Blog Ruangguru

    Cara Menghitung Pajak dan Diskon

    By Rabia Edra · Dec 5, 2017

    Matematika_Header (1).jpg

    RG Squad, apa kamu suka membeli suatu barang? Apalagi jika barang itu mendapat diskon ya? Hmm, pasti kalian semakin ingin membelinya, bukan? Tapi, apa kalian tahu diskon itu apa? Nah, dalam artikel ini kita bahas yuk penjelesan, cara menghitungnya, dan juga cara menghitung pajak! Simak penjelasan berikut  ini!

    cara menghitung pajak - diskon di pusat perbelanjaan

    Diskon di pusat perbelanjaan. (sumber: media.vivanews.com)

    A. Diskon atau potongan harga

    Diskon adalah potongan harga yang diberikan penjual terhadap harga jual suatu barang.  Sering kita jumpai ketika berbelanja di toko atau supermarket, tulisan diskon 50%, diskon 80% atau bahkan diskon 60% + 40%.

    Contoh:

    Misalkan tertulis diskon 40% pada barang yang harga jualnya Rp200.000,00 artinya potongan harga yang diberikan untuk barang tersebut adalah 40% x Rp200.000,00, yaitu Rp.80.000,00.

    Secara umum, jika diskon a% sedangkan harga jual HJ, maka:

    zenius.pngB. Pajak

    Pajak adalah besaran nilai suatu barang atau jasa yang wajib dibayarkan oleh masyarakat kepada pemerintah. Besaran pajak diatur oleh peraturan perundang-undangan sesuai dengan jenis pajak.

    cara menghitung pajak - Membayar pajak di kantor pajak

    Membayar pajak di kantor pajak. (sumber: elshinta.com)

    Jenis pajak yang terkait dengan jual beli terdiri dari:

    Pajak Pertambahan Nilai (PPN) adalah pajak yang harus dibayarkan oleh pembeli kepada penjual atas konsumsi/pembelian barang atau jasa. Penjual tersebut mewakili pemerintah untuk menerima pembayaran pajak dari pembeli untuk disetorkan ke kas Negara. Besar PPN adalah 10% dari harga jual.

    Contoh:

    jika harga jual Rp80.000,00 (tanpa pajak). Dengan PPN, maka pembeli harus membayar sebesar:

    HJ + PPN = Rp80.000,00 + (10:100) x Rp80.000,00

    = Rp80.000,00 + Rp8.000,00

    = Rp88.000,00

    Pajak Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) adalah pajak yang harus dibayarkan oleh pengusaha kecil atau menengah kepada pemerintah, yaitu sebesar 1% dari nilai omzet. Omzet yaitu jumlah uang hasil penjualan barang dagangan tertentu selama suatu masa jual (satu hari/satu bulan/satu tahun).

    Contoh:

    Pak Bagus seorang penjual bakso. Dalam sehari, rata-rata dia bisa menjual 200 mangkok bakso, dengan harga satu mangkok bakso Rp20.000,00.

    Pajak UMKM yang harus dibayarkan selama satu bulan, sebagai berikut:

    Omzet satu hari = 200 x Rp20.000,00 = Rp4.000.000,00

    Omzet satu bulan = Rp4.000.000,00 x 30 = Rp120.000.000,00

    Pajak UMKM = 1% x Rp120.000.000,00 = Rp1.200.000,00

    Jadi Pak Bagus harus menyetor pajak UMKM atas usahanya sebesar Rp1.200.000,00 per bulan ke kas negara melalui kantor bank.

    rangkuman - diskon pajak.png

    Bagaimana RG Squad pemaparan materi di atas? Semoga bermanfaat dan mudah untuk dimengerti ya. Kalau kamu masih bingung, yuk belajar dengan guru pilihanmu sendiri di ruangles!

    New Call-to-action

    Share this:

    Tags: konsep pelajaran, SMP, Kelas VII, matematika vii

    Tulis Komentarmu

    Paling Banyak Dibaca

    Subscribe Blog Ruangguru