Apakah Tumbuhan Merasakan Sakit?

Flamora Gresafira Agu 13, 2020 • 4 min read


Apakah Tumbuhan atau Tanaman Merasakan Sakit?

Artikel ini mengulas apakah tumbuhan merasakan sakit dan bagaimana tumbuhan dalam menangani luka?

--

 

Bayangkan jika kamu terluka karena tersandung batu. Apa yang kamu rasakan?
Hiks, ya pasti sakit dong!

Lalu, apa yang biasanya kamu lakukan? Menangis? Meringis? Mengusap-usap kaki yang terluka? Atau malah ngomel ke batu?
Iya, iya, bukan. Bisa jadi!

Rasa sakit yang kamu rasakan merupakan ‘buah’ peran dari sistem saraf yang kamu miliki. Sistem saraf berperan dalam memproses impuls gangguan pada tubuh, lalu diproses ke otak dan sumsum tulang belakang. Lalu muncul deh, rasa sakit yang diikuti dengan respon meringis, usap-usap kaki, dan menyalahkan batu. Hal ini juga terjadi pada hewan bila terluka. Mereka juga merasakan sakit yang sama seperti kita karena memiliki sistem saraf.

Hmmm, lalu apa kabar dengan tumbuhan yang tidak memiliki sistem saraf?

Saat ulat menggerogoti daun misalnya, atau saat pohon-pohon ditebang sembarangan oleh manusia. Huhu, mereka merasakan sakit juga nggak ya kayak kita?

Cup, cup, cup, yuks kita ulas bersama!

Ketika terluka, tumbuhan memiliki respon yang diproses oleh sistem sinyal sistemik. Sistem ini memiliki peran yang hampir sama dengan sistem saraf yang dimiliki manusia dan hewan dalam menangani luka. Seorang peneliti bernama Simon Gilroy, mengidentifikasi sistem sinyal sistemik pada tumbuhan melalui pemberian sebuah protein bernama fluorescent. Protein ini akan memancarkan cahaya jika kadar kalsium yang berguna untuk menyampaikan impuls meningkat

Respon tumbuhan saat bagian tubuhnya terluka
Sumber: Science Magazine via Youtube

Konon, saat ulat menggerogoti daun, maka daun akan mengeluarkan asam amino bernama glutamat. Secara bertahap, glutamat akan mengaktifkan kalsium di seluruh bagian tumbuhan. Selanjutnya, kalsium yang berperan menyampaikan impuls akan memicu sistem pertahanan tumbuhan. Hal ini akan membuat daun terasa tidak enak sehingga ulat berhenti menggerogoti tumbuhan tersebut.
 
 

Selain mekanisme pertahanan di atas, beberapa tumbuhan juga melepaskan senyawa organik yang mudah menguap (Volatile Organic Compound). Senyawa tersebut berperan mengusir musuh tumbuhan serta mengundang hewan lain agar memangsa si musuh. tumbuhan kapas misalnya, ketika diserang oleh musuhnya seperti ulat dan ngengat, dia akan mengeluarkan senyawa yang menarik perhatian tawon, pemangsa ulat dan ngengat. Dengan begitu, tumbuhan kapas dapat selamat karena ngengat akan dimangsa tawon.

Mekanisme Pertahanan Tumbuhan Kapas

Perilisan Senyawa Organik oleh Tumbuhan Kapas untuk Mengusir Ulat.
Sumber: TedEd via Youtube

Jadi, tumbuhan beneran ngerasain sakit atau nggak nih?

Ya, memang sih, belum diketahui pasti rasa sakit yang dirasakan tumbuhan sama persis seperti yang kita rasakan saat terluka. Namun yang pasti, tumbuhan dapat mengetahui bahwa dirinya terluka dan merilis respon pertahanan yang amat cepat supaya lukanya tidak lebih parah. Iya, lebih pasti daripada ia yang telah mengikat janji, “Nggak punya receh nih, pinjem dulu dong. Entar diganti”.

Meme tumbuhan merespon luka
 

Gimana nih kamu udah paham dong pastinya? Jujur, keren banget nggak sik tumbuhan? Makhluk yang kelihatannya kalem, nggak berdaya, ternyata memiliki sistem pertahanan yang super cerdas dan tanggap. Jadi minder nggak, kamu? Huhu. Yuk, kita juga harus punya sistem pertahanan diri sebagai persiapan jikalau berhadapan dengan musuh. Iya, musuh kemalasan dalam diri kamu, misalnya. Hiii, itu tipe musuh yang paling susah kamu lawan kan, ngaku deh!

Nah, supaya belajarnya nggak malas dan nggak boring, coba belajar dengan video beranimasi di ruangbelajar, deh. Belajar seluruh pelajaran sekolah, bahkan yang paling susah sekalipun, jadi lebih gampang. Penasaran kan? Ayo gabung sekarang!

Download sumber:

Peneliti Simon Gilroy - Glutamate triggers long-distance, calcium-based plant defense signaling

Senyawa organik mudah menguap - Plant training for induced defense against insect pests: a promising tool for integrated pest management in cotton

ruangbelajar

Beri Komentar