Benarkah COVID-19 Dampak Pola Hidup Tidak Sehat?

Dampak dari virus Corona

 

Artikel ini membahas tentang COVID-19 yang menjangkit banyak orang akibat pola hidup yang tidak sehat

--

Lebih baik mencegah daripada mengobati! Semboyan yang entah sudah berapa tahun lamanya awam terdengar di telinga kita, faktanya masih sangat relevan diucapkan hari ini. Tentunya, di tengah eksisnya 2019 Novel Coronavirus (2019 nCov) yang perlahan-lahan menyebar ke berbagai negara.

Saat virus ini baru menjangkit masyarakat China dan Jepang, masyarakat Indonesia, ya kita-kita ini dengan santainya bilang,

“Orang-orang kita mah daya tahan tubuhnya kuat-kuat, soalnya dari kecil udah terbiasa jajan yang banyak micinnya, yang gorengan-gorengan, bahkan di pinggir jalan yang banyak kendaraan.”

Atau “Tenaang, virus mah takut sama badan orang-orang Indonesia.”

Nggak lama kemudian, 2 orang WNI positif terjangkit COVID-19. Geger! Di mana-mana orang mulai panik. Masker penutup hidung dan mulut pun menjadi barang yang sangat tinggi nilai gunanya. Menjadi langka dan mahal harganya. Kemudian diikuti juga oleh sabun cair dan sabun antiseptik yang semakin sulit ditemukan. Padahal, rumah sakit-rumah sakit sangat membutuhkannya.

Apa yang salah dari kita? Apakah membeli membeli sabun antiseptik itu perbuatan yang salah? TIDAK! Tidak ada yang salah dari itu. Tapi, yang menjadi persoalan adalah, kenapa baru sekarang? Kenapa malah saat 2019 nCov mulai menyerang tubuh manusia, kita baru sadar.

Bukankah sejak kecil kita sudah diajarkan untuk membiasakan mencuci tangan menggunakan sabun? Bukankah sudah berulang kali muncul kejadian serupa, bahkan lebih parah, seperti SARS, MERS, atau Flu Burung.

Tidak ada yang salah juga dari membeli dan menggunakan masker ketika sakit. Karena fungsinya adalah agar virus yang bersarang di tubuh kita tidak menyebar dan menulari orang lainnya.

Nah, kalau sehat? Boleh-boleh aaaja, tapi dahulukan untuk orang-orang yang sakit ya. Pakai masker itu sebenarnya kan nggak nyaman, pernapasan jadi terganggu kalau pakai masker, nanti dari yang nggak sakit malah jadi ngos-ngosan kekurangan oksigen, terus pusing, malah jadi sakit.

Sekarang kita balik lagi ke pembahasan soal COVID-19. Pertanyaannya, kapankah virus ini akan menyerang kita? Apa yang harus kita perbuat untuk mencegah bersarangnya virus ini di dalam tubuh kita? Jangan-jangan banyak yang lupa bagaimana cara kerja virus?

Emangnya apa yang kamu ketahu tentang Corona sih?

Kalau kita bicara soal virus, kamu pun harus memahami terlebih dahulu cara kerjanya. Kamu punya aplikasi Ruangguru? Kalau punya, di video ruangbelajar, di kelas 10 IPA K13 Revisi, Master Teacher Biologi menjelaskan dengan sangat rinci dan detail tentang apa itu virus, replikasinya, klasifikasi virus, cara hidup virus sampai peranan virus itu sendiri.

Sebelum merespon secara berlebihan dan malah memperburuk keadaan, ada baiknya memang kita semua kembali belajar dan mencari tahu informasi sampai ke akarnya.

Kalau kamu sudah menonton video belajar tentang virus di ruangbelajar, atau membaca artikel-artikel konsep pelajaran, pastinya kamu mulai memahami logika dari cara kerja virus. Yap, salah satu virus atau bahkan semua virus akan bekerja, menyerang, dan bermutasi di dalam organ-organ tubuh manusia, ketika keadaannya sedang lemah.

Memang, tingkat keganasan virus berbeda-beda, ada yang ringan, ada yang sedang, ada juga yang ganas. Tapi cara kerja mereka sama.

Maka dari itu, buat yang pernah bilang kalau orang-orang Indonesia itu badannya kuat-kuat dan udah terbiasa sama virus yang ada di jajanan bermicin, berminyak, berwarna-warni, mulai deh mengubah cara pandangnya. Karena ini bicara soal COVID-19 beserta virusnya si 2019 nCov, artinya kita bicara soal gaya hidup. Apakah pola hidup kita sudah sehat? Apakah sudah benar?

Coba deh kamu lihat kakek nenek kamu. Kita belajar dari orang-orang terdahulu, yang tentunya membuat banyak dari kita bertanya-tanya,

“apa sih rahasianya biar bisa panjang umur?” “Kok bisa awet muda,?” “Sampai tua kok masih terlihat kuat dan segar, jarang sakit lagi.”

Ternyata ada perbedaan pola hidup yang sangat signifikan dibandingkan dengan kita lho. Orang-orang dulu itu seperti kakek nenek kita, rajin banget bangun pagi, terus beraktifitas kayak bertani, berkebun, dan lain halnya. Pokoknya bangun pagi terus bergerak dan kena sinar matahari.

Nah, selain itu, konsumsi makanan mereka juga bagus. Sayur-sayuran, buah-buahan, dan lebih banyak minum air putih. Tidur malamnya pun teratur. Makanya mereka pada sehat dan bugar sampai tua. Yaaa paling sakit-sakit orang tua yang muncul. Namanya juga umur kan.

Tips nih buat kamu, ada beberapa tumbuhan yang sebenarnya sangat mudah kamu temukan dan mudah juga dikonsumsinya, tapi luar biasa manfaatnya. Sering banget dikonsumsi kakek nenek kita.

Beberapa tumbuhan yang bisa membantumu untuk membentengi diri dari virus corona adalah: Mengonsumsi tumbuhan yang mengandung curcumin dan berada di Mpon-Mpon, yaitu:

  • Jahe
  • Temulawak
  • Kunyit
  • Sereh

Kegunaan dari tumbuhan herbal ini adalah untuk mencegah virus klinis yang bersarang di tubuh kita. Dijamin, antibodi kamu akan sangat bagus dan virus apapun, pasti mikir-mikir kalau mau berkembang biak di tubuh kamu. Soalnya bentengnya banyak sih.

Jadiiiii, udah mau mengubah pola hidup kamu yang tidak sehat selama ini? Mumpung pemerintah kita memberikan anjuran untuk beberapa sekolah libur terlebih dahulu. Ini waktunya kamu memperbaiki kualitas hidup dan pola makan.

Kalau masalah belajar, tenang aja, karena ada aplikasi Ruangguru, aplikasi belajar terbesar di Asia Tenggara, punya ruangbelajarPlus. Hal ini merupakan bentuk dan upaya Ruangguru dalam menjawab tantangan belajar yang dihadapi siswa-siswi di Indonesia di tengah darurat kesehatan penyakit COVID-19.

New call-to-action

Beri Komentar