Apakah Mengajarkan Dua Bahasa Sedari Dini itu Baik?

Bulan Tamara Horo Okt 19, 2018 • 4 min read


Smart Parents, apakah pernah terlintas di benak Anda untuk membesarkan anak agar mampu menguasai lebih dari satu bahasa? Tak bisa dipungkiri saat ini fasih berbahasa Indonesia saja sudah tidak cukup, anak-anak dituntut untuk mampu bahasa Inggris sebagai bahasa internasional. Mulai dari untuk bersekolah, syarat melamar pekerjaan, syarat melanjutkan kuliah, hingga karena tuntutan lingkungan yang banyak english-speaker. Tentu anak perlu dipersiapkan menghadapi hal ini dari jauh hari. Well, mengantisipasi hal tersebut anak bisa kita ajarkan bahasa asing sedari dini.

Ada banyak sekali perbedaan pendapat mengenai apakah anak perlu diajarkan bahasa bilingual dari kecil atau tidak. Ada pendapat yang mengatakan bahwa apabila anak diajarkan bahasa bilingual dari kecil, anak akan menjadi bingung, tercampur-campur bahasanya, dan menjadi terlambat bicara. Sedangkan ada yang mengatakan anak harus diajarkan bahasa kedua dari kecil agar mereka menjadi lebih fasih dan mudah memahaminya.

Hmmm, memutuskan mau mengajarkan dua bahasa pada anak atau tidak tentu kembali lagi pada keputusan Smart Parents. Tapi sebenarnya tidak ada salahnya kok untuk mencoba mengajarkan dua bahasa pada anak, selama caranya benar dan tidak memaksakan. Kalau caranya benar, tentu hal ini akan bermanfaat bagi masa depannya. 

Yuk, simak 5 hal yang perlu Anda ketahui saat mengajarkan anak dua bahasa.

1. Jangan pernah berpikir bahwa sudah terlambat untuk mengajarkan anak dua bahasa

dua bahasa

Perkenalkan anak pada dengan bahasa asing sedini mungkin (Sumber: arbresh.info)

Setiap otak manusia memiliki sebuah perangkat bernama LAD, Language Acquisition Device yang mampu menyerap dan membedakan berbagai bahasa. Di kalangan bayi dan balita, kemampuan menyerapnya justru sedang tinggi-tingginya, atau yang biasa kita sebut dengan golden moment (0-6 tahun), sehingga akan lebih baik jika anak dikenalkan dan dipaparkan berbagai bahasa yang berbeda pada umur tersebut.

Namun, bukan berarti jika anak sudah melewati golden moment maka ia tidak bisa mempelajari bahasa asing. Memang lebih mudah untuk mempelajari bahasa asing pada saat golden moment, tapi setiap anak tetap bisa mempelajari bahasa asing pada usia berapa pun. 

2. Tentukan goals yang realistis bagi anak

dua bahasa

Jangan membandingkan anak bilingual dengan anak yang berbicara hanya satu bahasa (Sumber: cerebralpalsy.org)

Setiap bayi memiliki perkembangan bahasa yang berbeda-beda. Perkembangan bahasa anak juga dipengaruhi perkembangan biologisnya, sehingga bila perkembangannya belum pada tahap tertentu, kemampuan bahasa juga tidak bisa dipaksakan. Perkembangan biologis ini terkait pertumbuhan fisiolosi seperti lidah masih terlalu besar, laring masih terlalu tinggi, mulut masih kecil/sempit, dan lainnya.

3. Konsisten dengan strategi yang digunakan

dua bahasa

Ada beragam metode untuk mengajarkan bahasa bilingual pada anak. (Sumber: huffpost.com)

Tiap metode memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, tapi kunci agar berhasil ialah konsistensi. Selain itu jangan menggabung-gabungkan dua bahasa dalam satu kalimat dengan sitematika yang salah, misalnya menyebut bola besar menjadi “bola big” karena hal ini bisa menyebabkan speech delay pada anak. Namun, Smart Parents juga harus peka bila strategi yang dilakukan dirasa tidak sesuai/cocok dengan keluarga, dan jangan ragu untuk menggantinya dengan strategi yang lebih sesuai.

4. Menirukan dan membenarkan kosakata anak

dua bahasa

Jelaskan secara perlahan (Sumber: nmbreakthroughs.org)

Saat anak menunjuk sesuatu, Anda harus mengatakan dan menjelaskan mengenai nama benda yang dimaksud oleh anak. Jelaskan dengan perlahan sehingga anak dapat memahami. Berikan koreksi ketika anak salah memilih kata, atau menggunakan “bahasa yang salah”. Tentunya dengan cara yang lembut, misalnya ketika melakukan komunikasi, sentuh wajah anak sambil membenarkan perkataannya dengan penuh kasih sayang.

5. Manfaatkan teknologi sebagai media belajar bagi anak

dua bahasa

Namun jangan hanya mengandalkan media untuk mengajarkan anak.(Sumber: cdn.images.express.co.uk)

Anak belajar bahasa melalui interaksi dengan manusia. Mereka belajar bahasa dari mendengar, melihat, dan menirukan orang-orang di sekitarnya. So, jika ingin anak mampu berbahasa bilingual, Smart Parents perlu memberikan sebanyak-banyaknya interaksi pada anak menggunakan bahasa tersebut.

Smart Parents, ingin mengajarkan anak bahasa asing namun tidak bisa? Jangan khawatir, tentukan sendiri guru privat untuk anak Anda di ruangles. Ada 80.000 guru yang bisa Anda pilih sesuai kriteria dan kebutuhan Anda dan anak di ruangles. Yuk, cari sekarang!

New Call-to-action 

Beri Komentar