Bahaya Dibalik Mengabaikan Burnout Saat Kerja

Oktaviani Satyaningtyas

Sep 19, 2018 • 5 min read

sukses kerja


Lelah dalam bekerja mungkin hal yang biasa. Namun apa jadinya jika hal itu membuat Rekan Kerja tidak bersemangat dalam mengerjakan apapun di kantor? Atau lelah itu justru membuat Anda sulit tidur bahkan tidak memiliki nafsu makan? Jangan disepelekan, bisa jadi kondisi tersebut merupakan gejala burnout.

Seperti yang dilansir dari Forbes (2015), burnout merupakan sebuah kondisi dimana penderitanya merasa lelah secara mental dan fisik akibat kerja yang berlebihan. Burnout juga dikatakan sebagai salah satu bentuk stres yang dapat berkembang menjadi depresi jika tidak segera diatasi.

Sayangnya pada kebanyakan kasus penderitanya sering tidak menyadari kehadiran burnout karena gejalanya sering disepelekan dan dianggap sebagai efek kelelahan bekerja pada umumnya. Padahal ada beberapa gejala burnout yang harus mulai Anda waspadai seperti berikut:

1. 24 Sehari tidak cukup

burnout saat kerja

Burnout membuat waktu 24 jam sehari tidak cukup (Sumber: news.zlien.com)

Seseorang yang mengalami burnout sering merasa tidak memiliki waktu untuk mengerjakan aktivitasnya. Perasaan seperti dikejar-kejar dan terburu-buru menjadi hal yang paling sering dirasakan.

2. Rasa khawatir berlebihan

Burnout saat kerja

Seseorang yang sedang mengalami burnout cenderung selalu dirundung rasa khawatir dan cemas (Sumber: hayatouki.com)

Cemas dan khawatir sering menjadi perasaan yang menghantui penderita burnout. Kebanyakan orang yang mengalami hal ini akan merasa cemas dan khawatir tentang masa depan, takut tidak memiliki performa baik dalam pekerjaan, merasa tidak melakukan sesuatu dengan baik, dan perasaan membuang-buang waktu.

3. Tidur terasa melelahkan

burnout saat kerja

Tidur di malam hari pada penderita burnout justru akan terasa melelahkan (Sumber: memd.com)

Tidur di malam hari seharusnya dapat mengembalikan energi Anda yang hilang. Namun penderita burnout justru akan merasa semakin lelah setelah tidur dan tidak memiliki semangat untuk menjalani aktivitas selanjutnya.

4. Tidak ada motivasi

burnout saat kerja

Akibat burnout, motivasi kerja hilang dan produktivitas akan menurun (Sumber: zippia.com)

Mulai menunda dan menumpuk pekerjaan atau tidak bergairah untuk memberikan performa terbaik dalam bekerja? Hati-hati, bisa jadi Rekan Kerja mengalami burnout tanpa disadari. Burnout yang terus diabaikan akan membuat produktivitas menurun dalam pekerjaan di kantor. Hal ini jelas akan merugikan perusahaan karena pekerjaan yang seharusnya bisa diselesaikan jadi tertunda dan bisa mempengaruhi tim lainnya.

5. Perubahan mood

burnout saat kerja

Perasan tidak gembira akan berujung perubahan mood cepat pada mereka yang terkena burnout (Sumber: thoughtcatalog.com)

Rasa lelah dan stres yang berlebihan akan membuat suasana hati menjadi buruk. Hal ini akhirnya akan membuat seseorang sering mengeluarkan kata-kata negatif dan putus asa disertai wajah yang muram. Jika sudah begini selain merugikan diri sendiri, teman kantor Anda juga bisa menjauh lho.  

 

Beberapa ciri burnout di atas sebaiknya tidak Rekan Kerja sepelekan begitu saja ya. Jika burnout dibiarkan terus menerus tanpa ada penanganan, karier Anda di kantor yang akan jadi taruhannya. Selain pekerjaan, burnout juga bisa mengganggu kehidupan pribadi seperti mendorong untuk terus berpikir negatif, mengganggu relasi dengan orang lian,  bahkan memicu bunuh diri.

Nah, agar burnout tidak merusak kehidupan Anda, segera perbaiki dengan langkah konkret seperti merencanakan liburan atau mengambil cuti. Jeda sejenak dari pekerjaan akan membantu seseorang mengembalikan kesegaran tubuh dan pikirannya. Tidak hanya itu, liburan juga bisa memberi Anda waktu untuk kembali berpikir terhadap pekerjaan yang dilakukan selama ini atau menyusun ulang rencana hidup kedepannya.

Setelah membaca artikel tadi, semoga Rekan Kerja tidak lagi mengabaikan burnout dalam bekerja ya. Agar motivasi bekerja bisa lebih meningkat, baca juga artikel lainnya di aplikasi ruangkerja yang bisa diunduh melalui Play Store atau App Store. 

New call-to-action

 

Beri Komentar

Recent Posts