Selain Picu Kanker, Ini Bahaya Kertas Thermal pada Struk Belanja

Rabia Edra

Apr 2, 2019 • 3 min read

Parenting


kertas thermal

Smart Parents, pernahkah mendengar tentang bahaya Bisphenol A atau BPA pada kandungan bahan plastik? Biasanya, BPA terdapat pada botol minum anak, wadah makanan, dan cangkir plastik. Nah, penelitian juga mengungkapkan bahwa senyawa kimia ini terdapat pada kertas thermal yang digunakan pada mesin kasir. Sehingga kandungannya dapat diserap melalui lapisan bawah kulit dan masuk ke aliran darah serta menjadi pemicu berbagai penyakit. Wah, bahaya sekali ya ternyata? Untuk lebih lengkapnya, yuk baca penjelasannya di bawah ini.

BPA dikenal sebagai pengganggu endokrin yaitu sistem kontrol kelenjar yang menghasilkan hormon yang tersirkulasi di tubuh melalui aliran darah untuk memengaruhi organ-organ lain. Semakin warna kertas memudar karena gesekan kulit kita, hal inilah menandakan semakin banyak pula kandungan kimia yang sudah terserap di tubuh. Menurut John Warner, Ph.D dari Institute for Green Chemistry, ada lebih banyak BPA dalam satu penerimaan kertas termal daripada jumlah total dari botol air polikarbonat yang digunakan selama bertahun-tahun.

Penelitian telah menghubungkan BPA dengan peningkatan risiko kanker payudara dan prostat, penyakit kardiovaskular, serta kelainan reproduksi dan perkembangan otak. Nah, dari semua ini anak-anak di usia yang sedang tumbuh berkembanglah yang menghadapi risiko paling besar dari dampak BPA.

kertas thermal

Berdasarkan penemuan dari Plastic Pollution Coalition California, BPA telah ditemukan pada lebih dari 90% orang dewasa dan anak-anak di Amerika. Kadar tingginya dikaitkan dengan perubahan fungsi tiroid, obesitas, diabetes, penyakit jantung, gangguan fungsi hati dan ginjal, peradangan, hiperaktif, dan gangguan belajar. Pada pria, dikaitkan dengan penurunan libido, kualitas sperma yang lebih rendah, dan perubahan konsentrasi hormon seks. Sementara pada wanita, level ini telah dikaitkan dengan efek reproduksi seperti sindrom ovarium polikistik, infertilitas, keguguran, persalinan prematur, dan peningkatan risiko kanker payudara. 

Bahaya kertas thermal, tidak hanya terjadi pada seorang kasir. Orang tua mungkin masih mendapatkan paparan BPA lebih dari yang Anda sadari karena kertas thermal digunakan dalam begitu banyak hal. Misalnya, kuitansi, boarding pass, label bagasi, tiket kereta, film, konser, bahkan label pada botol resep.

Disadur dari Kompas.com, Badan Perlindungan Lingkungan Hidup Amerika Serikat (US Environmental Protection Agency) pun pernah menguji kandungan BPA dalam thermal paper, khususnya struk ATM. Pengujian menunjukkan, 2,5 mikrogram  BPA akan terpapar dari struk ATM ke tangan manusia jika struk tersebut dipegang selama  sekitar 10 detik. Paparan ini akan meningkat hingga 1,5 kali jika struk ini diremas-remas oleh tangan.

kertas thermal

Walau begitu, sebenarnya tidak semua jenis kertas pada struk belanja mengandung BPA. Berikut ini adalah tes cepat untuk mengetahui apakah kertas adalah jenis termal yang mengandung BPA: goreskan sisi kertas yang sudah dicetak. Jika Smart Parents melihat tanda gelap, kertas itu termal. Sementara itu, beberapa produsen membuat kertas thermal “bebas BPA”, dengan menggunakan bahan kimia serupa yaitu BPS, yang juga dapat menimbulkan bahaya kesehatan yang mirip dengan BPA. Keduanya mudah ditransfer ke kulit. Bisphenol A maupun S ini mudah diserap melalui kulit karena kulit molekulnya lebih kecil.

Jadi apa yang harus orang tua lakukan untuk mengurangi paparan BPA?

  • Mengetahui kertas thermal mana yang mengandung BPA dan yang bukan dengan menggoresnya menggunakan kuku atau koin.
  • Mengurangi penerimaan kertas thermal seusai berbelanja.
  • Jika Anda harus memegangnya, maka usahakan untuk menyentuh bagian belakang non glossy yang mengandung senyawa BPA lebih sedikit.
  • Pilih tanda terima digital, melalui pesan teks atau email. 
  • Saat harus menyimpan struk, maka letakkan di dalam amplop agar kandungan BPA tidak terpapar ke tangan, saku, atau dompet. 
  • Cuci tangan setelah menerima kertas thermal, gosok dengan sabun dan air. 
  • Pakailah sarung tangan lateks jika pekerjaan Anda, banyak berhubungan dengan kertas thermal.
  • Jangan gunakan pembersih tangan setelah menyentuh atau menerima kertas thermal karena kadar BPA bisa naik hingga 185 kali lebih tinggi. Penggunaan produk kulit seperti pembersih tangan, tabir surya, dan pelembab ini sering mengandung bahan kimia yang disebut "penambah penetrasi dermal" yang memecah penghalang pelindung kulit untuk meningkatkan pengiriman bahan aktif BPA.

Gimana Smart Parents, penjelasannya di atas? Semoga ada pengetahuan baru yang dapat diambil ya. Nah, kini jangan hanya orang tua yang dapat referensi pengetahuan tapi anak Anda juga ya. Yuk, ajak anak belajar seperti main games dengan ribuan video belajar beranimasi lengkap dengan ratusan soal. Pakai kode diskon JADIJUARA untuk mendapatkan diskon 45%. Download sekarang!
ruangbelajar

Beri Komentar

Recent Posts