Apakah Hukuman dan Penghargaan Masih Efektif untuk Mendidik Anak?

Chairunnisya Tisa Feb 15, 2018 • 3 min read


Tren teknik pengasuhan anak atau parenting saat ini mulai dikenal oleh masyarakat luas. Salah satunya adalah dengan mendidik anak menggunakan hukuman atau penghargaan. Jika anak-anak melakukan kesalahan, mereka akan diberi hukuman sebagai cara agar kesalahan tidak dilakukan lagi. Sebaliknya, jika anak-anak melakukan suatu hal yang benar mereka akan diberi penghargaan sebagai suatu bentuk apresiasi yang orang tua berikan. Namun sadarkah orang tua bahwa cara seperti ini sudah tidak dianggap lagi sesuai? Apa alasannya? Simak ulasannya! 

Berdasarkan buku Punished by Rewards and Unconditional Parenting, hukuman dan penghargaan dianggap hanya dapat mengontrol anak untuk memenuhi kebutuhan orang tua dan hanya efektif untuk hasil membimbing jangka pendek. Maka, penting bagi orang tua mengubah pola mendidik anak untuk menghasilkan hasil jangka panjang. Dr. Alfie Kohn, penulis buku tersebut mengatakan bahwa kedua cara tersebut dapat menghilangkan kreativitas dan kehilangan kesempatan untuk mengatur diri sendiri. 

mendidik anak

Tren parenting yang beralih ke gentle parenting. (Sumber: 727team)

Tren untuk mendidik anak-anak kini beralih ke gentle parenting yang berarti tidak ada hukuman atau penghargaan untuk mendorong anak-anak berperilaku baik, namun mendorong perilaku baik anak-anak untuk melakukan hal yang benar. Biasanya, anak-anak cenderung bersikap baik secara sengaja untuk menerima penghargaan atau menghindari hukuman dari orang tua. Lalu, bagaimana langkah tepat yang harus dilakukan? Orang tua dapat melakukan pendekatan kolaborasi atau kerjasama. Sebagai contoh, menurut Dr. Kohn jika anak-anak melakukan kesalahan, orang tua dapat memberikan pemahaman atas kesalahan yang anak-anak lakukan dan memberi pengertian agar hal tersebut tidak dilakukan lagi. Dibandingkan langsung memberikan hukuman. 

Beberapa pilihan lain selain hukuman dan penghargaan yang dapat dilakukan orang tua adalah:

1. Melakukan tindakan pencegahan

mendidik anakTindakan pencegahan dengan memberi contoh langsung pada anak. (Sumber: gildshire.com)

Tindakan pencegahan dapat mengurangi stres yang mungkin muncul dalam keluarga. Seperti contoh, jika tidak ingin anak-anak menonton TV terlalu lama, maka orang tua dapat memberi contoh dengan mengurangi waktu di depan TV. Melakukan tindakan pecegahan dapat menghemat banyak energi dan waktu.

2. Memotivasi anak-anak secara intrinsik bukan ekstrinsik

mendidik anakAnak-anak bersikap baik tanpa hukuman atau penghargaan (Sumber: huffingtonpost.com)

Hukuman dan penghargaan membuat anak-anak melakukan hal baik dipengaruhi faktor ekstrinsik (faktor eksternal yang memotivasi) bukan instrinsik (hal yang memotivasi dari dalam diri). Kita cenderung melakukan hal dengan benar jika kita bahagia, begitu dengan anak-anak. Jika anak-anak memiliki kontrol lebih terhadap diri mereka seperti pilihan baju yang akan dipakai, anak-anak akan bahagia dan bersikap dengan benar tanpa hukuman atau penghargaan. Nah, dengan dua tips di atas orang tua bisa menghindari hukuman atau penghargaan untuk mendidik anak bersikap baik untuk hasil jangka panjang.

Begitu juga dengan belajar, jika anak-anak merasa bahagia tidak terbebani untuk belajar maka anak-anak akan bersemangat. Orang tua bisa memberikan akses menggunakan ruangbelajar agar anak-anak memahami materi pelajaran jadi lebih mudah dengan mengikuti misi bersama Master Teacher! Terdapat ribuan video belajar dan kuis latihan yang tersedia sehingga membuat #BelajarJadiLuarBiasa.

ruangbelajar

Beri Komentar