Cerita Bunda Yanzimar di Balik Kesuksesan Iman Usman

Rabia Edra

Jan 28, 2019 • 3 min read

parenting


 sukses usia muda

Artikel ini membahas tentang cerita Ibunda Iman Usman, Bunda Yanzimar dalam mendukung anak agar sukses di usia muda.

--

Lahir dari seorang Ibu yang tinggal di lingkungan keluarga yang sederhana pada 26 tahun silam, tidak membuat Iman Usman membatasi cita-citanya sejak kecil. Bunda Yanzimar—ibunya, kali ini akan menceritakan bagaimana perjuangan dan pengorbanan yang dilakukan oleh keluarganya demi mendukung serta memfasilitasi agar Iman bisa meraih kesuksesan di usia muda. Smart Parents, penasaran? Simak kisahnya.

Bu, Iman denger ada les baru di situ, pengen bisa les di sana,” ucap Iman kecil pada ibunya. Mendengar permintaan itu, Bunda menyadari bahwa ada keterbatasan untuk membiayai keinginan anak laki-laki satu-satunya itu. Namun walau kondisi tersebut tak juga menyurutkan semangat Iman untuk semakin ingin menambah ilmu pengetahuan serta wawasannya. Kegigihan anaknya inilah yang membuat Bunda turut bersemangat agar dapat mewujudkan keinginan anak bungsunya. “Kami menyampingkan kebutuhan lain, dan memprioritaskan segala upaya agar Iman bisa menggapai cita-cita,” ujar Bunda Yanzimar.

sukses usia muda

Iman bersama Bunda Yanzimar (Sumber: instagram.com/imanusman)

Apalagi saat itu di Kota Padang, biaya bimbingan belajar terbilang cukup mahal. Sulit menemukan tempat belajar yang murah dan juga berkualitas, tidak seperti saat ini yang mulai banyak pilihan. “Jaman dulu, les itu hanya untuk kalangan eksklusif, sampai akhirnya Iman buka les gratis bahasa Inggris di rumah karena tahu banyak orang yang nggak mampu membayar les,” kenang Bunda. Intinya, Ibu dengan enam anak ini akan selalu mengusahakan supaya kemampuan anaknya yang sudah di atas rata-rata sejak dini ini dapat tersalurkan dengan baik. “Kalau keluarga kami merasa sedang nggak ada (uang), ya diada-adakan. Kalau merasa kami nggak bisa, ya pokoknya harus dibisa-bisakan,” tuturnya.

Selain itu, ia merasa usaha saja tidak cukup jika tidak diiringi dengan doa. Baginya, mendoakan anak adalah senjata terampuh dari orang tua karena tidak ada batasnya dan dapat dilakukan sesering mungkin sampai setiap keinginan baiknya terwujud. Bunda Yanzimar juga berpesan untuk Smart Parents agar dapat mengenalkan figur panutan yang dapat dicontoh bagi anaknya, sehingga Iman bisa terus terpacu untuk berprestasi.

sukses usia muda

Iman bersama Ayah dan Ibunya saat lulus S2 (Sumber: instagram.com/imanusman)

“Sewaktu kecil, Iman ingin seperti sepupunya yang berkuliah dan lulus dari ITB (Institut Teknologi Bandung) yang bisa membanggakan orang tua dan mengangkat nama keluarga,” ucap Bunda. Pasalnya, jika melihat sosok yang bisa menginspirasi dan orang tersebut dekat dengan kita akan menjadi jauh lebih berdampak dibanding hanya mengidolakan orang yang tak dikenal.

Terakhir, untuk mendukung kesuksesan sang buah hati, Bunda juga harus rela berkorban untuk melepas anak merantau sampai ke New York demi meraih pendidikan tinggi di Columbia University. Tak sampai di situ, pekerjaan Iman saat ini sebagai Chief of Product and Partnership (CPO) di Ruangguru membuat waktu, pikiran, dan semuanya juga terfokus pada start-up teknologi pendidikan ini. “Waktu untuk kumpul keluarga jadi sangat minim, kalau diajak Iman pasti jawab ada meeting dan lain sebagainya,” kata Bunda Yanzimar. Meski demikian, beliau sadar bahwa semua pengorbanan yang dilakukan oleh keluarganya untuk Iman, demi mampu menghasilkan pendidikan yang gemilang untuk Indonesia.

Nah Smart Parents, mau meniru kesuksesan yang dilakukan Bunda Yanzimar? Jangan lewatkan kesempatan menggunakan Ruangguru untuk membantu anak menjadi maksimal dalam belajar. Penjelasan yang mudah dimengerti, bukan sekadar hapalan melainkan konsep pelajaran. Kurikulumnya lengkap, dan bisa dimanfaatkan di mana saja serta kapan saja.

New Call-to-action

Beri Komentar

Recent Posts