Mendidik Anak lewat Belanja Bulanan

Rabia Edra

Mar 28, 2019 • 4 min read

parenting


mendidik anak

Smart Parents, saat waktunya berbelanja bulanan terkadang terpaksa harus mengajak anak sebab tak ada yang menjaganya di rumah. Lalu, Anda berpikir bahwa agenda pergi ke supermarket akan menjadi sangat melelahkan dan lama karena harus sambil memantau si buah hati agar tidak mengambil barang atau melakukan hal nakal lainnya yang akan membuat repot. Alih-alih berpikir seperti itu, mengapa tidak manfaatkan kesempatan ini untuk membangun bonding atau relasi yang lebih baik dengan si anak. Sekaligus sebagai media pembelajaran untuknya dan juga menyenangkan bagi Anda. Menarik 'kan? Bagaimana caranya?

1. Pilih waktu berbelanja saat bukan jam tidur anak

mendidik anak

Anak yang lelah dan lapar akan jauh lebih sulit diajak bekerja sama. Idealnya, ia sudah istirahat, diberi makan, dan Anda tidak sedang buru-buru. Pastikan juga orang tua cukup makan, istirahat, dan sedang good mood. Jika Anda bawaannya pemarah, pasti juga akan cenderung mudah bad mood di perjalanan, lho. Bahkan, kalau sempat, mungkin sebelum berbelanja bisa mampir ke play land terlebih dahulu untuk membuatnya banyak mengeluarkan energi fisik dan bersenang-senang, sehingga saat berbelanja cenderung membuat anak-anak lebih santai.

2. Lakukan belanja dengan singkat

mendidik anak

Anak-anak memiliki rentang perhatian yang pendek dan biasanya tidak terlalu menikmati toko-toko. Jika memungkinkan, jangan terlalu banyak memasuki toko dan tidak mudah tergoda untuk melihat semua yang ada di tempat perbelanjaan, melainkan hanya yang penting-penting saja. Buatlah daftar belanja agar dapat menghemat waktu dan membantu Anda tidak melupakan barang yang harus dibeli. Minta juga mereka menjadi pengingat, ke toko mana saja yang harus didatangi. 

3. Awasi anak melihat-lihat barang

Jika orang tua membawa anak di bawah usia sekolah, harap perlu diperhatikan dan diawasi ke mana ia berjalan. Jangan sampai ia menuju tempat yang berisikan deretan bahan berbahaya atau beracun. Bahkan, apalagi ketika ia menuju tempat elektronik dan bagian pecah belah. Tentu saja Anda tidak mau mengganti barang yang dirusak oleh si buah hati, bukan? Jadi, perhatikan dari jauh ya gerak-geriknya.

4. Ciptakan proses belajar

mendidik anak

Latih anak untuk membantu Anda dengan membawakan kereta dorong belanja. Selain itu, ajak ia terlibat dalam pengambilan keputusan membeli barang. Biarkan ia mampu memilih berdasarkan kualitas, kuantitas, dan juga harga yang tertera pada barang. Minta anak untuk mencari barang yang diperlukan, misalnya: 1) mencari susu kesukaannya; 2) mengambil satu sisir buah pisang; atau 3) mengambil satu pack tissue. Anda juga bisa ingatkan ia akan ada hadiah makan siang spesial sesudahnya.

Selain itu, orang tua pun bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar bahasa Inggris. Banyak sekali merk makanan atau minuman yang menggunakan bahasa asing. Minta mereka menyebutkan dengan suara lantang lalu coba eja setiap kata. Bisa juga dengan mengajaknya menghitung bersama jumlah buah atau sayur yang sudah dimasukkan dalam keranjang belanja. Atau membuat perhitungan terhadap selisih harga antara dua barang dan diakhiri dengan menentukan mana yang termurah?

Terakhir, jika ingin proses belajar yang jauh lebih mendalam maka orang tua bisa bertanya pada anak mengenai mana sereal dengan kalori dan serat yang paling banyak. Serta menanyakan dari mana asal makanan yang dibeli tersebut, apakah itu dari hewan, tumbuhan, atau artifisial (buatan)?

5. Konsisten pada daftar belanja

mendidik anak

Di akhir sesi belanja bulanan, orang tua akan berterima kasih atas bantuan anak saat berbelanja dengan sebuah makan siang spesial atau malah pergi ke bioskop untuk menyaksikan film menarik terbaru. Maka, tidak ada lagi tambahan jajanan atau belanja di luar daftar yang sudah ditentukan sejak di rumah. Contohkan bahwa Anda tidak akan mengambil barang-barang yang dianggap tidak perlu saat melewati deretan barang di supermarket. Sehingga dengan begitu, anak pun tidak akan iseng mengambil permen atau cokelat saat mengantre bayar di kasir. 

Sekali, dua kali, hal ini diterapkan saat berbelanja. Anak akan menjaga konsistensinya dan tidak akan berani merengek karena pada akhirnya ia tahu bahwa hal itu tidak penting dan Anda sebagai orang tua juga tidak akan membelikannya. 

Gimana Smart Parents, seru 'kan kalau bisa mendidik anak sambil berbelanja? Dua, tiga pulau jadi bisa terlampaui dalam waktu bersamaan deh! Nah, orang tua cerdas juga tentu tidak akan bosan untuk mendidik anak-anaknya kapan pun dan di mana pun. Lengkapi proses belajarnya dengan Ruangguru yuk! Belajar ribuan materi pelajaran kini serasa main games.

ruangbelajar 

Beri Komentar

Recent Posts