Sosiologi Kelas 10 | Bentuk Interaksi Sosial Asosiatif: Kerja Sama, Asimilasi, dan Akulturasi

Bentuk Interaksi Sosial Asosiatif: Kerja Sama, Asimilasi, dan Akulturasi

Artikel ini berisi penjelasan mengenai bentuk interaksi sosial asosiatif yang terdiri dari kerja sama, asimilasi, dan akulturasi.

--

Seiring dengan jumlah kasus virus Corona yang semakin bertambah, setiap wilayah memiliki cara yang unik agar masyarakatnya tetap berada di rumah. Tujuannya, untuk memutus rantai penyebaran virus tersebut.

Seperti di salah satu desa Purworejo, masyarakat setempat berupaya mengurangi mobilitas warga dengan menggunakan pocong jadi-jadian. Para pocong ditugaskan untuk berpatroli di tempat yang sering dilewati warga yang masih suka keluar rumah. Ada juga beberapa pocong yang sengaja di tempatkan di beberapa portal, agar warga nggak bisa lewat gara-gara takut. Hal ini bertujuan untuk menakut-nakuti warga lainnya yang masih suka keluar rumah saat malam hari untuk sekadar nongkrong.

Pocong be lyke, “Bonceng, dong. Capek, nih!(sumber: giphy.com)

Nah, kamu tau nggak nih, usaha yang dilakukan warga di salah satu desa Purworejo ini termasuk dalam contoh bentuk interaksi sosial yang bersifat asosiatif, lho. Hayoo, ada yang masih ingat, apa itu interaksi sosial?

pengertian interaksi sosial

Interaksi sosial yang bersifat asosiatif sendiri maksudnya adalah interaksi ini bersifat positif karena mengarah pada persatuan atau kegiatan-kegiatan yang bersifat baik. Nah, bentuk interaksi sosial yang bersifat asosiatif, di antaranya ada kerja sama, akulturasi, dan asimilasi.

Kali ini, kita akan membahas tentang macam-macam bentuk interaksi sosial asosiatif, nih. Kita akan bahas secara rinci disertai dengan masing-masing contohnya. Penasaran nggak, sih? Oh iya, menurut kamu, kasus pocong jadi-jadian di atas tadi termasuk bentuk interaksi sosial yang mana ya? Yuk, kita cari tau juga jawabannya di artikel ini!

Bentuk Interaksi Sosial: Kerja Sama

Ketika kamu mendengar kata kerja sama, apa yang terlintas di benakmu? Mencontek? Kabur dari sekolah bersama teman-teman? Atau tawuran? Hadeeeuh… Itu bentuk kerja sama yang nggak baik dan harus dihindari, ya!

Pengertian Kerja Sama

Dalam kerja sama, harus ada yang namanya kesadaran dari setiap orang yang terlibat, serta suasana yang menyenangkan dalam setiap pembagian tugasnya. Individu yang terlibat dalam sebuah kerja sama pasti mendapat job desc atau tugasnya masing-masing, sehingga setiap individu harus memiliki kemampuan yang sesuai dengan tugas yang dikerjakan, agar tujuan yang ingin dicapai dapat berjalan dengan baik.

Bentuk Interaksi Sosial: Kerja Sama

Nah, terjawab ya sekarang, ternyata, tindakan yang dilakukan warga di salah satu desa Purworejo itu merupakan bentuk kerja sama. Soalnya, warga melakukan usaha tersebut karena memiliki tujuan dan kesadaran yang sama, yaitu ingin mencegah penyebaran virus Corona.

Bentuk Interaksi Sosial: Jenis-jenis kerja sama

Berdasarkan pelaksanaannya, terdapat lima bentuk kerja sama nih, yaitu gotong royong, bargaining, kooptasi, koalisi, dan joint venture. Kita bahas satu per satu, yaaa.

Gotong royong

Gotong royong atau bekerja bersama-sama merupakan bentuk kerja sama yang dilakukan untuk mencapai kepentingan bersama. Gotong royong termasuk jenis kerja sama spontan, lho. Hal ini karena masyarakat melakukan tindakan tersebut secara sukarela, tanpa perintah atau tekanan, dan saling membantu untuk mencapai tujuan yang mereka inginkan.

Contoh Bentuk Kerja Sama Gotong Royong

Bargaining

Bargaining atau tawar menawar merupakan kesepakatan tukar menukar barang atau jasa antara dua pihak atau lebih dengan mengutamakan prinsip keadilan. Maksud dari prinsip keadilan adalah kedua pihak bisa sama-sama memperoleh keuntungan. Misalnya, ketika sedang melakukan tawar menawar barang, harga akhir merupakan hasil keputusan bersama antara penjual dan pembeli yang dirasa adil. Penjual masih bisa memperoleh keuntungan yang cukup, sedangkan pembeli bisa mendapatkan harga yang nggak terlalu mahal.

Kooptasi

Kooptasi adalah proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan dan pelaksanaan politik untuk menghindari konflik yang bisa merusak suatu organisasi. Unsur-unsur baru tersebut bisa berupa pergantian pemimpin atau kebijakan yang dilakukan pemimpin tersebut.

Contoh Bentuk Kerja Sama Kooptasi

Koalisi

Koalisi adalah kerja sama antara dua organisasi atau lebih yang memiliki tujuan yang sama. Nah, meskipun tujuannya sama, koalisi memungkinkan terjadinya keadaan yang nggak stabil loh, karena masing-masing organisasi memiliki struktur yang berbeda satu sama lain. Contoh koalisi adalah ketika dua atau lebih partai saling bergabung untuk memberikan dukungan kepada partai lain untuk maju pada pemilihan presiden.

Joint Venture

Joint venture adalah kerja sama antara dua perusahaan atau lebih untuk menjalankan usaha bersama dalam periode waktu tertentu. Kerja sama ini biasanya terjadi antara perusahaan luar negeri (asing) dengan perusahaan dalam negeri. Joint venture termasuk jenis kerja sama kontrak karena dilakukan atas dasar aturan tertentu dan sudah disepakati secara tertulis dalam sebuah kontrak.

Kerja sama Joint Venture

Bagaimana? Sudah cukup jelas kan penjelasan mengenai kerja sama? Nah, sebelum beralih ke bahasan selanjutnya, yuk coba isi quiz di bawah ini untuk melatih daya ingatmu!

 

 
 
 

sumber: Topan Tenangsa via Youtube

Oke, kita lanjut ke pembahasan selanjutnya yaaa. Let’s go!

Bentuk Interaksi Sosial: Asimilasi

Apa yang kamu bayangkan pas dengar kata asimilasi? Kombinasi dua proses untuk memasok nutrisi pada sel? Duh, kamu salah alamat dong, itu pengertian asimilasi dalam biologi, ya. Hmm, kalo secara sosiologi, asimilasi itu apa, sih?

Bentuk Interaksi Sosial Asosiatif: Asimilasi

Asimilasi bertujuan untuk mengurangi perbedaan di antara individu atau kelompok, serta menambah persatuan dengan mengutamakan tujuan atau kepentingan bersama.

Salah satu contoh dari asimilasi, yaitu penggunaan bahasa Jawa dan aksennya yang kental oleh etnis Tionghoa yang ada di daerah suku Jawa, sehingga saat berbicara, bahasa Ibu atau bahasa asli etnis Tionghoa nggak lagi terdengar. Hal itu membuktikan bahwa logat atau aksen bahasa Jawa dapat berbaur pada masyarakat etnis Tionghoa yang ada di Jawa.

asimilasi

Bentuk Proses Asimilasi

Kebudayaan Tionghoa kita ilustrasikan sebagai bentuk kotak yang ada di tangan sebelah kanan. Lalu, bentuk segitiga yang berada di tangan kiri merupakan ilustrasi dari kebudayaan Jawa. Nah, jika dua kebudayaan tersebut disatukan maka akan membentuk kebudayaan baru yang diilustrasikan dalam bentuk lingkaran.

Nah, dari ilustrasi di atas, kita jadi tau nih, ketika kebudayaan Tionghoa dan kebudayaan Jawa bertemu, maka akan terjadi peleburan dua kebudayaan yang berbeda. Hasilnya berupa kebudayaan baru, yaitu penggunaan bahasa Jawa yang digunakan oleh etnis Tionghoa. Hal ini terjadi karena adanya faktor yang mendorong terjadinya proses asimilasi.

Faktor yang mendorong proses asimilasi pada masyarakat Tionghoa dan masyarakat Jawa, yaitu karena adanya toleransi dalam kehidupan bermasyarakat. Warga kelompok Tionghoa saling bergaul secara langsung dan intensif dalam waktu yang lama dengan masyarakat Jawa, sehingga kebudayan-kebudayaan dari warga kelompok Tionghoa dapat berubah dan saling menyesuaikan.

Nah, selain sifat toleransi antar sesama kelompok, ada juga faktor pendorong lain yang dapat menyebabkan terjadinya asimilasi, nih. Selain itu, ada juga faktor-faktor yang bisa menghambat proses terjadinya asimilasi, loh. Coba deh flip gambar di bawah.

 

 

 

Jadi, ketika dua kelompok berasimilasi, maka batas antar kelompok akan hilang dan melebur membentuk kelompok yang baru. Asimilasi juga bisa terjadi pada seorang individu. Jika seseorang melakukan asimilasi, maka dia nggak akan membedakan dirinya dengan orang lain sebagai orang asing. Tapi, dia mengidentifikasi dirinya sebagai bagian dari tujuan dan kepentingan bersama.

Bentuk Interaksi Sosial: Akulturasi

Setelah mengetahui bentuk dari kerja sama dan asimilasi, sekarang kita akan membahas bentuk dari akulturasi, nih. Hmm, secara sepintas, akulturasi ini memiliki konsep yang sama lho dengan asimilasi. Tapi, ternyata nggak kayak gitu.

Bentuk Interaksi Sosial Asosiatif: Akulturasi

Berlangsungnya proses akulturasi ini tergantung sudut pandang masyarakat terhadap budaya asing yang masuk. Jika budaya asing itu masuk dengan cara yang damai, maka proses akulturasinya akan berjalan dengan cepat. Sebaliknya, jika budaya asing masuk dengan cara pemaksaan, maka prosesnya akan berjalan relatif lama, ya.

By the way, kamu suka mendengarkan musik keroncong nggak? Musik keroncong ini merupakan salah satu contoh akulturasi yang ada di Indonesia, lho.

Banyak orang yang tau, musik keroncong adalah salah satu musik budaya Indonesia. Padahal, musik keroncong berasal dari sejenis musik Portugis yang bentuknya diiringi oleh musik dawai, seperti biola, ukulele, dan cello. Pada abad ke-16, musik ini pertama kali diperkenalkan oleh para pelaut Portugis ke Nusantara, tepatnya Malaka. Pada tahun 1920-1960, perkembangan musik ini pindah ke Solo dan beradaptasi dengan irama jawa yang lebih lambat, sehingga menghasilkan musik keroncong yang kita kenal sekarang ini. Masyarakat di Jawa, membuat musik keroncong menjadi seni campursari dengan alat musik seperti sitar india, rebab, suling bambu, kendang, dan saron.

akulturasi

Bentuk Proses Akulturasi

Bentuk kotak merupakan ilustrasi dari kebudayaan musik Portugis, sedangkan bentuk segitiga merupakan ilustrasi dari kebudayaan irama musik jawa. Jika dua kebudayaan tersebut disatukan, maka akan menghasilkan kebudayaan baru yang diilustrasikan dengan bentuk kotak dan segitiga yang menyatu. Kebudayaan baru ini tidak menghilangkan ciri dari jenis musik Portugis dan irama jawa, yaitu musik keroncong.

Sama seperti proses asimilasi, proses berakulturasinya jenis musik portugis menjadi musik keroncong disebabkan oleh faktor pendorong terjadinya akulturasi, yaitu adanya kontak dengan kebudayaan lain. Nah, kira-kira faktor penghambat akulturasi apa aja ya? Coba deh, flip gambar di bawah.

 

 

 

Setelah mengetahui penjelasan bentuk interaksi asimilasi dan akulturasi, kamu jadi tau kan apa perbedaan dari keduanya? Asimilasi memadukan antara dua atau lebih kebudayaan yang berbeda, sedangkan akulturasi menerima budaya baru dengan tidak menghilangkan budayanya sendiri. Sekarang, yuk coba jawab quiz di bawah ini!

 

 
 

 

Nah, itu dia penjelasan tentang bentuk interaksi sosial asosiatif yang terdiri dari kerja sama, asimilasi, dan akulturasi. Setelah belajar materi ini, kamu jadi tau kan kalo proses yang terjadi dari ketiga bentuk interaksi sosial asosiatif ini mengandung nilai-nilai positif yang mengarah pada persatuan, hal itu juga didukung oleh sikap menghargai dan keterbukaan yang dimiliki setiap masyarakat.

Bagaimana? Seru kan belajar sosiologi? Kamu bisa menemukan materi bentuk interaksi sosial asosiatif lainnya dengan bergabung di ruangbelajar. Selain video animasi, kamu juga bisa mengasah kemampuanmu dengan mengisi soal-soal biar makin paham.

New Call-to-action

Beri Komentar