5 Cara Mengajari Anak untuk Menabung

Tedy Rizkha Heryansyah Agu 27, 2020 • 3 min read


P_-_Cara_Menabung-01

Artikel blog Ruangguru kali ini akan membahas tentang 5 tips mengajari anak menabung. Seperti apa tips-nya? Baca dan simak penjelasannya sampai habis ya.

---

Menjadi hal yang wajib jika orang tua harus memantau perkembangan anak. Terlebih bagi mereka yang masih duduk di jenjang awal pendidikan. Selain aspek kognitif (berkaitan dengan nilai pelajaran di sekolah), orang tua juga harus memahami pentingnya mengasah soft skill anak, salah satunya menabung.

Patut digarisbawahi, bahwa aturan mengelola keuangan bagi tiap keluarga tidaklah sama. Artinya, tidak ada aturan baku ya Ayah/Bunda. Semua dikembalikan kepada kondisi ekonomi masing-masing keluarga. Tetapi, mengajari anak menabung sejak dini menjadi sebuah hal yang sangat positif. Kenapa? Hal ini bertujuan untuk membentuk karakter anak yang memiliki sifat cermat dan bisa menganalisa kebutuhannya sendiri di masa depan.

Nah, bagaimana sih memulai mengajari anak menabung sejak dini? Berikut penjelasan selengkapnya.

cara menabungsumber: kompas.com

1. Menetapkan batasan uang saku

Jumlah uang saku yang diberikan Ayah/Bunda pastinya tidak sama di tiap keluarga. Tetapi Ayah/Bunda bisa memberikan pemahaman bahwa uang saku yang diberikan tidak untuk dihabiskan dalam 1 hari. Misal, ketika Ayah/Bunda memberikan uang saku sebesar Rp15.000 per harinya, Ayah/Bunda menjelaskan uang yang diberikan tersebut hanya boleh dipakai Rp10.000 saja. Untuk Rp5.000 sisanya dimasukkan ke dalam wadah/celengan yang sudah disiapkan untuk menabung. Berikan pemahaman manfaat menabung jika anak merengek meminta tambahan uang saku.

2. Menjelaskan manfaat menabung

Berkaitan dengan penjelasan di poin pertama, Ayah/Bunda sebisa mungkin menjelaskan manfaat menabung yang bisa dirasakan oleh anak. Ayah/Bunda bisa memberi tahu bahwa jika dengan menabung bisa membantu meringankan Ayah/Bunda ketika anak ingin membeli suatu baru. Tentunya, penjelasan tentang manfaat menabung juga harus disertakan dengan rencana keuangan anak. Akan dibahas pada poin selanjutnya ya.

Baca Juga: Kapan Sebaiknya Anak Dikenalkan Pada Buku?

3. Ajarkan membuat rencana keuangan

Nah, di poin ketiga ini Ayah/Bunda bisa membantu membuat rencana keuangan untuk anak dari uang tabungannya. Misal, dalam jangka waktu 3 bulan ke depan, anak ingin membeli mainan seharga Rp300.000,. Jika anak mampu menabung Rp5.000 per harinya, artinya sebulan bisa mengumpulkan lebih kurang Rp100.000 (Sabtu dan Minggu tidak diberikan uang saku). Berarti, anak bisa mencapai tujuan untuk membeli mainan tersebut dalam waktu 3 bulan. Rencana keuangan ini juga bisa Ayah/Bunda ajarkan untuk jangka waktu yang lebih lama juga.

cara menabung yang baiksumber: kakamera.com

4. Memberi penghargaan pada anak

Saat akhir pekan, tidak ada salahnya meminta bantuan anak untuk melakukan pekerjaan rumah seperti mencuci piring atau bahkan mencuci kendaraan. Setelah selesai, Ayah/Bunda bisa memberikan penghargaan. Tidak harus dalam bentuk uang untuk menambah semangatnya untuk menabung. Ayah/Bunda bisa memberikan celengan baru atau bahkan buku tabungan di bank yang khusus diberikan untuk anak.

5. Membuka buku tabungan anak di bank

Buku tabungan anak yang dibuatkan di bank bisa menjadi pilihan hadiah untuk anak lho. Ayah/Bunda bisa memberikan hadiah spesial untuk anak jika mereka sudah semangat untuk menabung atau membantu pekerjaan rumah. Bahkan, tidak ada salahnya jika Ayah/Bunda langsung mengajak si anak untuk ikut mengetahui proses membuka rekening tabungan di bank lho. Dengan begitu diharapkan anak semakin tumbuh motivasinya untuk menabung.

Nah, itu tadi cara ajari anak menabung yang bisa diajarkan sejak dini. Bagaimana? Apakah Ayah/Bunda ingin menerapkannya atau bahkan sudah menerapkannya? Semoga penerapannya lancar ya Ayah/Bunda.

Ayah/Bunda bisa memberikan penghargaan atas kegigihan mereka dalam menyisihkan uangnya dengan mendaftar di Brain Academy Online. Bimbel interaktif terbesar yang dihadirkan Ruangguru. Daftar sekarang dan dapatkan diskon 80%

BA online

Beri Komentar