat berbahaya. Monosodium Glutamat, MSG, atau kalian lebih mengenal penyedap rasa buatan ini dengan nama…………… MECIN.

Contoh zat aditif Micin, MSG, sasaGak usah pake caption ya, terwakilkan di gambar :")

(Sumber: kompasiana.com & tanimart.com)

Nah Squad, cukup itu saja dulu pembahasan tentang zat aditif. Jika kamu ingin melihat pembahasan beserta video dari materi ini, langsung saja cus, ke ruangbelajar, di sana ada ribuan video penjelasan yang tidak hanya menarik, berkualitas, tetapi mudah dimengerti, yuk coba!

ruangbelajar

 

Beri Komentar