Bingung Mengisi Liburan Anak? Yuk, Coba 5 Permainan Tradisional dengan Beragam Manfaat

Andrea Lidwina Des 14, 2018 • 5 min read


Smart Parents, sebentar lagi anak memasuki masa liburan, lho! Anda sudah punya rencana untuk pergi berlibur? Kalau belum, Anda tak perlu khawatir. Smart Parents bisa mengajak anak-anak untuk mencoba beberapa permainan tradisional agar liburan mereka tetap seru walaupun tidak pergi ke mana-mana.

Permainan tradisional biasanya dimainkan oleh masyarakat setempat di satu daerah sehingga mengakar menjadi bagian dari kebudayaan Indonesia. Peralatan yang digunakan dalam permainan tradisional cenderung sederhana dan mudah dicari, tetapi memberikan banyak manfaat bagi anak-anak yang memainkannya. Jadi, Smart Parents bisa mempraktikkan 5 permainan tradisional berikut ini bersama anak di rumah.

1. Bola bekel

Kata bekel berasal dari kata bikkel yang diambil dari bahasa Belanda. Bikkel merupakan gumpalan keras yang terbuat dari logam dan digunakan dalam permainan ini. Namun, di Indonesia, gumpalan tersebut diganti menjadi bola kecil, diameternya sekitar 3 cm, yang terbuat dari karet. Bola ini biasanya menggunakan warna-warna yang mencolok.

permainan tradisional

Anak-anak menunggu giliran bermain bola bekel (Sumber: surabaya.tribunnews.com)

Untuk memainkannya, Smart Parents akan membutuhkan satu bola bekel dan 6-10 biji bekel. Setiap kali bola dilambungkan, pemain harus mengatur biji-biji bekel itu dan menyimpannya dalam genggaman tangan. Selanjutnya, pemain harus menjaga agar bola dan biji bekel di tangannya tidak terjatuh. Jika salah satunya terjatuh, maka giliran main akan berpindah ke pemain lainnya.

Bola bekel mengajarkan anak untuk fokus pada hal yang sedang dikerjakannya dan menentukan strategi yang diperlukan untuk mencapai tujuannya, yaitu terus bermain. Permainan ini juga melatih ketangkasan dan kemampuan koordinasi tubuh anak dalam menggerakkan bola dan biji bekel.

2. Engklek

Permainan ini memiliki nama yang berbeda di setiap daerah di Indonesia. Engklek di Pulau Jawa, setatak di Riau, tejek-tejekan di Jambi, dan lain-lain. Engklek biasanya dimainkan di halaman rumah atau lapangan yang datar dan cukup luas.

permainan tradisional

Orang tua dan anak bermain engklek (Sumber: keluargacaplang.com)

Sebelum permainan dimulai, Smart Parents dan anak perlu menggambar beberapa kotak yang tersusun menjadi bentuk tertentu. Selanjutnya, salah satu pemain akan melempar batu ke kotak pertama dan mulai melompat dengan satu kaki. Pemain harus melewati dan tidak boleh mengenai kotak yang ada batunya. Jika pemain gagal melakukan lompatan satu kaki, maka giliran main berpindah ke pemain lainnya.

Dengan bermain engklek, anak akan melakukan aktivitas fisik karena perlu melompat, melempar, dan mengambil batu. Selain itu, anak juga berlatih untuk menghitung dan menentukan langkah-langkah yang harus dilewatinya.

3. Kelereng

permainan tradisional

Anak-anak sedang membidik target utama dalam permainan kelereng (Sumber: idntimes.com)

Seperti engklek, kelereng juga memiliki banyak nama. Di Jakarta disebut gundu, di Jawa Barat disebut kaleci, di Jawa Tengah disebut keneker, dan sebagainya. Hal ini menandakan kelereng dimainkan hampir di seluruh wilayah di Indonesia. Setiap pemain harus memiliki beberapa bola kelereng, sesuai kesepakatan antarpemain, dan memainkannya di tanah yang datar atau lahan berpasir.

Pertama, setiap pemain meletakkan sejumlah kelereng di dalam sebuah lingkaran. Kumpulan kelereng itu merupakan target utama dari permainan tradisional ini. Kedua, setiap pemain akan membidik dan menyentil kelereng sekeras-kerasnya dari jarak tertentu ke arah target utama tersebut. Semakin banyak pemain mengeluarkan kelereng dari lingkaran, maka itulah pemain yang akan menang.

Permainan yang sangat sederhana ini bisa mengasah kemampuan anak dalam berpikir, melatih ketelitian dan kecermatan, juga membiasakan anak bersikap jujur ketika berkompetisi.

4. Layang-layang

permainan tradisional

Bermain layang-layang bisa mengasah kreativitas dan melatih kesabaran anak (Sumber: kaltim.tribunnews.com)

Sejak 4.000 tahun yang lalu, masyarakat di Pulau Muna, Sulawesi Tenggara sudah memiliki budaya untuk menerbangkan layang-layang. Mereka membuatnya dari bahan-bahan alami, yaitu daun Gadung yang dikeringkan dan disulam dengan lidi, lalu talinya diambil dari serat nanas hutan.

Nah, Smart Parents bisa mengajak anak-anak Anda untuk membuat layang-layang sendiri sebelum menerbangkannya. Bahan yang diperlukan antara lain kertas, penggaris, selotip, dan tongkat kayu untuk badannya. Kemudian, lubangi keempat ujungnya untuk mengikat benang, yang nantinya membantu menerbangkan layang-layang itu. Anak juga bisa menghias dan menggambar badan layang-layang sesuai dengan apa yang ia sukai. Terakhir, Smart Parents harus mencari lapangan yang terkena angin ringan agar layang-layang bisa terus mengudara.

Permainan ini mengasah kreativitas anak dalam membuat dan menghias layang-layang. Selain itu, aktivitas menerbangkan dan mengejar layang-layang juga membuat anak bergerak dan melakukan aktivitas fisik, sekaligus melatih kesabaran dan kegigihannya.

5. Congklak

Permainan tradisional ini tidak hanya dikenal di berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga di negara-negara lain. Cara memainkannya umumnya sama, yaitu hanya membutuhkan dua orang, papan, dan sejumlah biji congklak.

permainan tradisional

Dua orang bermain congklak (Sumber: tekno.tempo.co)

Setiap lubang kecil dalam papan congklak diisi dengan 7 biji congklak, kecuali dua lubang di ujung kanan dan kiri (dua lubang itu adalah milik masing-masing pemain untuk menyimpan biji congklak mereka). Berikutnya, pemain akan mengambil 7 biji dari satu lubang dan menaruh setiap biji di setiap lubang. Jika sudah tak ada biji congklak lagi di setiap lubang, maka permainan dianggap selesai. Pemain yang menang adalah yang mengumpulkan biji congklak paling banyak di lubang miliknya.

Congklak akan membiasakan anak-anak untuk memahami aturan yang berlaku dan menghargai pencapaian orang lain. Ditambah, anak harus menyusun strategi agar bisa memperoleh biji congklak paling banyak ketika giliran mainnya tiba.

Gimana, Smart Parents? Sederhana dan mudah dicoba 'kan permainan-permainan tradisional tersebut? Kalau sudah selesai bermain, Anda juga bisa mencoba ruangbelajar untuk anak. Mereka akan mendapatkan banyak manfaat, seperti belajar dari video beranimasi, mengerjakan latihan soal, dan membaca rangkuman infografis. Yuk, daftar sekarang!

New Call-to-action

Beri Komentar